Bapenda Maros Bidik Rp41,5 Miliar dari PBB 2026
Senin, 02 Feb 2026 15:58
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah. Foto: Istimewa
MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menargetkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada tahun 2026 sebesar Rp41,5 miliar. Target tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp40,5 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah, mengatakan, peningkatan target PBB 2026 dipengaruhi oleh penyesuaian penilaian terhadap objek pajak tanah dan bangunan di sejumlah wilayah.
Dia menjelaskan, penyesuaian dilakukan karena banyak objek pajak yang sebelumnya berupa tanah kosong kini telah berdiri bangunan, khususnya perumahan.
"Yang dulunya tanah kosong, sekarang sudah ada bangunannya, misalnya perumahan. Ini tentu berpengaruh pada nilai pajaknya," katanya kepada wartawan, Senin(2/2/2026).
Selain itu, Bapenda Maros juga telah menyelesaikan penyebaran Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Penyebaran SPPT tahun ini sudah selesai pada akhir Januari. Kalau tahun lalu, itu baru disebar sekitar April," ungkapnya.
Menurut Ferdiansyah, percepatan distribusi SPPT dilakukan agar masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk menerima dan melakukan pembayaran pajak.
"Kami harap masyarakat bisa lebih cepat menerima SPPT dan segera membayar pajaknya," tambahnya.
Untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, pihaknya juga menyiapkan sejumlah inovasi, termasuk digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan pengawasan.
"Kami menyiapkan digitalisasi, penggunaan alat perekam pembayaran pajak untuk pengawasan, serta melibatkan banyak bank melalui kerja sama pembayaran, termasuk pembayaran secara online," tuturnya.
Dari seluruh wilayah di Kabupaten Maros, Kecamatan Mandai tercatat sebagai penyumbang PBB terbesar.
Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan objek pajak berskala besar, salah satunya Angkasa Pura.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, peningkatan target PBB merupakan bagian dari upaya optimalisasi pendapatan asli daerah.
"PBB menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat penting untuk mendukung pembangunan," tutupnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah, mengatakan, peningkatan target PBB 2026 dipengaruhi oleh penyesuaian penilaian terhadap objek pajak tanah dan bangunan di sejumlah wilayah.
Dia menjelaskan, penyesuaian dilakukan karena banyak objek pajak yang sebelumnya berupa tanah kosong kini telah berdiri bangunan, khususnya perumahan.
"Yang dulunya tanah kosong, sekarang sudah ada bangunannya, misalnya perumahan. Ini tentu berpengaruh pada nilai pajaknya," katanya kepada wartawan, Senin(2/2/2026).
Selain itu, Bapenda Maros juga telah menyelesaikan penyebaran Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Penyebaran SPPT tahun ini sudah selesai pada akhir Januari. Kalau tahun lalu, itu baru disebar sekitar April," ungkapnya.
Menurut Ferdiansyah, percepatan distribusi SPPT dilakukan agar masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk menerima dan melakukan pembayaran pajak.
"Kami harap masyarakat bisa lebih cepat menerima SPPT dan segera membayar pajaknya," tambahnya.
Untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, pihaknya juga menyiapkan sejumlah inovasi, termasuk digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan pengawasan.
"Kami menyiapkan digitalisasi, penggunaan alat perekam pembayaran pajak untuk pengawasan, serta melibatkan banyak bank melalui kerja sama pembayaran, termasuk pembayaran secara online," tuturnya.
Dari seluruh wilayah di Kabupaten Maros, Kecamatan Mandai tercatat sebagai penyumbang PBB terbesar.
Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan objek pajak berskala besar, salah satunya Angkasa Pura.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, peningkatan target PBB merupakan bagian dari upaya optimalisasi pendapatan asli daerah.
"PBB menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat penting untuk mendukung pembangunan," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Realisasi PBB Tembus 113%, Kecamatan Ujung Tanah Raih Peringkat Pertama di Makassar
Kerja keras Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) membuahkan hasil gemilang.
Jum'at, 02 Okt 2026 15:59
Sulsel
Bapenda dan BPN Maros Integrasikan Data Pertanahan dan Perpajakan
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Maros untuk mengintegrasikan data pertanahan dan data perpajakan daerah.
Senin, 14 Sep 2026 11:19
Sulsel
Bapenda Maros Perpanjang Kebijakan Penghapusan Denda PBB-P2
Pemerintah Kabupaten Maros melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memperpanjang kebijakan penghapusan sanksi administratif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 31 Desember 2026.
Kamis, 03 Sep 2026 12:30
News
PBB Maros Baru Rp32 Miliar, Wabup Muetazim Semprot Camat
Capaian Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Maros, baru mencapai 67.84 persen hingga Juli 2026.
Selasa, 18 Agu 2026 15:54
Sulsel
Kepala Bapenda Maros Ferdiansyah Raih Tiga Penghargaan
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, M. Ferdiansyah, meraih tiga penghargaan atas pengabdian dan kontribusinya dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Maros.
Selasa, 11 Agu 2026 09:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MA Kabulkan Permohonan DPRD Gowa, Pemakzulan Husniah Talenrang Berlanjut
2
Pemkot Makassar Pastikan PBB-P2 dan NJOP Tidak Naik
3
Demokrat Sulsel Ajak Pelajar SMA/SMK Belajar di Hotel, Tanamkan Pendidikan Politik Sejak Dini
4
Prabowo Lantik Rocky Gerung dan 25 Tokoh Lain sebagai Wantimpres
5
Kunto Aji Meriahkan Peluncuran IM3 Istimewa di Makassar, Tawarkan Ragam Benefit
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MA Kabulkan Permohonan DPRD Gowa, Pemakzulan Husniah Talenrang Berlanjut
2
Pemkot Makassar Pastikan PBB-P2 dan NJOP Tidak Naik
3
Demokrat Sulsel Ajak Pelajar SMA/SMK Belajar di Hotel, Tanamkan Pendidikan Politik Sejak Dini
4
Prabowo Lantik Rocky Gerung dan 25 Tokoh Lain sebagai Wantimpres
5
Kunto Aji Meriahkan Peluncuran IM3 Istimewa di Makassar, Tawarkan Ragam Benefit