Investment Forum IGS 2026, Buka Peluang Kerja Sama Sektor Perikanan hingga Pariwisata
Rabu, 24 Jun 2026 14:19
Kepala DPMPTSP, Kota Makassar, Muh. Mario Said, di lantai 3 The Rinra Hotel, Makassar, Rabu (24/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berkomiten dalam persiapan menjaring investasi internasional melalui ajang Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung di The Rinra Hotel, Makassar, Rabu (24/6/2026).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Muh Mario Said, mengatakan bahwa forum ini menjadi wadah strategis bagi Pemkot Makassar dan 23 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan untuk membuka ruang kolaborasi.
"Rangkaian kegiatan di Investment Forum ini memang dimulai dari pembukaan, yang saat ini sedang dilaksanakan. Setelah itu, ada juga acara talkshow, yang melibatkan pelaku usaha serta dari sektor pendidikan, dalam hal ini Universitas Hasanuddin. Mereka yang menjadi perwakilan, baik dari investor swasta maupun dari dunia pendidikan yang diwakili oleh Rektor Unhas," ujarnya kepada wartawan.
Ia menambahkan, forum ini menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha dan pemerintah untuk melakukan penjajakan kerja sama melalui sesi Business-to-Business (B2B) dan Government-to-Government (G2G).
"Jadi, Pak wali kota dalam hal ini mungkin akan bertemu dengan beberapa perwakilan negara. Begitu pula dari sektor swasta yang akan bertemu dengan perwakilan dari beberapa negara tersebut. Hal ini sudah terkonfirmasi sejak awal karena kami sudah mengirimkan semua undangannya," kata Mario.
Mario mengungkapkan, sebanyak 20 pelaku usaha terlibat dalam forum ini, dengan beberapa pihak yang telah menyatakan minat untuk menjajaki peluang kolaborasi bisnis.
"Pelaku usaha yang terlibat ada 20. Namun, tidak semuanya dari negara-negara yang hadir ini berminat untuk langsung melakukan komunikasi atau penjajakan awal," ungkapnya saat diwawancarai.
Di antara berbagai peluang yang ditawarkan, lanjut dia, sektor perikanan dan produk maritim (seafood) menjadi komoditas yang paling menarik perhatian investor asing.
"Ada juga dari sektor perkebunan seperti kopi, serta bahan bumbu-bumbu yang lain. Sektor-sektor ini yang menjadi perhatian dari negara-negara yang hadir, terutama untuk produk seafood-nya. Selain itu, dengan PT Bomar juga mungkin ada pembicaraan, dan ada juga dari PT Usaha Elang Permata (NNAS).Keterlibatan Daerah Lain dan Pengembangan Wisata," lanjutnya.
Terkait keterlibatan daerah lain di Sulsel, Mario menjelaskan bahwa Pemkot Makassar memang tidak mengagendakan sesi presentasi khusus bagi kabupaten/kota yang hadir.
"Pada kesempatan ini, pemerintah kota tidak menyediakan sesi presentasi khusus untuk mereka. Namun, jika mereka ingin membangun komunikasi dengan pihak negara-negara lain dalam pertemuan ini, kami memberikan ruang dan tempat agar komunikasi tersebut bisa berjalan," jelas Mario.
Kata dia, forum internasional ini dihadiri oleh perwakilan dari 23 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.
"Totalnya ada 23 daerah. Namun, sebagian besar diwakili karena para kepala daerah saat ini sedang menghadiri acara nasional di Gorontalo. Oleh karena itu, banyak yang diwakili oleh Wakil Bupati maupun Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu," terangnya.
Mario membeberkan, hasil perikanan dan seafood menjadi komoditas andalan Kota Makassar yang diproyeksikan menarik minat besar para investor di Investment Forum tahun ini.
"Saya kira yang paling besar adalah hasil perikanan atau seafood. Mengingat wilayah kita ini lebih dominan dan unggul di sektor perairan maritim, maka komoditas itulah yang kami tawarkan kepada negara-negara yang hadir," bebernya.
Mario menyebutkan bahwa sektor infrastruktur juga menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan bilateral antara perwakilan negara dan Wali Kota Makassar.
"Untuk infrastruktur, memang ada negara yang akan berbicara langsung dengan Bapak Wali Kota. Namun, perkembangannya baru bisa kita lihat nanti di dalam pembahasan B2B," sebutnya.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Kota Makassar memprioritaskan pengembangan destinasi wisata sebagai salah satu program unggulan ke depan.
"Untuk sektor pariwisata, tadi sudah dijelaskan bahwa salah satu yang menjadi prioritas ke depan bagi Bapak Wali Kota adalah mengenai pengembangan destinasi wisata di Pulau Lanjukang. Saat ini sudah ada kajian yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mengkaji pengembangan Pulau Lanjukang tersebut," jabarnya.
Perihal pembangunan Stadion Untia, Mario menegaskan bahwa proyek tersebut dipastikan akan berjalan dengan pendanaan penuh yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Proyek tersebut 100% menggunakan APBD, sehingga tidak ditawarkan lagi kepada pihak swasta. Namun, untuk pengembangan Kawasan Untia-nya sendiri, itulah yang nantinya akan kami tawarkan kepada pihak swasta. Artinya, pembangunan stadion ini diharapkan bisa menjadi pemicu untuk berkembangnya kawasan ekonomi baru di daerah Untia tersebut," pungkasnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Muh Mario Said, mengatakan bahwa forum ini menjadi wadah strategis bagi Pemkot Makassar dan 23 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan untuk membuka ruang kolaborasi.
