PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Sepakati Penyelesaian Lahan Old Camp
Jum'at, 13 Mar 2026 10:21
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menyelesaikan secara menyeluruh permasalahan lahan Old Camp di Sorowako.
LUWU TIMUR - Komitmen menghadirkan kepastian bagi masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menyelesaikan secara menyeluruh permasalahan lahan Old Camp di Sorowako.
Kesepakatan bersama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen penyelesaian antara perusahaan dan masyarakat yang disaksikan langsung oleh Bupati Irwan Bachri Syam di Kantor Camat Nuha pada Kamis (12/3/2026). Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memastikan penyelesaian yang transparan, tertib, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Melalui proses ini, penyelesaian lahan seluas 23,1 hektar di kawasan Old Camp Sorowako akan didistribusikan kepada 886 calon penerima, sebagai bagian dari komitmen PT Vale untuk menyelesaikan kewajiban historis perusahaan sekaligus mendukung penataan kawasan yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Head of External Relations Sorowako and Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, menegaskan bahwa penyelesaian ini merupakan hasil dari dialog dan koordinasi intensif antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Bagi masyarakat, lahan bukan sekadar aset, tetapi juga ruang kehidupan dan harapan masa depan keluarga. Oleh karena itu, PT Vale memandang penting penyelesaian ini dilakukan secara kolaboratif bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur agar prosesnya berjalan transparan, tertib, dan memberikan kepastian yang adil bagi masyarakat,” ujar Yusri.
Selain distribusi lahan kepada masyarakat, PT Vale juga akan mendukung penataan kawasan dan pembangunan akses jalan sesuai arahan pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan dapat memastikan kawasan tersebut berkembang menjadi ruang yang tertata dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan perusahaan dalam membangun hubungan yang konstruktif dengan para pemangku kepentingan sekaligus memastikan bahwa setiap proses pembangunan berjalan sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik dan keberlanjutan sosial.
Sebagai salah satu perusahaan pertambangan nikel terkemuka di Indonesia, PT Vale menilai kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung pembangunan wilayah.
Sejalan dengan semangat kolaborasi tersebut, PT Vale juga turut mendukung rangkaian kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur selama bulan Ramadan di sejumlah kecamatan, di antaranya Nuha, Wotu, Wasuponda, Malili, dan Towuti.
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang kebersamaan antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat hubungan yang harmonis.
“Ramadan selalu menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui investasi dan program, tetapi juga melalui kebersamaan dan saling percaya antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” ujar Yusri.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, masyarakat, dan PT Vale, sebagai simbol kebersamaan dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik. PT Vale meyakini bahwa semangat kolaborasi yang terbangun melalui proses penyelesaian lahan ini dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat pembangunan Luwu Timur yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kesepakatan bersama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen penyelesaian antara perusahaan dan masyarakat yang disaksikan langsung oleh Bupati Irwan Bachri Syam di Kantor Camat Nuha pada Kamis (12/3/2026). Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memastikan penyelesaian yang transparan, tertib, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Melalui proses ini, penyelesaian lahan seluas 23,1 hektar di kawasan Old Camp Sorowako akan didistribusikan kepada 886 calon penerima, sebagai bagian dari komitmen PT Vale untuk menyelesaikan kewajiban historis perusahaan sekaligus mendukung penataan kawasan yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Head of External Relations Sorowako and Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, menegaskan bahwa penyelesaian ini merupakan hasil dari dialog dan koordinasi intensif antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Bagi masyarakat, lahan bukan sekadar aset, tetapi juga ruang kehidupan dan harapan masa depan keluarga. Oleh karena itu, PT Vale memandang penting penyelesaian ini dilakukan secara kolaboratif bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur agar prosesnya berjalan transparan, tertib, dan memberikan kepastian yang adil bagi masyarakat,” ujar Yusri.
Selain distribusi lahan kepada masyarakat, PT Vale juga akan mendukung penataan kawasan dan pembangunan akses jalan sesuai arahan pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan dapat memastikan kawasan tersebut berkembang menjadi ruang yang tertata dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan perusahaan dalam membangun hubungan yang konstruktif dengan para pemangku kepentingan sekaligus memastikan bahwa setiap proses pembangunan berjalan sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik dan keberlanjutan sosial.
Sebagai salah satu perusahaan pertambangan nikel terkemuka di Indonesia, PT Vale menilai kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung pembangunan wilayah.
Sejalan dengan semangat kolaborasi tersebut, PT Vale juga turut mendukung rangkaian kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur selama bulan Ramadan di sejumlah kecamatan, di antaranya Nuha, Wotu, Wasuponda, Malili, dan Towuti.
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang kebersamaan antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat hubungan yang harmonis.
“Ramadan selalu menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui investasi dan program, tetapi juga melalui kebersamaan dan saling percaya antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” ujar Yusri.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, masyarakat, dan PT Vale, sebagai simbol kebersamaan dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik. PT Vale meyakini bahwa semangat kolaborasi yang terbangun melalui proses penyelesaian lahan ini dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat pembangunan Luwu Timur yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(GUS)
Berita Terkait
News
Masyarakat Adat Tamalaki Dukung PT Vale, Dorong Tenaga Kerja Lokal & Pendidikan
Pertemuan yang berlangsung di PT Vale, Selasa (11/8/2026), diikuti 26 organisasi adat Tamalaki yang tergabung dalam Gabungan Aliansi, Poros Tengah dan Formakom.
Rabu, 12 Agu 2026 13:18
News
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara menyebut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Tambang Rejeki Kolaka (PT TRK) telah berakhir sejak 2020.
Selasa, 11 Agu 2026 10:58
News
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi
PT Vale melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali bersama Pemerintah Kabupaten Morowali dan Pemerintah Desa Unsongi resmi meluncurkan Desa Wisata Unsongi, Sabtu (8/8) pekan lalu.
Senin, 10 Agu 2026 20:21
News
Koalisi Minta Antam Buka Peta IUP, Soroti Dugaan TRK Gunakan Hauling & Stockpile Tanpa Dasar Jelas
Koalisi menilai persoalan ini menyangkut tiga aspek penting sekaligus, yakni legalitas operasional TRK, kawasan strategis IPIP, serta wilayah konsesi Antam sebagai badan usaha milik negara.
Jum'at, 07 Agu 2026 12:58
News
Gangguan Jalur Hauling Pomalaa Berpotensi Tekan PNBP dan Ekonomi Kolaka
Gangguan terhadap jalur hauling di kawasan pertambangan Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, menjadi perhatian karena dinilai berpotensi memengaruhi aktivitas produksi dan distribusi bijih nikel.
Kamis, 06 Agu 2026 13:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027
4
Sambut Kemerdekaan RI, SELMA Tebar Promo Diskon hingga 60 Persen
5
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027
4
Sambut Kemerdekaan RI, SELMA Tebar Promo Diskon hingga 60 Persen
5
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar