Bupati Gowa Distribusikan Kartu PKH dan Sembako untuk Warga di 5 Kecamatan
Selasa, 23 Sep 2025 18:36
Bupati Sitti Husniah Talenrang secara simbolis menyerahkan kartu PKH kepada salah satu keluarga penerima manfaat. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
GOWA - Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang turun langsung mendistribusikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako kepada warga di lima kecamatan.
Pendistribusiannya dilakukan di sela-sela program One Day One Distric, Selasa, (23/9). Pendistribusian simbolik bagi warga di Kecamatan Bontomarannu, Parangloe, hingga Manuju berlangsung di Aula Kantor Camat Bontomarannu.
Sementara bagi penerima manfaat di Kecamatan Bontolempangan hingga Bungaya dipusatkan di Aula Kantor Camat Bontolempangan.
Berdasarkan data yang ada, pendistribusian di Kecamatan Bontomarannu menyasar 56 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sementara di Kecamatan Manuju sebanyak 36 KPM, adapun di Kecamatan Parangloe menyasar 16 KPM.
Selanjutnya, penerima manfaat di Kecamatan Bontolempangan menyasar 54 KPM yang terdiri dari 24 penerima KKS PKH dan 15 penerima paket sembako, dan 15 KPM di Kecamatan Bungaya dengan masing-masing 6 penerima KKS PKH dan 9 penerima paket sembako.
Bupati Gowa mengatakan bahwa kegiatan pendistribusian ini merupakan rangkaian program One Day One District yang merupakan gagasannya bersama Wakil Bupati Gowa. Program ini dimaksudkan untuk berdialog sekaligus mendengar secara langsung aspirasi masyarakat.
“Hari ini saya turun langsung ke kecamatan-kecamatan karena ingin memastikan bahwa program bantuan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya. Ini bukan sekadar seremonial, tapi bagian dari komitmen kami mendengar langsung suara masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, program PKH sendiri mulai diimplementasikan di Kabupaten Gowa sejak 2013–2014, beriringan dengan ekspansi program secara nasional. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Gowa bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Gowa, perbankan (BNI sebagai bank penyalur), serta para pendamping PKH, guna memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Gowa, tingkat kemiskinan di Kabupaten Gowa di periode 2024 menurun menjadi 6,85%, dari sebelumnya 7,42% .
Selain itu, pada periode Juni–Juli 2025, bantuan pangan berupa beras juga telah disalurkan kepada 47.184 keluarga, dengan masing-masing keluarga menerima 20 kilogram beras.
“Semua ini adalah bukti bahwa program-program kesejahteraan yang kita jalankan telah berjalan dengan baik di lapangan,” tambah Bupati Husniah.
Meski angka kemiskinan telah menunjukkan penurunan, dirinya menekankan bahwa tantangan kesejahteraan masih menjadi fokus pemerintah melalui kerja bersama dan peran seluruh pihak yang ada.
Oleh karena itu, Pemkab Gowa tidak hanya mengandalkan bantuan tunai semata, tetapi juga menguatkan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan mendorong graduasi bagi penerima manfaat.
“Menanggulangi kemiskinan tidak cukup hanya dengan bantuan tunai. Pemkab Gowa menerapkan tiga strategi utama, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui bantuan pangan, pendidikan, dan kesehatan,” jelasnya.
Dirinyapun berpesan kepada penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya. Apalagi pihak BNI sudah melakukan sosialisasi secara langsung cara penggunaan kartu PKH.
“Jadi pergunakan kartu ini sebaik baiknya karena tidak semua orang di Kabupaten Gowa dapat kartu PKH atau menjadi penerima PKH dan sembako, hanya beberapa orang saja yang mendapatkan. Sudah banyak kejadian penerima manfaat kartunya di blokir dari pihak bank karena banyak dari penerima yang menggadaikan kartunya kepada orang lain, serta ada juga terindikasi kartunya digunakan untuk judi online. Makanya saya berpesan manfaatkan bantuan tersebut dengn baik,” pesan orang nomor satu di Gowa.
Salah satu penerima PKH Rahmawati, dari Desa Rannaloe, Kecamatan Bungaya menyampaikan rasa syukurnya karena mendapatkan PKH. Apalagi diakui bahwa program PKH ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan keluarganya.
“Alhamdulillah untuk yang ketiga kali saya mendapatkan bantuan PKH ini, kami sekeluarga sangat bersyukur dengan adanya PKH ini dapat mendukung biaya sekolah dan kebutuhan dalam rumah tangga,” katanya.
Turut hadir mendampingi pada kegiatan ini Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Pendidikan, pimpinan BNI Cabang Gowa, Camat Bontolempangan dan Camat Bungaya, Ketua BAZNAS Gowa, Ketua Tim LACAK, pendamping PKH, serta masyarakat penerima manfaat.
Pendistribusiannya dilakukan di sela-sela program One Day One Distric, Selasa, (23/9). Pendistribusian simbolik bagi warga di Kecamatan Bontomarannu, Parangloe, hingga Manuju berlangsung di Aula Kantor Camat Bontomarannu.
Sementara bagi penerima manfaat di Kecamatan Bontolempangan hingga Bungaya dipusatkan di Aula Kantor Camat Bontolempangan.
Berdasarkan data yang ada, pendistribusian di Kecamatan Bontomarannu menyasar 56 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sementara di Kecamatan Manuju sebanyak 36 KPM, adapun di Kecamatan Parangloe menyasar 16 KPM.
Selanjutnya, penerima manfaat di Kecamatan Bontolempangan menyasar 54 KPM yang terdiri dari 24 penerima KKS PKH dan 15 penerima paket sembako, dan 15 KPM di Kecamatan Bungaya dengan masing-masing 6 penerima KKS PKH dan 9 penerima paket sembako.
Bupati Gowa mengatakan bahwa kegiatan pendistribusian ini merupakan rangkaian program One Day One District yang merupakan gagasannya bersama Wakil Bupati Gowa. Program ini dimaksudkan untuk berdialog sekaligus mendengar secara langsung aspirasi masyarakat.
“Hari ini saya turun langsung ke kecamatan-kecamatan karena ingin memastikan bahwa program bantuan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya. Ini bukan sekadar seremonial, tapi bagian dari komitmen kami mendengar langsung suara masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, program PKH sendiri mulai diimplementasikan di Kabupaten Gowa sejak 2013–2014, beriringan dengan ekspansi program secara nasional. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Gowa bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Gowa, perbankan (BNI sebagai bank penyalur), serta para pendamping PKH, guna memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Gowa, tingkat kemiskinan di Kabupaten Gowa di periode 2024 menurun menjadi 6,85%, dari sebelumnya 7,42% .
Selain itu, pada periode Juni–Juli 2025, bantuan pangan berupa beras juga telah disalurkan kepada 47.184 keluarga, dengan masing-masing keluarga menerima 20 kilogram beras.
“Semua ini adalah bukti bahwa program-program kesejahteraan yang kita jalankan telah berjalan dengan baik di lapangan,” tambah Bupati Husniah.
Meski angka kemiskinan telah menunjukkan penurunan, dirinya menekankan bahwa tantangan kesejahteraan masih menjadi fokus pemerintah melalui kerja bersama dan peran seluruh pihak yang ada.
Oleh karena itu, Pemkab Gowa tidak hanya mengandalkan bantuan tunai semata, tetapi juga menguatkan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan mendorong graduasi bagi penerima manfaat.
“Menanggulangi kemiskinan tidak cukup hanya dengan bantuan tunai. Pemkab Gowa menerapkan tiga strategi utama, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui bantuan pangan, pendidikan, dan kesehatan,” jelasnya.
Dirinyapun berpesan kepada penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya. Apalagi pihak BNI sudah melakukan sosialisasi secara langsung cara penggunaan kartu PKH.
“Jadi pergunakan kartu ini sebaik baiknya karena tidak semua orang di Kabupaten Gowa dapat kartu PKH atau menjadi penerima PKH dan sembako, hanya beberapa orang saja yang mendapatkan. Sudah banyak kejadian penerima manfaat kartunya di blokir dari pihak bank karena banyak dari penerima yang menggadaikan kartunya kepada orang lain, serta ada juga terindikasi kartunya digunakan untuk judi online. Makanya saya berpesan manfaatkan bantuan tersebut dengn baik,” pesan orang nomor satu di Gowa.
Salah satu penerima PKH Rahmawati, dari Desa Rannaloe, Kecamatan Bungaya menyampaikan rasa syukurnya karena mendapatkan PKH. Apalagi diakui bahwa program PKH ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan keluarganya.
“Alhamdulillah untuk yang ketiga kali saya mendapatkan bantuan PKH ini, kami sekeluarga sangat bersyukur dengan adanya PKH ini dapat mendukung biaya sekolah dan kebutuhan dalam rumah tangga,” katanya.
Turut hadir mendampingi pada kegiatan ini Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Pendidikan, pimpinan BNI Cabang Gowa, Camat Bontolempangan dan Camat Bungaya, Ketua BAZNAS Gowa, Ketua Tim LACAK, pendamping PKH, serta masyarakat penerima manfaat.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Desa Pattallassang Diproyeksi Jadi Pilot Project Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa
Kerja keras dan konsistensi para Pendamping SDM PKH Kabupaten Gowa, dalam mendorong pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akhirnya mendapat respon positif dari pimpinan lintas satuan kerja Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Senin, 13 Apr 2026 19:09
Sulsel
Bupati Talenrang Dorong Kafilah Gowa Tampil Maksimal di MTQ Sulsel
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Minggu (12/4).
Senin, 13 Apr 2026 13:39
Sulsel
Hadiri Wisuda 401 Santri, Wabup Gowa Apresiasi Peran BKPRMI
Wakil Bupati Gowa menghadiri wisuda santri dan santriwati DPK BKPRMI Kecamatan Bontonompo Selatan ke-33 yang diikuti 401 santri. Kegiatan tersebut digelar di SMPN 1 Bontonompo Selatan.
Minggu, 12 Apr 2026 17:05
Sulsel
Hadiri HUT ke-66 Parepare, Bupati Gowa Dorong Penguatan Sinergi Antar Daerah
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Parepare dalam rangka Hari Jadi ke-66 Kota Parepare. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPRD Kota Parepare.
Minggu, 12 Apr 2026 16:59
Sulsel
Pemkab Gowa Siapkan 16 Lahan untuk Koperasi Merah Putih
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional melalui sinergi dengan TNI, khususnya pembangunan KDMP oleh Kodam XIV/Hasanuddin.
Sabtu, 11 Apr 2026 10:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Perputaran Uang di MTQ Sulsel XXXIV di Maros Ditarget Tembus Rp50 Miliar
2
RDP DPRD Lutim Memanas, Mahasiswa Sorot Kejanggalan Proyek Masjid Rp43 M
3
Fun Riding Endurance di Gowa Jadi Momen Deklarasi Serambi
4
Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel di Maros
5
Imigrasi Makassar Gagalkan WN RRT Ajukan Paspor RI dengan Identitas Palsu
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Perputaran Uang di MTQ Sulsel XXXIV di Maros Ditarget Tembus Rp50 Miliar
2
RDP DPRD Lutim Memanas, Mahasiswa Sorot Kejanggalan Proyek Masjid Rp43 M
3
Fun Riding Endurance di Gowa Jadi Momen Deklarasi Serambi
4
Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel di Maros
5
Imigrasi Makassar Gagalkan WN RRT Ajukan Paspor RI dengan Identitas Palsu