"Rangkaian kegiatan di Investment Forum ini memang dimulai dari pembukaan, yang saat ini sedang dilaksanakan. Setelah itu, ada juga acara talkshow, yang melibatkan pelaku usaha serta dari sektor pendidikan, dalam hal ini Universitas Hasanuddin. Mereka yang menjadi perwakilan, baik dari investor swasta maupun dari dunia pendidikan yang diwakili oleh Rektor Unhas," ujarnya kepada wartawan.
Ia menambahkan, forum ini menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha dan pemerintah untuk melakukan penjajakan kerja sama melalui sesi Business-to-Business (B2B) dan Government-to-Government (G2G).
"Jadi, Pak wali kota dalam hal ini mungkin akan bertemu dengan beberapa perwakilan negara. Begitu pula dari sektor swasta yang akan bertemu dengan perwakilan dari beberapa negara tersebut. Hal ini sudah terkonfirmasi sejak awal karena kami sudah mengirimkan semua undangannya," kata Mario.
Mario mengungkapkan, sebanyak 20 pelaku usaha terlibat dalam forum ini, dengan beberapa pihak yang telah menyatakan minat untuk menjajaki peluang kolaborasi bisnis.
"Pelaku usaha yang terlibat ada 20. Namun, tidak semuanya dari negara-negara yang hadir ini berminat untuk langsung melakukan komunikasi atau penjajakan awal," ungkapnya saat diwawancarai.
Di antara berbagai peluang yang ditawarkan, lanjut dia, sektor perikanan dan produk maritim (seafood) menjadi komoditas yang paling menarik perhatian investor asing.
"Ada juga dari sektor perkebunan seperti kopi, serta bahan bumbu-bumbu yang lain. Sektor-sektor ini yang menjadi perhatian dari negara-negara yang hadir, terutama untuk produk seafood-nya. Selain itu, dengan PT Bomar juga mungkin ada pembicaraan, dan ada juga dari PT Usaha Elang Permata (NNAS).Keterlibatan Daerah Lain dan Pengembangan Wisata," lanjutnya.
Terkait keterlibatan daerah lain di Sulsel, Mario menjelaskan bahwa Pemkot Makassar memang tidak mengagendakan sesi presentasi khusus bagi kabupaten/kota yang hadir.
"Pada kesempatan ini, pemerintah kota tidak menyediakan sesi presentasi khusus untuk mereka. Namun, jika mereka ingin membangun komunikasi dengan pihak negara-negara lain dalam pertemuan ini, kami memberikan ruang dan tempat agar komunikasi tersebut bisa berjalan," jelas Mario.
Kata dia, forum internasional ini dihadiri oleh perwakilan dari 23 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.
"Totalnya ada 23 daerah. Namun, sebagian besar diwakili karena para kepala daerah saat ini sedang menghadiri acara nasional di Gorontalo. Oleh karena itu, banyak yang diwakili oleh Wakil Bupati maupun Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu," terangnya.
Mario membeberkan, hasil perikanan dan seafood menjadi komoditas andalan Kota Makassar yang diproyeksikan menarik minat besar para investor di Investment Forum tahun ini.
"Saya kira yang paling besar adalah hasil perikanan atau seafood. Mengingat wilayah kita ini lebih dominan dan unggul di sektor perairan maritim, maka komoditas itulah yang kami tawarkan kepada negara-negara yang hadir," bebernya.
Mario menyebutkan bahwa sektor infrastruktur juga menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan bilateral antara perwakilan negara dan Wali Kota Makassar.
"Untuk infrastruktur, memang ada negara yang akan berbicara langsung dengan Bapak Wali Kota. Namun, perkembangannya baru bisa kita lihat nanti di dalam pembahasan B2B," sebutnya.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Kota Makassar memprioritaskan pengembangan destinasi wisata sebagai salah satu program unggulan ke depan.
"Untuk sektor pariwisata, tadi sudah dijelaskan bahwa salah satu yang menjadi prioritas ke depan bagi Bapak Wali Kota adalah mengenai pengembangan destinasi wisata di Pulau Lanjukang. Saat ini sudah ada kajian yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mengkaji pengembangan Pulau Lanjukang tersebut," jabarnya.
Perihal pembangunan Stadion Untia, Mario menegaskan bahwa proyek tersebut dipastikan akan berjalan dengan pendanaan penuh yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Proyek tersebut 100% menggunakan APBD, sehingga tidak ditawarkan lagi kepada pihak swasta. Namun, untuk pengembangan Kawasan Untia-nya sendiri, itulah yang nantinya akan kami tawarkan kepada pihak swasta. Artinya, pembangunan stadion ini diharapkan bisa menjadi pemicu untuk berkembangnya kawasan ekonomi baru di daerah Untia tersebut," pungkasnya.
(GUS)
Berita Terkait
Makassar City
Ekonomi Makassar Melaju 7,04 Persen, DPRD Puji Kepemimpinan Munafri
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 22:13
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 23:02
Sulsel
SiLPA Bertambah Rp219 Miliar, Pemkot Makassar Lakukan Penyesuaian
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Makassar bertambah sekitar Rp219 miliar setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kamis, 24 Sep 2026 06:08
Makassar City
Pemkot Makassar–Pertamina Matangkan Aturan Klasterisasi SPBU dan Jam Operasional Solar
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga terus mematangkan langkah strategis guna mengurai dan mencegah kemacetan akibat antrean panjang kendaraan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di berbagai SPBU.
Rabu, 23 Sep 2026 19:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
2
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
2
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan