Chaidir Syam Resmikan SPPG ke-28 di Maros, Dominan Layani PAUD dan TK
Senin, 13 Okt 2025 17:09
Bupati AS Chaidir Syam meresmikan dapur SPPG ke-28. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Bupati Maros, AS Chaidir Syam kembali meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Mandai, Senin, (13/10/2025). Peresmian digelar di Bontomatene, Barambang.
Chaidir menyampaikan hingga saat ini sudah terdapat 28 unit SPPG yang beroperasi di Kabupaten Maros.
"Dari target awal 31 unit, kami optimistis jumlah tersebut bisa bertambah hingga akhir tahun. Semoga bisa sampai," katanya.
Dia mengatakan, SPPG yang diresmikan kali ini disebut sebagai salah satu unit dengan kapasitas dan fasilitas paling luas.
Meski sudah mencapai 28 unit SPPG, namun belum mampu melayani semua sekolah yang ada di Maros. Khususnya di daerah terluar maupun terjauh, seperti di Mallawa, Camba dan Cenrana.
Hal ini membuat pihak BGN turun langsung untuk membuat SPPG khusus di Kecamatan Mallawa.
Mantan Ketua DPRD Maros itu menjelaskan, SPPG di Mallawa rencananya akan dibangun di Kelurahan Sabila.
“BGN sudah setuju untuk membangun SPPG di Mallawa, Kelurahan Sabila, langsung menggunakan anggaran BGN,” jelasnya.
Menurutnya, Pemkab Maros kini tengah mencari solusi agar wilayah-wilayah terpencil juga dapat segera memiliki SPPG.
"Kita cari solusi untuk daerah terjauh seperti Bonto Manurung, Gattareng Matinggi, Wanuawaru, dan Desa Cenrana di Holiang. Semoga bisa mendapatkan MBG secepatnya," ujarnya.
Namun, dia mengakui masih ada kendala karena belum ada mitra yang bersedia membuka SPPG di daerah terpencil akibat keterbatasan akses.
"Mungkin karena kesulitan transportasi, tidak bisa dilalui roda empat dan hanya bisa roda dua. Jadi saat rapat dengan BGN, kami usulkan agar satu mitra bisa melayani hingga 1.000 anak di wilayah terpencil," jelasnya.
Chaidir mengungkapkan, satu unit SPPG dapat mempekerjakan hingga 47 karyawan, yang berasal dari tenaga lokal.
Chaidir juga mengingatkan seluruh pengelola untuk menjaga standar operasional (SOP) pengolahan makanan agar kasus keracunan tidak terjadi.
“Hati-hati, sudah ada beberapa kasus sebelumnya. Semoga hal seperti itu tidak terjadi di tempat ini,” pesannya.
Dia menegaskan, BGN bersikap tegas terhadap pelanggaran yang berdampak pada kesehatan penerima manfaat.
"Ketika ada kasus keracunan, SPPG-nya langsung ditutup," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Maros menurunkan Satgas Pembangunan SPPG untuk melakukan evaluasi dan pemantauan rutin.
"Hari ini juga kami menurunkan tim dari Dinas Kesehatan untuk memantau SPPG yang telah beroperasi," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan, Andi Abd Aziz Rijal menyebut SPPG Mandai akan melayani 21 sekolah dengan total 1.163 siswa, didominasi oleh anak-anak TK dan PAUD.
"Kami melayani sekolah-sekolah di Kecamatan Tanralili, Turikale, Maros Baru, dan Mandai," jelasnya.
Dia juga menyebutkan SPPG tersebut telah mempekerjakan 28 orang karyawan, termasuk ahli gizi dan akuntan.
Dia menegaskan, pihaknya akan terus konsisten menerapkan SOP untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan.
"Kami juga akan menyisir sekolah-sekolah kecil yang belum menerima MBG, dengan semangat melayani sepenuh hati," tegasnya.
SPPG Mandai dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Oktober 2025.
Sementara itu, Mitra Yayasan sekaligus Owner Catering Ummu Hisyam, Nurliana, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan.
"Alhamdulillah, kami dipercaya menjadi bagian dari program pemenuhan gizi anak di Maros. Kami akan menjaga kualitas makanan dan memastikan semua sesuai SOP,' ujarnya.
Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen menghadirkan menu sehat, bergizi, dan higienis bagi anak-anak sekolah.
"Kami ingin anak-anak di Maros tumbuh sehat dan cerdas. Insyaallah, setiap makanan yang disajikan kami awasi langsung dari proses hingga distribusi," tutupnya.
Chaidir menyampaikan hingga saat ini sudah terdapat 28 unit SPPG yang beroperasi di Kabupaten Maros.
"Dari target awal 31 unit, kami optimistis jumlah tersebut bisa bertambah hingga akhir tahun. Semoga bisa sampai," katanya.
Dia mengatakan, SPPG yang diresmikan kali ini disebut sebagai salah satu unit dengan kapasitas dan fasilitas paling luas.
Meski sudah mencapai 28 unit SPPG, namun belum mampu melayani semua sekolah yang ada di Maros. Khususnya di daerah terluar maupun terjauh, seperti di Mallawa, Camba dan Cenrana.
Hal ini membuat pihak BGN turun langsung untuk membuat SPPG khusus di Kecamatan Mallawa.
Mantan Ketua DPRD Maros itu menjelaskan, SPPG di Mallawa rencananya akan dibangun di Kelurahan Sabila.
“BGN sudah setuju untuk membangun SPPG di Mallawa, Kelurahan Sabila, langsung menggunakan anggaran BGN,” jelasnya.
Menurutnya, Pemkab Maros kini tengah mencari solusi agar wilayah-wilayah terpencil juga dapat segera memiliki SPPG.
"Kita cari solusi untuk daerah terjauh seperti Bonto Manurung, Gattareng Matinggi, Wanuawaru, dan Desa Cenrana di Holiang. Semoga bisa mendapatkan MBG secepatnya," ujarnya.
Namun, dia mengakui masih ada kendala karena belum ada mitra yang bersedia membuka SPPG di daerah terpencil akibat keterbatasan akses.
"Mungkin karena kesulitan transportasi, tidak bisa dilalui roda empat dan hanya bisa roda dua. Jadi saat rapat dengan BGN, kami usulkan agar satu mitra bisa melayani hingga 1.000 anak di wilayah terpencil," jelasnya.
Chaidir mengungkapkan, satu unit SPPG dapat mempekerjakan hingga 47 karyawan, yang berasal dari tenaga lokal.
Chaidir juga mengingatkan seluruh pengelola untuk menjaga standar operasional (SOP) pengolahan makanan agar kasus keracunan tidak terjadi.
“Hati-hati, sudah ada beberapa kasus sebelumnya. Semoga hal seperti itu tidak terjadi di tempat ini,” pesannya.
Dia menegaskan, BGN bersikap tegas terhadap pelanggaran yang berdampak pada kesehatan penerima manfaat.
"Ketika ada kasus keracunan, SPPG-nya langsung ditutup," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Maros menurunkan Satgas Pembangunan SPPG untuk melakukan evaluasi dan pemantauan rutin.
"Hari ini juga kami menurunkan tim dari Dinas Kesehatan untuk memantau SPPG yang telah beroperasi," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan, Andi Abd Aziz Rijal menyebut SPPG Mandai akan melayani 21 sekolah dengan total 1.163 siswa, didominasi oleh anak-anak TK dan PAUD.
"Kami melayani sekolah-sekolah di Kecamatan Tanralili, Turikale, Maros Baru, dan Mandai," jelasnya.
Dia juga menyebutkan SPPG tersebut telah mempekerjakan 28 orang karyawan, termasuk ahli gizi dan akuntan.
Dia menegaskan, pihaknya akan terus konsisten menerapkan SOP untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan.
"Kami juga akan menyisir sekolah-sekolah kecil yang belum menerima MBG, dengan semangat melayani sepenuh hati," tegasnya.
SPPG Mandai dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Oktober 2025.
Sementara itu, Mitra Yayasan sekaligus Owner Catering Ummu Hisyam, Nurliana, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan.
"Alhamdulillah, kami dipercaya menjadi bagian dari program pemenuhan gizi anak di Maros. Kami akan menjaga kualitas makanan dan memastikan semua sesuai SOP,' ujarnya.
Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen menghadirkan menu sehat, bergizi, dan higienis bagi anak-anak sekolah.
"Kami ingin anak-anak di Maros tumbuh sehat dan cerdas. Insyaallah, setiap makanan yang disajikan kami awasi langsung dari proses hingga distribusi," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Pengelolaan Dana BOS di Dinas Pendidikan Maros Jadi Temuan BPK
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 20 temuan dalam hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Kabupaten Maros.
Rabu, 03 Jun 2026 12:40
Sulsel
Wabup Gowa Salurkan 200 Paket Makanan Bergizi untuk Keluarga Berisiko Stunting
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai program intervensi gizi bagi kelompok sasaran.
Selasa, 02 Jun 2026 18:54
News
Pemkab Maros Pertahankan Opini WTP, 14 Kali Berturut-turut
Pemerintah Kabupaten Maros kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Selasa, 02 Jun 2026 18:48
News
Pemkab Maros Cairkan Gaji Ke-13 ASN Mulai 2 Juni 2026
Pemerintah Kabupaten Maros mulai mencairkan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Selasa, 2 Juni 2026. Sementara itu, gaji reguler bulan Juni 2026 telah dibayarkan pada Senin (1/6/2026).
Senin, 01 Jun 2026 10:34
Sulsel
350 Kantong Daging Kurban Bantuan Presiden RI Dibagikan ke Warga Camba
Sebanyak 350 kantong daging kurban dari sapi bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros.
Kamis, 28 Mei 2026 15:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Krom Bank Tembus 1 Juta Rekening dan Rp10 Triliun DPK
2
Pengelolaan Dana BOS di Dinas Pendidikan Maros Jadi Temuan BPK
3
Pemkot Makassar Jamin Seleksi Paskibraka 2026 Objektif dan Transparan
4
BPH Migas Beberkan Celah Penyalahgunaan BBM Subsidi
5
Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Krom Bank Tembus 1 Juta Rekening dan Rp10 Triliun DPK
2
Pengelolaan Dana BOS di Dinas Pendidikan Maros Jadi Temuan BPK
3
Pemkot Makassar Jamin Seleksi Paskibraka 2026 Objektif dan Transparan
4
BPH Migas Beberkan Celah Penyalahgunaan BBM Subsidi
5
Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG