Keuangan Daerah Minus, Aktivis Pemuda Sebut Keputusan Marwan Rotasi Pejabat Sudah Tepat
Kamis, 07 Nov 2024 14:36

Aktivis Mahasiswa, Mustamin Nanda. Foto: Istimewa
ENREKANG - Kebijakan Pj Bupati Enrekang, Marwan Masyur yang melakukan rotasi pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang menuai polemik. Sejumlah kelompok tertentu melakukan demonstrasi menolak kebijakan Marwan, meski begitu aksi demonstrasi tersebut dinilai tak mendasar.
Aktivis Mahasiswa, Mustamin Nanda menuturkan, aksi demonstrasi tersebut adalah hal yang yang biasa. Jika gerakan tersebut adalah niatan yang baik, lanjutnya maka patut diapresiasi.
Hanya saja, kata Mustamin, aksi tersebut salah kaprah. Menurutnya, Pj Bupati Marwan mestinya diberikan ruang untuk melakukan akselerasi percepatan tata kelolah pemerintahan, khususnya tata kelola keuangan.
"Mestinya kita tidak boleh serta merta melakukan penolakan tanpa alasan dan tak mendasar. Sebab pada serah terima jabatan dari Pj Bupati sebelumnya memang mengakui bahwa ada minus anggaran di atas Rp400 M. Ini adalah jumlah yang sangat luar biasa dan dibutuhkan kerja cepat dan akurat untuk menyelesaikan itu," kata Mustamin, yang juga adalah aktivis Muhammadiyah, pada Kamis, 7 November 2024.
Diketahui, Pj Bupati sebelumnya, Dr. Baba mengakui bahwa keadaan keungan minus diatas Rp400 M. Hal itu diakui setelah serah terima jabatan pada beberapa waktu lalu.
"Nah, ini butuh penanganan yang serius agar Enrekang tidak terjebak dalam balutan utang," kata aktivis era tahun 2000-an ini.
Apalagi, kata Mahasiswa Pascasarajana Unismuh Makassar ini, Pj Bupati Enrekang yang baru, memiliki sejumlah beban yang harus diselesaikan. Beberapa diantaranya yang disebutkan Mustamin, yakni menjamin tata pemerintahan dan tata kelola keuangan yang baik.
"Tidak cuma itu, pembayaran honor PPPK yang belum terbayar juga mestinya bisa diselesaikan, pembayaran utang pihak ketiga. Belum lagi penyelesaian masalah konflik agraria yang berada di Kecamatan Maiwa," tegasnya.
"Dengan waktu yang sangat singkat maka Pj Bupati yang baru harus bekerja ekstra time, guna menjamin agar persolan-persoalan yang terjadi di Kabupaten Enrekang bisa teratasi sampai terpilihnya bupati defenitif," tandasnya.
Aktivis Mahasiswa, Mustamin Nanda menuturkan, aksi demonstrasi tersebut adalah hal yang yang biasa. Jika gerakan tersebut adalah niatan yang baik, lanjutnya maka patut diapresiasi.
Hanya saja, kata Mustamin, aksi tersebut salah kaprah. Menurutnya, Pj Bupati Marwan mestinya diberikan ruang untuk melakukan akselerasi percepatan tata kelolah pemerintahan, khususnya tata kelola keuangan.
"Mestinya kita tidak boleh serta merta melakukan penolakan tanpa alasan dan tak mendasar. Sebab pada serah terima jabatan dari Pj Bupati sebelumnya memang mengakui bahwa ada minus anggaran di atas Rp400 M. Ini adalah jumlah yang sangat luar biasa dan dibutuhkan kerja cepat dan akurat untuk menyelesaikan itu," kata Mustamin, yang juga adalah aktivis Muhammadiyah, pada Kamis, 7 November 2024.
Diketahui, Pj Bupati sebelumnya, Dr. Baba mengakui bahwa keadaan keungan minus diatas Rp400 M. Hal itu diakui setelah serah terima jabatan pada beberapa waktu lalu.
"Nah, ini butuh penanganan yang serius agar Enrekang tidak terjebak dalam balutan utang," kata aktivis era tahun 2000-an ini.
Apalagi, kata Mahasiswa Pascasarajana Unismuh Makassar ini, Pj Bupati Enrekang yang baru, memiliki sejumlah beban yang harus diselesaikan. Beberapa diantaranya yang disebutkan Mustamin, yakni menjamin tata pemerintahan dan tata kelola keuangan yang baik.
"Tidak cuma itu, pembayaran honor PPPK yang belum terbayar juga mestinya bisa diselesaikan, pembayaran utang pihak ketiga. Belum lagi penyelesaian masalah konflik agraria yang berada di Kecamatan Maiwa," tegasnya.
"Dengan waktu yang sangat singkat maka Pj Bupati yang baru harus bekerja ekstra time, guna menjamin agar persolan-persoalan yang terjadi di Kabupaten Enrekang bisa teratasi sampai terpilihnya bupati defenitif," tandasnya.
(UMI)
Berita Terkait

