IRT di Bantaeng Minta Pemda Aktif Awasi Peredaran Gas Melon
Minggu, 14 Sep 2025 15:39
Ilustrasi. Foto: Dok/Pertamina
BANTAENG - Pemerintah Kabupaten Bantaeng diminta berperan aktif melakukan pengawasan peredaran gas elpiji 3 kilogram. Permintaan ini diutarakan warga, lantaran menduga banyak beredar gas melon dengan isi yang tidak sesuai standar.
Seperti yang disampaikan ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Siti (42). Dia bilang, biasanya satu tabung gas elpiji 3 kg cukup untuk kebutuhan selama 7-9 hari. Namun sudah beberapa hari ini tabung gas hanya bisa bertahan hingga 4- 5 hari.
"Padahal penggunaan di rumah saya tetap sama, tapi gasnya cepat habis," jelasnya, Minggu (14/9/2025).
Dia menduga isi tabung gas 3 kg tidak penuh, sehingga cepat habis. Dia curiga isi tabung gas berkurang saat pengisian di Stasiun Pengisian Bulk Epliji (SPBE).
"Harus dilakukan pengawasan di SPBE maupun di pangkalan, karena sangat merugikan masyarakat," beber dia.
Menurut dia, pengawasan tidak saja dilakukan saat menjelang hari hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha, tapi pemerintah daerah harus melakukan pengawasan secara berkala guna mencegah adanya praktik kecurangan yang dilakukan oleh SPBE.
Keluhan serupa juga disampaikan Kartini. Ia menilai, isi tabung gas 3 kilo cepat habis. Dia curiga isi tabung gas melon hanya seperdua.
"Beberapa pekan terakhir ini, saya perhatikan tabung gas yang biasa di pakai 7-9 hari, sekarang hanya bertahan hingga 3-5 hari," kata Kartini.
Kemudian, lanjut kata dia, selain isi dicurigai tidak sesuai dengan standar, segel tabung juga mudah copot. Biasanya untuk membuka segel harus menggunakan pisau. Tapi sekarang sangat muda lepas.
"Saya curiga isi tabung gas bersubsidi yang masih tersegel itu hanya berisi setengahnya," terang dia.
Dirinya juga berharap kepada Pemerintah Daerah, ikut terlibat dalam pengawasan peredaran gas 3 kilo. Karena pengurangan isi dipicu karena pengawasan dari Pemerintah Daerah yang tidak maksimal.
"Saya yakin jika dilakukan pengawasan yang optimal dan berkala, potensi kecurangan bisa dicegah," tegasnya.
Selain pengawasan pemerintah daerah melalui dinas terkait, segera turun melakukan pengecekan di sejumlah pengkalan yang tersebar di beberapa tempat, harus dilakukan pula pengujian timbang di pangkalan. Jika ditemukan ada pangkalan yang terbukti melakukan kecurangan, pemda diminta segera merekomendasikan izin pangkalan ke Pertamina segera dicabut.
"Pemerintah daerah harus tegas demi kepentingan masyarakat," ucapnya.
Seperti yang disampaikan ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Siti (42). Dia bilang, biasanya satu tabung gas elpiji 3 kg cukup untuk kebutuhan selama 7-9 hari. Namun sudah beberapa hari ini tabung gas hanya bisa bertahan hingga 4- 5 hari.
"Padahal penggunaan di rumah saya tetap sama, tapi gasnya cepat habis," jelasnya, Minggu (14/9/2025).
Dia menduga isi tabung gas 3 kg tidak penuh, sehingga cepat habis. Dia curiga isi tabung gas berkurang saat pengisian di Stasiun Pengisian Bulk Epliji (SPBE).
"Harus dilakukan pengawasan di SPBE maupun di pangkalan, karena sangat merugikan masyarakat," beber dia.
Menurut dia, pengawasan tidak saja dilakukan saat menjelang hari hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha, tapi pemerintah daerah harus melakukan pengawasan secara berkala guna mencegah adanya praktik kecurangan yang dilakukan oleh SPBE.
Keluhan serupa juga disampaikan Kartini. Ia menilai, isi tabung gas 3 kilo cepat habis. Dia curiga isi tabung gas melon hanya seperdua.
"Beberapa pekan terakhir ini, saya perhatikan tabung gas yang biasa di pakai 7-9 hari, sekarang hanya bertahan hingga 3-5 hari," kata Kartini.
Kemudian, lanjut kata dia, selain isi dicurigai tidak sesuai dengan standar, segel tabung juga mudah copot. Biasanya untuk membuka segel harus menggunakan pisau. Tapi sekarang sangat muda lepas.
"Saya curiga isi tabung gas bersubsidi yang masih tersegel itu hanya berisi setengahnya," terang dia.
Dirinya juga berharap kepada Pemerintah Daerah, ikut terlibat dalam pengawasan peredaran gas 3 kilo. Karena pengurangan isi dipicu karena pengawasan dari Pemerintah Daerah yang tidak maksimal.
"Saya yakin jika dilakukan pengawasan yang optimal dan berkala, potensi kecurangan bisa dicegah," tegasnya.
Selain pengawasan pemerintah daerah melalui dinas terkait, segera turun melakukan pengecekan di sejumlah pengkalan yang tersebar di beberapa tempat, harus dilakukan pula pengujian timbang di pangkalan. Jika ditemukan ada pangkalan yang terbukti melakukan kecurangan, pemda diminta segera merekomendasikan izin pangkalan ke Pertamina segera dicabut.
"Pemerintah daerah harus tegas demi kepentingan masyarakat," ucapnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pertamina Gandeng Mahasiswa Perkuat Pengawasan Distribusi BBM & LPG Bersubsidi di Sulsel
Sejumlah isu menjadi perhatian dalam audiensi, mulai dari pengawasan SPBU, distribusi BBM bersubsidi, aktivitas transportir, hingga upaya memastikan penyaluran energi berjalan sesuai ketentuan.
Jum'at, 25 Sep 2026 16:45
Sulsel
Pasokan LPG 3 Kg di Pinrang Normal, Pertamina Tambah 18.480 Tabung
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG 3 Kg di Kabupaten Pinrang hingga 18.480 tabung untuk menjaga ketersediaan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Rabu, 23 Sep 2026 18:47
News
Pertamina Perkuat Suplai LPG 3 Kg di Sejumlah Wilayah Sulawesi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyesuaikan penyaluran LPG 3 Kg di sejumlah wilayah sepanjang September 2026 untuk merespons perkembangan kebutuhan masyarakat.
Selasa, 22 Sep 2026 10:29
Ekbis
Antisipasi Kelangkaan, Pertamina Pasok Tambahan 193 Ribu LPG 3 Kg di Sulselbar
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali menambah pasokan LPG 3 kg sebanyak 193.200 tabung untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Rabu, 16 Sep 2026 19:44
News
Pertamina Tambah Pasokan 173 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulsel
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melaksanakan operasi distribusi khusus pada hari libur guna memperkuat ketersediaan LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan.
Minggu, 13 Sep 2026 12:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wali Kota Makassar Siapkan Sistem Peningkatan Kapasitas Lurah
2
Model Literasi Wanasari Dipaparkan ke Pemkab Luwu Timur, Petani Melon Jadi Contoh
3
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
4
PT WEJ Bersama Pansus DPRD Kabupaten Wajo Bahas Pemantapan KSO Dengan Pertagas Niaga
5
Studi General 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Perkuat Kesalehan Sosial
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wali Kota Makassar Siapkan Sistem Peningkatan Kapasitas Lurah
2
Model Literasi Wanasari Dipaparkan ke Pemkab Luwu Timur, Petani Melon Jadi Contoh
3
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
4
PT WEJ Bersama Pansus DPRD Kabupaten Wajo Bahas Pemantapan KSO Dengan Pertagas Niaga
5
Studi General 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Perkuat Kesalehan Sosial