Bapenda Luwu Juara Innovation Summary Competition Digifest 2023
Selasa, 21 Mar 2023 14:12
Bapenda dan TP2DD Kabupaten Luwu berhasil keluar sebagai juara ke-2 dalam ajang South Sulawesi Digital Festival (Digifest) 2023. Foto: Istimewa
LUWU - Bapenda dan TP2DD Kabupaten Luwu berhasil keluar sebagai juara ke-2 dalam ajang South Sulawesi Digital Festival (Digifest) 2023 yang dilaksanakan di Phinisi Ballroom Hotel Claro, Senin (20/3/2023).
Digifest 2023 juga menghadirkan Innovation Summary Competition (ISC) yang menyasar Pemerintah Daerah se-Sulsel. Kegiatan yang mengangkat tema "Digital Diversification" merupakan yang kedua kalinya digelar oleh Bank Indonesia di Sulsel.
Baca Juga: Kepala Bapenda Luwu Jadi Pemateri Percepatan Digitalisasi di Gorontalo
Di ajang ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu berhasil keluar sebagai juara ke-2.
Tiga daerah terbaik pertama, kedua dan ketiga, yakni Kabupaten Sidrap, Kabupaten Luwu dan Pemprov Sulsel akan mendapat perangkat pendukung implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), ketiga Pemda tersebut juga akan mendapatkan hadiah studi banding ke daerah lain dengan implementasi ETPD yang juga cukup unggul.
Pemkab Sidrap sendiri berhasil mempresentasikan Qris dan Luwu dengan Oto Qris. Divisi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rudi Bambang Wijanarko, secara langsung menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada kedua pemenang pertama dan kedua.
"Alhamdulillah, dari 5 terbaik di Sulsel, Senin kemarin, kembali dilakukan seleksi penilaian final dan keluar 3 terbaik. Luwu menjadi terbaik ke dua atau juara dua dibawah Kabupaten Sidrap, dan unggul dari Pemprov Sulsel di terbaik ke tiga," ujar Kepala Bapenda Luwu, Andi Palanggi.
Mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Luwu ini mengatakan, transaksi berbasis digital akan terus dikembangkan di Kabupaten Luwu. Bahkan target transaksi digital bisa masif pasar-pasar tradisional.
"Ada beberapa pasar tradisional yang sudah menjalankan transaksi digital. Ini yang akan terus kita dorong dan kembangkan sehingga transaksi digital kedepan akan menjadi trend dan kebutuhan masyarakat," kuncinya.
TP2DD adalah Forum koordinasi antar instansi dan stakeholder terkait untuk mendorong inovasi, percepatan, dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) dalam rangka mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan.
Sementara Elektronifikasi Transaksi Pemerintahan Daerah yang selanjutnya disingkat ETPD adalah suatu upaya untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah daerah dari cara tunai menjadi nontunai berbasis digital.
Digifest 2023 juga menghadirkan Innovation Summary Competition (ISC) yang menyasar Pemerintah Daerah se-Sulsel. Kegiatan yang mengangkat tema "Digital Diversification" merupakan yang kedua kalinya digelar oleh Bank Indonesia di Sulsel.
Baca Juga: Kepala Bapenda Luwu Jadi Pemateri Percepatan Digitalisasi di Gorontalo
Di ajang ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu berhasil keluar sebagai juara ke-2.
Tiga daerah terbaik pertama, kedua dan ketiga, yakni Kabupaten Sidrap, Kabupaten Luwu dan Pemprov Sulsel akan mendapat perangkat pendukung implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), ketiga Pemda tersebut juga akan mendapatkan hadiah studi banding ke daerah lain dengan implementasi ETPD yang juga cukup unggul.
Pemkab Sidrap sendiri berhasil mempresentasikan Qris dan Luwu dengan Oto Qris. Divisi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rudi Bambang Wijanarko, secara langsung menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada kedua pemenang pertama dan kedua.
"Alhamdulillah, dari 5 terbaik di Sulsel, Senin kemarin, kembali dilakukan seleksi penilaian final dan keluar 3 terbaik. Luwu menjadi terbaik ke dua atau juara dua dibawah Kabupaten Sidrap, dan unggul dari Pemprov Sulsel di terbaik ke tiga," ujar Kepala Bapenda Luwu, Andi Palanggi.
Mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Luwu ini mengatakan, transaksi berbasis digital akan terus dikembangkan di Kabupaten Luwu. Bahkan target transaksi digital bisa masif pasar-pasar tradisional.
"Ada beberapa pasar tradisional yang sudah menjalankan transaksi digital. Ini yang akan terus kita dorong dan kembangkan sehingga transaksi digital kedepan akan menjadi trend dan kebutuhan masyarakat," kuncinya.
TP2DD adalah Forum koordinasi antar instansi dan stakeholder terkait untuk mendorong inovasi, percepatan, dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) dalam rangka mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan.
Sementara Elektronifikasi Transaksi Pemerintahan Daerah yang selanjutnya disingkat ETPD adalah suatu upaya untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah daerah dari cara tunai menjadi nontunai berbasis digital.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Konsisten Taat Pajak, MDA Kembali Raih Penghargaan dari Pemkab Luwu
Komitmen terhadap kewajiban pajak kembali mengantarkan PT Masmindo Dwi Area (MDA) meraih apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu.
Minggu, 26 Apr 2026 10:44
Sulsel
Pemkab Luwu & MDA Realisasikan Program Aspirasi 21 Desa Wilayah Operasional
Aspirasi yang dihimpun dari masyarakat melalui kunjungan dan pertemuan langsung telah dipetakan dan diselaraskan antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area (MDA).
Rabu, 04 Mar 2026 14:19
News
Satgas Percepatan Investasi dan MDA Bahas Dinamika Lingkar Tambang
Satgas Percepatan Investasi menggelar rapat koordinasi bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kelompok Kerja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu.
Minggu, 01 Mar 2026 13:41
Sulsel
Dorong Ekonomi Lokal, Pemkab Luwu & Masmindo Resmikan Fasilitas Pengolahan Nilam
Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) menyerahkan fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo.
Kamis, 12 Feb 2026 15:00
Sulsel
Excavator Bersihkan DAS Suso, Pemkab Luwu & MDA Mulai Tahap Awal Revitalisasi
Berdasarkan pantauan di lapangan, excavator digunakan untuk membersihkan area yang terdampak sedimentasi, menata kembali alur sungai.
Jum'at, 23 Jan 2026 13:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Siswa Berkebutuhan Khusus Athirah Bersinar di Pentas Inklusi
3
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
4
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
5
Waspada Modus Impersonasi, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Ilegal Magento
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Siswa Berkebutuhan Khusus Athirah Bersinar di Pentas Inklusi
3
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
4
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
5
Waspada Modus Impersonasi, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Ilegal Magento