Perkuat Budaya Keselamatan, Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda
Kamis, 10 Sep 2026 17:26
Sebanyak 73 nakhoda kapal tunda Pelindo Marine mengikuti pelatihan kepemimpinan untuk memperkuat peran mereka dalam membangun budaya keselamatan. Foto/Istimewa
SURABAYA - Sebanyak 73 nakhoda kapal tunda Pelindo Marine mengikuti pelatihan kepemimpinan untuk memperkuat peran mereka dalam membangun budaya keselamatan sekaligus menjaga keandalan operasional kapal. Program bertajuk Leadership Program for Captain: Navigate to Excellence tersebut digelar di Surabaya, Makassar, dan Belawan sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Pelatihan yang diikuti nakhoda kapal tunda dari Regional 1, 3, dan 4 itu difokuskan pada penguatan kemampuan kepemimpinan di atas kapal. Bagi Pelindo Marine, nakhoda tidak hanya berperan sebagai pengendali operasional, tetapi juga menjadi pemimpin yang menentukan kualitas komunikasi, koordinasi, dan penerapan keselamatan di lingkungan kerja kapal.
Untuk memperkaya perspektif peserta, Pelindo Marine menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi, manajemen, dan regulator. Materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan di lapangan yang dipetakan melalui survei terhadap pelaksanaan program In House Training (IHT) sebelumnya.
Pendekatan tersebut dilakukan agar pengembangan kompetensi kepemimpinan nakhoda lebih tepat sasaran dan relevan dengan tantangan operasional yang dihadapi di atas kapal.
Dalam pelaksanaan IHT di Surabaya, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, memberikan perspektif mengenai peran strategis nakhoda dalam membangun budaya keselamatan.
“Nakhoda sebagai pemimpin menentukan arah. Sikap nakhoda menentukan keselamatan, baik jiwa, aset, maupun barang. Bukan hanya ucapan dan teori, tetapi wajib dijalankan sesuai peraturan yang berlaku karena menjadi bagian penting dalam mewujudkan keselamatan pelayaran,” ujar Agustinus Maun.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Pelindo Marine, Lia Indi Agustiana, menambahkan program IHT bagi pelaut telah dilaksanakan secara konsisten selama tiga tahun dan mendapat respons positif dari peserta.
“Program ini memberikan ruang bagi para nakhoda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pelindo Marine dalam membangun SDM maritim yang kompeten, profesional, dan berorientasi pada keselamatan,” kata Lia.
Salah satu peserta, Nakhoda KT. Hang Tuah IV Abdul Rahman Ali, menilai materi mengenai pemberian feedback konstruktif, coaching, dan empowering tim memberikan bekal penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan kru.
“Materi ini sangat bermanfaat untuk membantu saya membangun komunikasi yang lebih baik dengan kru serta menciptakan kerja sama tim yang lebih solid dalam mendukung operasional kapal,” ujarnya.
Pelindo Marine menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pelaut, khususnya nakhoda sebagai pemimpin utama di atas kapal. Penguatan kapasitas tersebut akan dilakukan melalui penyelenggaraan IHT secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya perusahaan memperkuat budaya keselamatan dan mendukung operasional yang andal.
Pelatihan yang diikuti nakhoda kapal tunda dari Regional 1, 3, dan 4 itu difokuskan pada penguatan kemampuan kepemimpinan di atas kapal. Bagi Pelindo Marine, nakhoda tidak hanya berperan sebagai pengendali operasional, tetapi juga menjadi pemimpin yang menentukan kualitas komunikasi, koordinasi, dan penerapan keselamatan di lingkungan kerja kapal.
Untuk memperkaya perspektif peserta, Pelindo Marine menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi, manajemen, dan regulator. Materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan di lapangan yang dipetakan melalui survei terhadap pelaksanaan program In House Training (IHT) sebelumnya.
Pendekatan tersebut dilakukan agar pengembangan kompetensi kepemimpinan nakhoda lebih tepat sasaran dan relevan dengan tantangan operasional yang dihadapi di atas kapal.
Dalam pelaksanaan IHT di Surabaya, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, memberikan perspektif mengenai peran strategis nakhoda dalam membangun budaya keselamatan.
“Nakhoda sebagai pemimpin menentukan arah. Sikap nakhoda menentukan keselamatan, baik jiwa, aset, maupun barang. Bukan hanya ucapan dan teori, tetapi wajib dijalankan sesuai peraturan yang berlaku karena menjadi bagian penting dalam mewujudkan keselamatan pelayaran,” ujar Agustinus Maun.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Pelindo Marine, Lia Indi Agustiana, menambahkan program IHT bagi pelaut telah dilaksanakan secara konsisten selama tiga tahun dan mendapat respons positif dari peserta.
“Program ini memberikan ruang bagi para nakhoda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pelindo Marine dalam membangun SDM maritim yang kompeten, profesional, dan berorientasi pada keselamatan,” kata Lia.
Salah satu peserta, Nakhoda KT. Hang Tuah IV Abdul Rahman Ali, menilai materi mengenai pemberian feedback konstruktif, coaching, dan empowering tim memberikan bekal penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan kru.
“Materi ini sangat bermanfaat untuk membantu saya membangun komunikasi yang lebih baik dengan kru serta menciptakan kerja sama tim yang lebih solid dalam mendukung operasional kapal,” ujarnya.
Pelindo Marine menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pelaut, khususnya nakhoda sebagai pemimpin utama di atas kapal. Penguatan kapasitas tersebut akan dilakukan melalui penyelenggaraan IHT secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya perusahaan memperkuat budaya keselamatan dan mendukung operasional yang andal.
(TRI)
Berita Terkait
News
DPN dan PJM Perkuat Koordinasi, Dorong Optimalisasi Sektor Kemaritiman
Peran sektor kemaritiman dalam menopang konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional menjadi salah satu perhatian Dewan Pertahanan Nasional (DPN) saat mengunjungi PT Pelindo Jasa Maritim (PJM.
Jum'at, 02 Okt 2026 13:29
News
PJM Perkuat Keselamatan Pelayaran Lewat Penyesuaian SOP Pemanduan di Kijang
Standar pelayanan pemanduan kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang diperkuat melalui penyesuaian Standar Operasional Prosedur (SOP).
Rabu, 30 Sep 2026 11:42
News
Pelindo Jasa Maritim Pastikan Kesiapan Operasional STS Nipa di Kawasan Perbatasan
Jajaran Direksi dan Komisaris PJM turun langsung meninjau kesiapan fasilitas operasional Stasiun Pandu (STS) Nipa, yang berada di kawasan perbatasan.
Senin, 28 Sep 2026 13:10
News
PJM Perkuat Kualitas Layanan Pemanduan & Penundaan Kapal Lewat Evaluasi Berkala
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat kualitas layanan pemanduan dan penundaan kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas I Bontang, Kalimantan Timur, melalui evaluasi berkala.
Minggu, 27 Sep 2026 11:01
Ekbis
IPCM dan Jalan Panjang Membangun Ekosistem Pelabuhan yang Berkelanjutan
Karena itu, IPCM juga memasukkan kesejahteraan, pengembangan kompetensi, keselamatan dan kesehatan kerja, serta inklusi ke dalam agenda sosial perusahaan.
Kamis, 24 Sep 2026 08:47
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
3
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
4
Karantina Sulsel Tanam 285 Pohon, TPA Antang Didorong Jadi Hutan Kota
5
FIN Expo BIK 2026 Perluas Akses Keuangan, Transaksi Tembus Rp42,9 Miliar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
3
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
4
Karantina Sulsel Tanam 285 Pohon, TPA Antang Didorong Jadi Hutan Kota
5
FIN Expo BIK 2026 Perluas Akses Keuangan, Transaksi Tembus Rp42,9 Miliar