Sulsel
Dipantau Wakapolres, Polres Enrekang Bagikan Makanan untuk Pengendara di Pos Pam Alla
Wakapolres Enrekang, Kompol Sulkarnain memantau Pos Pengamanan (Pospam) Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Kecamatan Alla pada Rabu, 25 Desember malam ini.
Rabu, 25 Des 2024 23:41

Sulsel
Kapolres Enrekang Lakukan Pengecekan Posko Pelayanan Terpadu Ops Lilin 2024
AKBP Dedi Surya Dharma didampingi Kabag Ops dan Kasat Lantas Polres Enrekang, Iptu Tandiapun Pasiagan melaksanakan pengecekan dan kontrol terhadap Posko Pelayanan Terpadu Operasi Lilin 2024 pada Rabu (25/12/2024).
Rabu, 25 Des 2024 21:40

Sulsel
KPU Enrekang Selesaikan Rekap, Yusuf-Tenri Liwang Raih 75.638 Suara
KPU Enrekang menuntaskan rekapitulasi suara tingkat kabupaten untuk Pilkada dan Pilgub Sulsel 2024. Suara yang dihitug berasal dari 12 kecamatan.
Kamis, 05 Des 2024 07:21

Sulsel
Ketua KPU Beri Pesan Bijak di Debat Terakhir Pilkada Enrekang 2024
KPU Kabupaten Enrekang menggelar debat publik kedua antar pasangan calon (Paslon) Pilkada di Hotel Dalton, Makassar pada Rabu, 13 November 2024 hari ini.
Rabu, 13 Nov 2024 10:40

Sulsel
Menuju Swasembada Pangan, Wakapolres Enrekang Kunjungi Kebun Binaan di Anggeraja
Sat Samapta Polres Enrekang berkunjung ke salah satu kebun binaan warga dengan luas 2 Ha di Anggeraja Kabupaten Enrekang pada Kamis, (07/11/2024). Upaya ini untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam rangka ketahanan pangan menuju Swasembada.
Kamis, 07 Nov 2024 14:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idulfitri PT Semen Tonasa: Momen Keberkahan & Kebersamaan Penuh Makna
2

Taklukkan Wakil Vietnam, PSM Makassar Selangkah Lagi ke Final
3

Seorang Wanita Ditemukan Meninggal Tak Wajar Dalam Kamar Kontrakan
4

Kapolrestabes Makassar Cek Kesiapan Pos Operasi Ketupat 2025 Pasca Lebaran
5

Waspada! Modus Penipuan Bantuan Donasi Catut Nama Gubernur Andi Sudirman
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idulfitri PT Semen Tonasa: Momen Keberkahan & Kebersamaan Penuh Makna
2

Taklukkan Wakil Vietnam, PSM Makassar Selangkah Lagi ke Final
3

Seorang Wanita Ditemukan Meninggal Tak Wajar Dalam Kamar Kontrakan
4

Kapolrestabes Makassar Cek Kesiapan Pos Operasi Ketupat 2025 Pasca Lebaran
5

Waspada! Modus Penipuan Bantuan Donasi Catut Nama Gubernur Andi Sudirman