PGRI Jeneponto Desak Polisi Tahan Terduga Pelaku Pengeroyokan Guru di SDN 14 Tamalatea
Rabu, 19 Agu 2026 21:27
Pengurus PGRI Jeneponto saat mendatangi Polres Jeneponto terkait kasus dugaan pengeroyokan rekan sejawat mereka. Foto: SINDO Makassar/Sulaiman Nai
JENEPONTO - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin Karaeng Rangka, mendesak Polres Jeneponto segera mengambil langkah tegas terhadap terduga pelaku pengeroyokan seorang guru perempuan di UPT SD Negeri 14 Tamalatea.
Zaidil meminta polisi bekerja secara profesional dan segera melakukan penahanan apabila syarat hukum untuk penahanan telah terpenuhi.
"Saya selaku Ketua PGRI mendesak Kapolres dan jajarannya untuk segera melakukan penahanan terhadap terduga pelaku pengeroyokan guru yang diduga dilakukan orang tua siswa," tegas Zaidil Amin Karaeng Rangka, Rabu (19/8/2026).
Kasus dugaan kekerasan terhadap guru tersebut terjadi di lingkungan UPT SDN 14 Tamalatea. Korban, Hj Nursiah, diduga mengalami kekerasan setelah memberikan tindakan disiplin kepada seorang siswa.
Persoalan itu kemudian memicu kedatangan orang tua siswa ke sekolah bersama dua orang kerabatnya. Saat bertemu dengan Nursiah di lingkungan sekolah itu, terjadi dugaan aksi kekerasan.
Kepala UPT SDN 14 Tamalatea, Saenab, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban diduga dijambak saat berada di lingkungan sekolah.
"Langsung dijambak di dalam wilayah sekolah," klaim Saenab.
Ironisnya, aksi tersebut disebut terjadi di lingkungan sekolah dan disaksikan oleh para siswa.
Kasus ini kemudian berkembang menjadi saling lapor. Kedua pihak kini sama-sama menempuh proses hukum di Satreskrim Polres Jeneponto.
PGRI Jeneponto meminta penanganan perkara tersebut dilakukan secara objektif dan transparan.
Organisasi profesi guru itu juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap tenaga pendidik di lingkungan sekolah tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
Zaidil berharap proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak, terutama bagi guru yang menjalankan tugasnya di sekolah.
Zaidil meminta polisi bekerja secara profesional dan segera melakukan penahanan apabila syarat hukum untuk penahanan telah terpenuhi.
"Saya selaku Ketua PGRI mendesak Kapolres dan jajarannya untuk segera melakukan penahanan terhadap terduga pelaku pengeroyokan guru yang diduga dilakukan orang tua siswa," tegas Zaidil Amin Karaeng Rangka, Rabu (19/8/2026).
Kasus dugaan kekerasan terhadap guru tersebut terjadi di lingkungan UPT SDN 14 Tamalatea. Korban, Hj Nursiah, diduga mengalami kekerasan setelah memberikan tindakan disiplin kepada seorang siswa.
Persoalan itu kemudian memicu kedatangan orang tua siswa ke sekolah bersama dua orang kerabatnya. Saat bertemu dengan Nursiah di lingkungan sekolah itu, terjadi dugaan aksi kekerasan.
Kepala UPT SDN 14 Tamalatea, Saenab, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban diduga dijambak saat berada di lingkungan sekolah.
"Langsung dijambak di dalam wilayah sekolah," klaim Saenab.
Ironisnya, aksi tersebut disebut terjadi di lingkungan sekolah dan disaksikan oleh para siswa.
Kasus ini kemudian berkembang menjadi saling lapor. Kedua pihak kini sama-sama menempuh proses hukum di Satreskrim Polres Jeneponto.
PGRI Jeneponto meminta penanganan perkara tersebut dilakukan secara objektif dan transparan.
Organisasi profesi guru itu juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap tenaga pendidik di lingkungan sekolah tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
Zaidil berharap proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak, terutama bagi guru yang menjalankan tugasnya di sekolah.
(MAN)
Berita Terkait
News
Plt Kadis Pendidikan Bantaeng Diperiksa Polisi, Istri Ikut Dicecar Soal DPO Air Cabai
Perkembangan kasus penyiraman air cabai di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus bergulir.
Rabu, 07 Okt 2026 10:14
Sulsel
Guru SD Jeneponto jadi Tersangka Penganiayaan Murid
Kasus saling lapor antara guru dan orang tua murid di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, terus bergulir.
Rabu, 07 Okt 2026 07:29
News
Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Maut di Perintis Kemerdekaan Makassar
Aksi penyerangan brutal terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM.19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.35 WITA.
Selasa, 06 Okt 2026 00:25
News
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencurian Aksesori Tower di Jeneponto
Tim URC Pegasus Satreskrim Polres Jeneponto menangkap Muh. Haikal (44), terduga pelaku pencurian aksesori tower telekomunikasi dengan kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Minggu, 04 Okt 2026 19:10
News
Polisi Panggil Kadisdik Bantaeng Usai DPO Polres Jeneponto Diamankan di Kediamannya
Polisi bakal memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Yusuf, untuk dimintai keterangan terkait penangkapan Ayu Lestari Erang, salah satu buronan kasus dugaan penyiraman air cabai dan pengeroyokan di Kabupaten Jeneponto.
Jum'at, 02 Okt 2026 05:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
2
Pelayanan Makin Berkualitas, Dua Terminal Pelindo Regional 4 Raih P-TEC 2026
3
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
4
Warga Diminta Tak Terprovokasi, Kapolres Lutra Pimpin Penyisiran di TKP Penikaman Tana Lili
5
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
2
Pelayanan Makin Berkualitas, Dua Terminal Pelindo Regional 4 Raih P-TEC 2026
3
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
4
Warga Diminta Tak Terprovokasi, Kapolres Lutra Pimpin Penyisiran di TKP Penikaman Tana Lili
5
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029