Paket Fauzi-Ajie, Dua Kekuatan Besar Menyatu di Pilkada Luwu Utara
Senin, 02 Sep 2024 15:37

Pasangan Bakal Calon Muhammad Fauzi dan Ajie Saputra. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pasangan Muhammad Fauzi-Ajie Saputra merepresentasikan dua kekuatan besar yang menyatu di Pilkada Luwu Utara 2024. Paket ini menjadi pendaftar keempat di KPU Luwu Utara.
Dua kekuatan besar yang dimaksud ialah Fauzi yang merupakan suami Indah Putri Indriani, Bupati Lutra dua periode saat ini.
Sementara Ajie merupakan putra Arifin Junaidi (Arjuna), mantan Bupati Lutra periode 2010 sampai 2015.
Abang Fauzi sapaannya menjelaskan berbagai alasan mengapa memilih Ajie sebagai wakilnya. Salah satunya, karena Ajie adalah figur yang memiliki survei tinggi di kalangan ASN.
"Saya kan politisi, Ajie ini birokrasi. Saya masih harus banyak belajar di ruang birokrasi. Maka saya harus didampingi oleh orang yang paham birokrasi," kata Abang Fauzi saat ditemui di Makassar pada Ahad (01/09/2024).
"Maka Ajie menjadi alternatif pilihan setelah mempertimbangkan itu. Selain itu juga, memang survei Ajie diantara ASN, dia yang baik," sambungnya.
Dia menuturkan, Ajie juga memiliki basis massa yang jelas yang tersebar di berbagai kecamatan. Bapaknya, Arjuna pernah menjadi kepala daerah satu periode.
"Ajie punya keluarga Sabbang, daerah atas. Memiliki rumpun keluarga besar di Malangke, Masamba. Ibu mertuanya di bawah, jadi memperkuat saya juga," ujarnya.
"Di Luwu Utara, faktor keterwakilan juga masyarakat masih mempertimbangkan orang sebagai Bupati dan Wakil Bupati," lanjutnya.
Anggota DPR RI ini menjelaskan alasannya memilih maju di Pilkada 2024 pada menit akhir. Salah satunya karena perintah partai.
"Inilah konsekuensi kita berhimpun, berorganisasi di partai politik. Suka tidak suka, memang harus dijalankan. Ini perintah partai, maka harus dijalankan," bebernya.
Abang menuturkan, selama proses tahapan, belum ada niatan untuk maju di Pilkada. Barulah pada tanggal 28 Agustus 2024, ia mendapat penugasan dari DPP untuk didorong maju sebagai calon bupati.
Pasangan Fauzi-Ajie diusung oleh tiga partai yakni Golkar, PDIP Perjuangan, PKS dan Perindo. Empat partai ini telah mengantar Fauzi-Ajie mendaftar ke KPU Luwu Utara.
Wakil Ketua PDIP Sulsel, Iqbal Arifin mengungkapkan alasannya mantap mengusung Fauzi di Pilkada Lutra. Salah satunya karena partainya menganggap Indah berhasil memimpin Lutra selama dua periode.
"Kami menganggap Abang Fauzi kader terbaik Golkar di Luwu Utara. Dalam Pilkada harus selektif, dan Abang dianggap layak. Apalagi kami dua periode bersama terus Ibu Indah," ungkap Iqbal saat ditemui di lokasi yang sama.
Dua kekuatan besar yang dimaksud ialah Fauzi yang merupakan suami Indah Putri Indriani, Bupati Lutra dua periode saat ini.
Sementara Ajie merupakan putra Arifin Junaidi (Arjuna), mantan Bupati Lutra periode 2010 sampai 2015.
Abang Fauzi sapaannya menjelaskan berbagai alasan mengapa memilih Ajie sebagai wakilnya. Salah satunya, karena Ajie adalah figur yang memiliki survei tinggi di kalangan ASN.
"Saya kan politisi, Ajie ini birokrasi. Saya masih harus banyak belajar di ruang birokrasi. Maka saya harus didampingi oleh orang yang paham birokrasi," kata Abang Fauzi saat ditemui di Makassar pada Ahad (01/09/2024).
"Maka Ajie menjadi alternatif pilihan setelah mempertimbangkan itu. Selain itu juga, memang survei Ajie diantara ASN, dia yang baik," sambungnya.
Dia menuturkan, Ajie juga memiliki basis massa yang jelas yang tersebar di berbagai kecamatan. Bapaknya, Arjuna pernah menjadi kepala daerah satu periode.
"Ajie punya keluarga Sabbang, daerah atas. Memiliki rumpun keluarga besar di Malangke, Masamba. Ibu mertuanya di bawah, jadi memperkuat saya juga," ujarnya.
"Di Luwu Utara, faktor keterwakilan juga masyarakat masih mempertimbangkan orang sebagai Bupati dan Wakil Bupati," lanjutnya.
Anggota DPR RI ini menjelaskan alasannya memilih maju di Pilkada 2024 pada menit akhir. Salah satunya karena perintah partai.
"Inilah konsekuensi kita berhimpun, berorganisasi di partai politik. Suka tidak suka, memang harus dijalankan. Ini perintah partai, maka harus dijalankan," bebernya.
Abang menuturkan, selama proses tahapan, belum ada niatan untuk maju di Pilkada. Barulah pada tanggal 28 Agustus 2024, ia mendapat penugasan dari DPP untuk didorong maju sebagai calon bupati.
Pasangan Fauzi-Ajie diusung oleh tiga partai yakni Golkar, PDIP Perjuangan, PKS dan Perindo. Empat partai ini telah mengantar Fauzi-Ajie mendaftar ke KPU Luwu Utara.
Wakil Ketua PDIP Sulsel, Iqbal Arifin mengungkapkan alasannya mantap mengusung Fauzi di Pilkada Lutra. Salah satunya karena partainya menganggap Indah berhasil memimpin Lutra selama dua periode.
"Kami menganggap Abang Fauzi kader terbaik Golkar di Luwu Utara. Dalam Pilkada harus selektif, dan Abang dianggap layak. Apalagi kami dua periode bersama terus Ibu Indah," ungkap Iqbal saat ditemui di lokasi yang sama.
(UMI)
Berita Terkait

