Imigrasi Integrasikan All Indonesia dengan Layanan Tiket Whoosh

Sabtu, 17 Okt 2026 16:21
Imigrasi Integrasikan All Indonesia dengan Layanan Tiket Whoosh
Penandatanganan kerja sama Direktorat Jenderal Imigrasi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Foto: Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Penumpang internasional yang baru tiba di Indonesia kini dapat mengakses pemesanan tiket kereta cepat Whoosh melalui platform All Indonesia. Fitur ini memudahkan penumpang merencanakan perjalanan lanjutan menuju Bandung atau Karawang sejak proses deklarasi kedatangan.

Layanan tersebut tersedia mulai Jumat (16/10/2026), menyusul kerja sama Direktorat Jenderal Imigrasi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi di Marketing Gallery KCIC Halim, Jakarta Timur.

Melalui integrasi tersebut, penumpang internasional yang telah mengisi deklarasi kedatangan di All Indonesia dapat mengakses tautan menuju situs pemesanan tiket Whoosh. Dengan demikian, penumpang tidak perlu mencari laman pemesanan secara terpisah untuk merencanakan perjalanan berikutnya.

"Kami ingin kemudahan perjalanan tidak berhenti di pemeriksaan Imigrasi. Setelah tiba di Indonesia, masyarakat juga harus semakin mudah melanjutkan perjalanan. Kolaborasi ini menghubungkan layanan kedatangan internasional dengan transportasi modern dalam satu akses yang lebih praktis," ujar Hendarsam.

Kerja sama ini dilakukan di tengah tingginya penggunaan layanan kereta cepat Whoosh. Berdasarkan data yang disampaikan Ditjen Imigrasi, Whoosh telah melayani lebih dari 16,9 juta perjalanan penumpang sejak beroperasi hingga Juli 2026.

Sementara itu, jumlah perjalanan penumpang warga negara asing menggunakan Whoosh mencapai 944.087 hingga Agustus 2026. Angka tersebut menunjukkan potensi konektivitas antara layanan kedatangan internasional dan transportasi menuju berbagai destinasi di Jawa Barat.

All Indonesia sendiri merupakan platform yang mengintegrasikan deklarasi kedatangan untuk layanan keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina. Penumpang dapat mengisi deklarasi tersebut sejak tiga hari sebelum kedatangan di Indonesia.

Hingga Oktober 2026, platform All Indonesia tercatat telah digunakan oleh 29.119.141 penumpang internasional.

Selain memudahkan akses pemesanan tiket, kerja sama Imigrasi dan KCIC juga mencakup pertukaran data serta informasi penumpang untuk mendukung pengawasan keimigrasian.

Ditjen Imigrasi menyatakan pertukaran informasi tersebut tetap memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan data pribadi.

Hendarsam mengatakan, kolaborasi lintas sektor tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih praktis dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Imigrasi untuk Rakyat berarti setiap inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membuat perjalanan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman," tutup Hendarsam.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru