PMSM Sulsel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture

Rabu, 13 Mei 2026 09:38
PMSM Sulsel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture
PMSM DPD Sulawesi Selatan menggelar HR Meet & Talk 2026 di Bikin Bikin Creative Hub Nipah Park, 12 Mei 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Perubahan dinamika dunia kerja mendorong perusahaan untuk tidak hanya fokus pada pencapaian target bisnis, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan manusia. Menjawab tantangan tersebut, PMSM DPD Sulawesi Selatan menggelar HR Meet & Talk 2026 di Bikin Bikin Creative Hub Nipah Park, 12 Mei 2026.

Mengangkat tema “From Evaluation to Empowerment: Transforming Performance Through Coaching”, kegiatan ini menjadi wadah diskusi bagi praktisi HR, pemimpin perusahaan, hingga profesional lintas industri terkait pentingnya perubahan pendekatan kepemimpinan di tempat kerja. Organisasi kini dinilai perlu meninggalkan pola yang hanya berfokus pada evaluasi dan koreksi, menuju budaya coaching yang lebih suportif, mampu meningkatkan engagement karyawan, serta mendorong pertumbuhan performa secara berkelanjutan.

Melalui forum ini, PMSM DPD Sulsel ingin menegaskan bahwa feedback tidak lagi sekadar menjadi alat evaluasi, melainkan sarana pemberdayaan agar karyawan dapat berkembang secara optimal. Pendekatan coaching dianggap relevan untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif, suportif, dan berorientasi pada pertumbuhan individu di tengah tantangan dunia kerja modern yang semakin dinamis.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua praktisi coaching nasional, yakni Bambang Yapri yang juga merupakan President of ICF Jakarta Charter Chapter dan Fauziah Zulfitri selaku Founder Insight Sinergi Talenta.

Ketua PMSM DPD Sulsel, Disa Rizky Novianty, mengatakan transformasi kepemimpinan saat ini tidak lagi hanya soal kemampuan mencapai target, tetapi juga bagaimana memahami manusia di balik performa kerja.

“Hari ini, perusahaan tidak hanya membutuhkan leader yang mampu mengarahkan pekerjaan, tetapi juga leader yang mampu menghadirkan ruang tumbuh bagi timnya. Coaching menjadi pendekatan yang relevan untuk membangun budaya kerja yang lebih manusiawi, adaptif, dan sustain dalam jangka panjang,” ujar Disa Rizky Novianty.

Sementara itu, Bambang Yapri menyoroti pentingnya perubahan mindset dalam proses pengembangan karyawan di organisasi.

“Banyak organisasi masih memandang feedback sebagai momen koreksi, padahal ketika feedback dibangun melalui pendekatan coaching, leader tidak hanya membantu memperbaiki performa, tetapi juga membantu individu menemukan potensi terbaiknya. Selain itu, praktik feedforward idealnya juga sudah mulai dioptimalkan karena ini berorientasi pada pengembangan ke depan untuk menciptakan ruang dialog yang lebih konstruktif, positif, serta mendorong percepatan pertumbuhan individu maupun tim secara lebih berkelanjutan,” jelas Bambang Yapri yang turut aktif berbagi insight seputar coaching melalui akun Instagram @coachbby23.

Pandangan serupa disampaikan Fauziah Zulfitri. Menurutnya, coaching kini telah menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki pemimpin modern.

“Leader masa kini dituntut bukan hanya mampu memberi solusi, tetapi juga mampu mengajukan pertanyaan yang memberdayakan. Coaching conversation yang konsisten dapat meningkatkan ownership, engagement, hingga kualitas kolaborasi di dalam tim,” ujar Fauziah Zulfitri yang akrab disapa Bu Ochi dan aktif membagikan edukasi seputar coaching dan pengembangan diri melalui akun Instagram @fauziahzulfitri_pcc.

Selain menghadirkan HR Meet & Talk, Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia Indonesia terus memperkuat perannya sebagai salah satu organisasi profesi SDM terbesar dan terpercaya di Indonesia. PMSM hadir sebagai wadah pengembangan kompetensi, networking profesional, serta kolaborasi strategis bagi praktisi HR dan profesional lintas industri.

Dengan visi menjadi organisasi manajemen sumber daya manusia kelas dunia, PMSM aktif menghadirkan berbagai program pengembangan, mulai dari seminar, workshop, coaching, mentoring, hingga forum strategic networking yang relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini.

Melalui berbagai program tersebut, PMSM Indonesia terus mendorong lahirnya praktisi HR yang adaptif, strategis, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan organisasi maupun daya saing SDM Indonesia di masa mendatang.

Masyarakat yang ingin bergabung sebagai member Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia Indonesia dapat memperoleh akses ke berbagai program pengembangan, networking profesional, forum diskusi strategis, hingga kegiatan eksklusif lainnya dari PMSM DPD Sulsel. Pendaftaran keanggotaan dibuka dengan biaya Rp500.000 per tahun melalui PIC Keanggotaan, Suci, di nomor +62 823-4999-2563.

Informasi terbaru mengenai program dan kegiatan PMSM Indonesia juga dapat diakses melalui website pmsm.or.id atau Instagram @pmsmdpdsulsel.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru