Kopi Arabika Kahayya Sulsel Diperkenalkan di Kantor Paten Denmark
Selasa, 08 Sep 2026 06:36
Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, memperkenalkan Kopi Arabika Kahayya, produk Indikasi Geografis kebanggaan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
JAKARTA - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel), Andi Basmal, memperkenalkan Kopi Arabika Kahayya, produk Indikasi Geografis kebanggaan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dalam kunjungan lapangan ke Danish Patent and Trademark Office (DKPTO) Denmark, Senin (7/9/2026).
Kunjungan yang berlangsung dalam rangkaian benchmarking visit on Intellectual Property Administration ini turut dihadiri Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, perwakilan DKPTO Denmark, serta tim gabungan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan Kanwil Kemenkum Sulsel.
Kehadiran delegasi Indonesia di kantor otoritas paten dan merek Denmark ini menjadi ajang saling belajar sekaligus mempromosikan potensi kekayaan intelektual daerah ke level internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Basmal menjelaskan bahwa Kopi Arabika Kahayya bukan sekadar komoditas biasa, melainkan produk yang kualitas dan karakteristiknya sangat dipengaruhi faktor geografis wilayah asalnya, dipadukan dengan kearifan lokal masyarakat Bulukumba dalam proses budidaya hingga pengolahan.
Kombinasi inilah yang menjadikan Kopi Kahayya layak menyandang status Indikasi Geografis, pelindungan hukum yang menegaskan keaslian dan keunikan produk dari daerah asalnya.
Langkah memperkenalkan Kopi Kahayya ke DKPTO Denmark ini bukan tanpa tujuan. Ini menjadi bagian dari strategi untuk mengenalkan produk Indikasi Geografis Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, kepada mitra internasional, sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan intelektual daerah memiliki nilai ekonomi dan daya saing yang tak kalah dengan produk-produk mancanegara.
Denmark sendiri dikenal memiliki sistem administrasi kekayaan intelektual yang matang, sehingga kunjungan semacam ini turut menjadi ruang belajar bagi delegasi Indonesia dalam menyerap praktik-praktik terbaik pengelolaan KI, yang nantinya bisa diadaptasi untuk memperkuat tata kelola kekayaan intelektual di Tanah Air.
Andi Basmal berharap, lewat pengenalan Kopi Arabika Kahayya di kancah internasional ini, akan terbuka peluang lebih luas bagi pengembangan dan promosi produk-produk Indikasi Geografis Sulawesi Selatan lainnya. "Sekaligus mengangkat nama daerah sebagai penghasil produk kekayaan intelektual yang berkualitas dan berdaya saing global," katanya.
Kunjungan yang berlangsung dalam rangkaian benchmarking visit on Intellectual Property Administration ini turut dihadiri Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, perwakilan DKPTO Denmark, serta tim gabungan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan Kanwil Kemenkum Sulsel.
Kehadiran delegasi Indonesia di kantor otoritas paten dan merek Denmark ini menjadi ajang saling belajar sekaligus mempromosikan potensi kekayaan intelektual daerah ke level internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Basmal menjelaskan bahwa Kopi Arabika Kahayya bukan sekadar komoditas biasa, melainkan produk yang kualitas dan karakteristiknya sangat dipengaruhi faktor geografis wilayah asalnya, dipadukan dengan kearifan lokal masyarakat Bulukumba dalam proses budidaya hingga pengolahan.
Kombinasi inilah yang menjadikan Kopi Kahayya layak menyandang status Indikasi Geografis, pelindungan hukum yang menegaskan keaslian dan keunikan produk dari daerah asalnya.
Langkah memperkenalkan Kopi Kahayya ke DKPTO Denmark ini bukan tanpa tujuan. Ini menjadi bagian dari strategi untuk mengenalkan produk Indikasi Geografis Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, kepada mitra internasional, sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan intelektual daerah memiliki nilai ekonomi dan daya saing yang tak kalah dengan produk-produk mancanegara.
Denmark sendiri dikenal memiliki sistem administrasi kekayaan intelektual yang matang, sehingga kunjungan semacam ini turut menjadi ruang belajar bagi delegasi Indonesia dalam menyerap praktik-praktik terbaik pengelolaan KI, yang nantinya bisa diadaptasi untuk memperkuat tata kelola kekayaan intelektual di Tanah Air.
Andi Basmal berharap, lewat pengenalan Kopi Arabika Kahayya di kancah internasional ini, akan terbuka peluang lebih luas bagi pengembangan dan promosi produk-produk Indikasi Geografis Sulawesi Selatan lainnya. "Sekaligus mengangkat nama daerah sebagai penghasil produk kekayaan intelektual yang berkualitas dan berdaya saing global," katanya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Kanwil Kemenkum Sulsel Ikuti Coaching Penguatan Manajemen ASN
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengikuti Coaching Penguatan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Hukum yang diselenggarakan oleh Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum secara virtual, Senin (7/9/2026).
Senin, 07 Sep 2026 21:22
News
Andi Basmal Imbau Pedomani Arahan Sekjen Mengenai Pengelolaan BMN
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel), Andi Basmal, mengimbau seluruh jajaran untuk memedomani arahan Sekretaris Jenderal Kemenkum terkait pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan pengadaan barang/jasa (PBJ).
Minggu, 06 Sep 2026 22:06
News
Kemenkum Sulsel Ikuti Forum PASTI Ada Solusi, Perkuat Pelayanan Publik yang Responsif
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengikuti secara virtual Forum Pengaduan Pelayanan Publik “PASTI ADA SOLUSI bersama Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas
Sabtu, 05 Sep 2026 10:00
Sulsel
Kunjungi Tiga Dinas di Tana Toraja, Rancang Perlindungan Kekayaan Intelektual Daerah
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mendatangi tiga perangkat daerah Kabupaten Tana Toraja sekaligus, Rabu (2/9/2026), untuk bersinergi dalam pengembangan dan pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) daerah.
Jum'at, 04 Sep 2026 14:05
News
Kemenkum Sulsel Siapkan Pemeriksaan Protokol Notaris Tahun 2026
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mematangkan persiapan pelaksanaan pemeriksaan Protokol Notaris Tahun 2026 melalui rapat bersama Tim Sekretariat Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) se-Sulawesi Selatan
Kamis, 03 Sep 2026 23:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Punya Kans Besar di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Tunggu Momentum Tepat
2
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
3
Polda Sulsel Tangkap 22 Passobis, Kerugian Korban Tembus Rp1,1 Miliar
4
Pelindo Jasa Maritim Perkuat GCG dan WBS untuk Jaga Integritas Layanan
5
Erupsi Anak Krakatau, 14 Penerbangan Menuju Soekarno Hatta Dibatalkan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Punya Kans Besar di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Tunggu Momentum Tepat
2
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
3
Polda Sulsel Tangkap 22 Passobis, Kerugian Korban Tembus Rp1,1 Miliar
4
Pelindo Jasa Maritim Perkuat GCG dan WBS untuk Jaga Integritas Layanan
5
Erupsi Anak Krakatau, 14 Penerbangan Menuju Soekarno Hatta Dibatalkan