APBD Perubahan Maros 2025 Alami Penurunan
Rabu, 10 Sep 2025 19:59
Paripurna DPRD Maros dengan agenda penyerahan rancangan perda perubahan APBD 2025. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kabupaten Maros tahun anggaran 2025 mengalami penurunan.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur menyerahkan rancangan perda perubahan APBD 2025 kepada Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa, serta Wakil Ketua DPRD Abdul Rasyid dan Nurwahyuni Malik di ruang rapat utama DPRD Maros, Rabu (10/9/2025).
Muetazim menjelaskan, dalam rancangan perubahan APBD 2025, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp1,613 triliun. Jumlah ini berkurang sekitar Rp42 miliar dari target sebelumnya.
"Perkiraan penurunan pendapatan ini didasarkan atas proyeksi turunnya pendapatan transfer sebesar Rp65,14 miliar, meskipun terdapat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp22,47 miliar," jelasnya.
Dari sisi belanja daerah, anggaran justru meningkat menjadi Rp1,656 triliun. Kenaikan ini disumbang dari belanja operasi sebesar Rp5,9 miliar dan belanja tidak terduga Rp1,3 miliar.
Meski demikian, terjadi penurunan belanja modal hingga Rp4,5 miliar.
Dengan kondisi tersebut, APBD Perubahan 2025 mencatat defisit anggaran sebesar Rp44,32 miliar.
Namun, angka itu ditutup dengan penerimaan pembiayaan dari SILPA tahun sebelumnya sebesar Rp44,32 miliar. Sementara pengeluaran pembiayaan tetap di angka Rp1 miliar.
“Sehingga pembiayaan netto meningkat sebesar Rp44,32 miliar dan silpa tahun berkenaan nihil," tambahnya.
Lebih lanjut, mantan Kadis PUPR Maros itu menegaskan, ada sejumlah belanja yang dipangkas, termasuk belanja tak terduga (BTT), belanja operasi, dan belanja modal.
Menurutnya, dalam APBD Perubahan kali ini tidak ada proyek strategis yang didorong oleh pemerintah daerah.
"Karena inikan ada efisiensi anggaran dari pusat. Jadi kalau kita berbicara proyek strategis, yah itu proyek strategis dari pusat saja yang ada," ungkapnya.
Dia menambahkan, sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi perhatian utama karena merupakan bagian dari program prioritas nasional.
"Dinas Kesehatan, Pendidikan itu vertikal langsung dari Asta Cita Presiden, jadi kita harus jaga," tutupnya.
Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa, menegaskan agar APBD Perubahan harus mengacu pada visi-misi bupati dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat saat ini.
Wakil Ketua II DPRD Maros, Nurwahyuni Malik, menyebut APBD Perubahan harus memprioritaskan kegiatan yang sudah terlaksana namun belum dibayarkan akibat refocusing anggaran sebelumnya.
"Selain itu, juga fokus pada sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Termasuk program yang urgent dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti BPJS gratis dan bantuan sosial," ujarnya.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur menyerahkan rancangan perda perubahan APBD 2025 kepada Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa, serta Wakil Ketua DPRD Abdul Rasyid dan Nurwahyuni Malik di ruang rapat utama DPRD Maros, Rabu (10/9/2025).
Muetazim menjelaskan, dalam rancangan perubahan APBD 2025, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp1,613 triliun. Jumlah ini berkurang sekitar Rp42 miliar dari target sebelumnya.
"Perkiraan penurunan pendapatan ini didasarkan atas proyeksi turunnya pendapatan transfer sebesar Rp65,14 miliar, meskipun terdapat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp22,47 miliar," jelasnya.
Dari sisi belanja daerah, anggaran justru meningkat menjadi Rp1,656 triliun. Kenaikan ini disumbang dari belanja operasi sebesar Rp5,9 miliar dan belanja tidak terduga Rp1,3 miliar.
Meski demikian, terjadi penurunan belanja modal hingga Rp4,5 miliar.
Dengan kondisi tersebut, APBD Perubahan 2025 mencatat defisit anggaran sebesar Rp44,32 miliar.
Namun, angka itu ditutup dengan penerimaan pembiayaan dari SILPA tahun sebelumnya sebesar Rp44,32 miliar. Sementara pengeluaran pembiayaan tetap di angka Rp1 miliar.
“Sehingga pembiayaan netto meningkat sebesar Rp44,32 miliar dan silpa tahun berkenaan nihil," tambahnya.
Lebih lanjut, mantan Kadis PUPR Maros itu menegaskan, ada sejumlah belanja yang dipangkas, termasuk belanja tak terduga (BTT), belanja operasi, dan belanja modal.
Menurutnya, dalam APBD Perubahan kali ini tidak ada proyek strategis yang didorong oleh pemerintah daerah.
"Karena inikan ada efisiensi anggaran dari pusat. Jadi kalau kita berbicara proyek strategis, yah itu proyek strategis dari pusat saja yang ada," ungkapnya.
Dia menambahkan, sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi perhatian utama karena merupakan bagian dari program prioritas nasional.
"Dinas Kesehatan, Pendidikan itu vertikal langsung dari Asta Cita Presiden, jadi kita harus jaga," tutupnya.
Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa, menegaskan agar APBD Perubahan harus mengacu pada visi-misi bupati dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat saat ini.
Wakil Ketua II DPRD Maros, Nurwahyuni Malik, menyebut APBD Perubahan harus memprioritaskan kegiatan yang sudah terlaksana namun belum dibayarkan akibat refocusing anggaran sebelumnya.
"Selain itu, juga fokus pada sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Termasuk program yang urgent dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti BPJS gratis dan bantuan sosial," ujarnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Maros Percepat Pembayaran Gaji PPPK Paruh Waktu
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mempercepat pembayaran gaji bulan Maret bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkup Pemkab Maros.
Kamis, 12 Mar 2026 17:51
Sulsel
THR ASN hingga Anggota DPRD Maros Cair Hari ini
Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta anggota DPRD lingkup Kabupaten Maros akhirnya mulai bisa menikmati Tunjangan Hari Raya (THR) yang mulai cair hari ini, Rabu (11/3/2026).
Rabu, 11 Mar 2026 21:58
Sulsel
Pemkab Maros Siapkan Salat Idulfitri di Pallantikang, Jemaah Diprediksi 10 Ribu
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah.
Selasa, 10 Mar 2026 18:00
Sulsel
Bapanas Temukan Harga Pangan Melampaui Acuan di Pasar Maros
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan tiga komoditas pangan dijual di atas harga acuan pemerintah saat melakukan pemantauan di Pasar Butta Salewangang.
Selasa, 10 Mar 2026 13:19
Sulsel
PAD Maros Tembus Rp52 Miliar dalam Dua Bulan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026.
Jum'at, 06 Mar 2026 14:37
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan
2
Ramadan Berkah, Semen Bosowa Bagikan 8 Ton Pangan untuk Warga Barru
3
SIT Darul Fikri Bangun Kolam Renang, Bidik Status Sekolah Internasional
4
BMKG Prediksi Hujan Sedang Warnai Arus Mudik di Bandara Hasanuddin
5
Asmo Sulsel Tebar Promo Motor Honda Sepanjang Maret 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan
2
Ramadan Berkah, Semen Bosowa Bagikan 8 Ton Pangan untuk Warga Barru
3
SIT Darul Fikri Bangun Kolam Renang, Bidik Status Sekolah Internasional
4
BMKG Prediksi Hujan Sedang Warnai Arus Mudik di Bandara Hasanuddin
5
Asmo Sulsel Tebar Promo Motor Honda Sepanjang Maret 2026