News
Pertamina - Komisi XII DPR RI Pastikan Stok BBM & LPG di Sulawesi Aman
Komitmen ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja Komisi XII DPR RI ke wilayah Regional Sulawesi, yang berlangsung di SPBU COCO 71.951.03 Kota Manado, Jumat (29/8).
Jum'at, 29 Agu 2025 21:49

Sulsel
Komisi II DPR RI dan Bawaslu Perkuat Kelembagaan Pengawas Pemilu di Tana Toraja
Komisi II DPR RI berkolaborasi dengan Bawaslu Sulsel dan Tana Toraja menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu dengan tema “Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan” di Grand Hotel Metro Permai, Kabupaten Tana Toraja pada Selasa (19/08/2025).
Selasa, 19 Agu 2025 12:28

Ekbis
Komisi IV DPR RI Sebut Stok Beras di Bulog Makassar Melimpah
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin hadir mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto dan rombongan saat melakukan kunjungan kerja di Kompleks Pergudangan Panaikang, Perum Bulog.
Selasa, 12 Agu 2025 10:46

Ekbis
Sinergi OJK dan DPR RI untuk Perluas Pembiayaan UMKM
Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa sektor perbankan menyumbang sekitar 85 persen dari total pembiayaan UMKM. Olehnya itu, peran perbankan sangat vital.
Selasa, 12 Agu 2025 07:24

News
Atasi Beras Oplosan Harus Lewat Penegakan Hukum dan Revisi Kebijakan
Persoalan beras oplosan tidak hanya sekadar menyangkut aspek moral hazard atau pelanggaran hukum dari para pelaku usaha, tetapi juga disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang secara ekonomi tidak rasional dan justru menciptakan potensi kerugian bagi produsen.
Jum'at, 08 Agu 2025 07:17
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Affan yang Dilindas, Negara yang Diam
2

Gubernur Sulsel Raih BAZNAS Award sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat
3

Turnamen Futsal Pelajar Merdeka Cup Vol. 3 Tuntas! Ini Daftar Juara hingga Pemain Terbaik
4

Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa saat Rapat Paripurna
5

UNM Sukses Gelar Konferensi Internasional Olahraga dan Kesehatan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Affan yang Dilindas, Negara yang Diam
2

Gubernur Sulsel Raih BAZNAS Award sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat
3

Turnamen Futsal Pelajar Merdeka Cup Vol. 3 Tuntas! Ini Daftar Juara hingga Pemain Terbaik
4

Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa saat Rapat Paripurna
5

UNM Sukses Gelar Konferensi Internasional Olahraga dan Kesehatan