Bawaslu Lutim Terus Gerakkan Program Pendidikan Pengawas Partisipatif
Selasa, 19 Mei 2026 19:05
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur mulai memanaskan mesin pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029. Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur mulai memanaskan mesin pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029.
Lewat program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Bawaslu mendorong masyarakat, khususnya kader muda, agar tidak lagi hanya menjadi penonton demokrasi.
Ketua Bawaslu Luwu Timur, Pawennari, bahkan mengingatkan bahaya besar jika masyarakat memilih diam terhadap berbagai pelanggaran demokrasi.
“Kalau kesadaran rakyat lahir, maka itu akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga demokrasi,” ujar Pawennari saat membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif di Kantor Bawaslu Luwu Timur, Senin kemarin (18/5/26).
Menurutnya, demokrasi tidak akan berkembang sehat tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, pengawasan pemilu tidak bisa hanya dibebankan kepada Bawaslu semata.
Ia menilai selama ini masih banyak masyarakat yang menyerahkan sepenuhnya fungsi pengawasan kepada lembaga pengawas, padahal pengawasan sejatinya merupakan tanggung jawab bersama.
“Tidak ada demokrasi di dunia ini yang berkembang baik tanpa partisipasi aktif masyarakat,” katanya.
Dalam pemaparannya, Pawennari juga mengutip
sejumlah pandangan akademisi terkait demokrasi dan pengawasan partisipatif, termasuk pandangan Saiful Mujani dan Ramlan Surbakti mengenai pentingnya kesadaran publik dalam menjaga kualitas demokrasi.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Lutim, Sulkifli, mengatakan tantangan demokrasi saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan munculnya berbagai modus pelanggaran baru.
Menurut pria yang akrab disapa Songko Lotong itu, kader P2P tidak cukup hanya memahami aturan, tetapi juga harus mampu bergerak dan berani bertindak saat menemukan dugaan pelanggaran.
“Kalau kader P2P berfungsi dan bergerak, maka pengawasan bukan lagi hanya milik Bawaslu, tapi menjadi milik seluruh warga yang peduli demokrasi bermartabat,” ujarnya.
Ia menegaskan, program P2P bukan sekadar pendidikan formal, melainkan upaya membangun gerakan kolektif pengawasan berbasis masyarakat.
Hal senada disampaikan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Sukmawati Suaib. Ia meminta para kader P2P aktif membangun ruang diskusi demokrasi di tengah masyarakat.
“Kader P2P punya tanggung jawab setelah kegiatan ini selesai. Carilah forum atau komunitas untuk berdiskusi soal demokrasi,” katanya.
Menurut Sukmawati, demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian masyarakat untuk bersuara dan tidak membiarkan pelanggaran terjadi begitu saja.
“Kalau masyarakat diam, maka akan lahir pemimpin yang tidak berpihak kepada rakyat karena sejak awal prosesnya sudah dilakukan pembiaran,” tutupnya.
Lewat program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Bawaslu mendorong masyarakat, khususnya kader muda, agar tidak lagi hanya menjadi penonton demokrasi.
Ketua Bawaslu Luwu Timur, Pawennari, bahkan mengingatkan bahaya besar jika masyarakat memilih diam terhadap berbagai pelanggaran demokrasi.
“Kalau kesadaran rakyat lahir, maka itu akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga demokrasi,” ujar Pawennari saat membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif di Kantor Bawaslu Luwu Timur, Senin kemarin (18/5/26).
Menurutnya, demokrasi tidak akan berkembang sehat tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, pengawasan pemilu tidak bisa hanya dibebankan kepada Bawaslu semata.
Ia menilai selama ini masih banyak masyarakat yang menyerahkan sepenuhnya fungsi pengawasan kepada lembaga pengawas, padahal pengawasan sejatinya merupakan tanggung jawab bersama.
“Tidak ada demokrasi di dunia ini yang berkembang baik tanpa partisipasi aktif masyarakat,” katanya.
Dalam pemaparannya, Pawennari juga mengutip
sejumlah pandangan akademisi terkait demokrasi dan pengawasan partisipatif, termasuk pandangan Saiful Mujani dan Ramlan Surbakti mengenai pentingnya kesadaran publik dalam menjaga kualitas demokrasi.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Lutim, Sulkifli, mengatakan tantangan demokrasi saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan munculnya berbagai modus pelanggaran baru.
Menurut pria yang akrab disapa Songko Lotong itu, kader P2P tidak cukup hanya memahami aturan, tetapi juga harus mampu bergerak dan berani bertindak saat menemukan dugaan pelanggaran.
“Kalau kader P2P berfungsi dan bergerak, maka pengawasan bukan lagi hanya milik Bawaslu, tapi menjadi milik seluruh warga yang peduli demokrasi bermartabat,” ujarnya.
Ia menegaskan, program P2P bukan sekadar pendidikan formal, melainkan upaya membangun gerakan kolektif pengawasan berbasis masyarakat.
Hal senada disampaikan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Sukmawati Suaib. Ia meminta para kader P2P aktif membangun ruang diskusi demokrasi di tengah masyarakat.
“Kader P2P punya tanggung jawab setelah kegiatan ini selesai. Carilah forum atau komunitas untuk berdiskusi soal demokrasi,” katanya.
Menurut Sukmawati, demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian masyarakat untuk bersuara dan tidak membiarkan pelanggaran terjadi begitu saja.
“Kalau masyarakat diam, maka akan lahir pemimpin yang tidak berpihak kepada rakyat karena sejak awal prosesnya sudah dilakukan pembiaran,” tutupnya.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Tak Ada Tahapan Pemilu, Bawaslu Luwu Timur Perkuat Pengawasan Berkelanjutan
Bawaslu Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmen menjaga kualitas demokrasi meski Pemilu belum memasuki tahapan.
Jum'at, 02 Jan 2026 13:02
Sulsel
Pawennari Sebut Pendidikan Politik Kunci Wujudkan Pemilih Berkualitas
Ketua Bawaslu Kabupaten Luwu Timur, Pawennari, menilai pendidikan politik memiliki peran penting dalam membentuk pemilih yang sadar dan kritis, sehingga berpengaruh langsung terhadap kualitas Pemilu.
Senin, 29 Des 2025 13:51
Sulsel
Kepala Sekretariat Bawaslu Lutim Ajak ASN Perkuat Persatuan dan Profesionalisme
Peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 Tahun 2025 digelar secara khidmat di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Luwu Timur, Senin (1/12/2025).
Senin, 01 Des 2025 17:14
Sulsel
Tim Hukum Ibas-Puspa Pertanyakan Sikap Bawaslu Kembalikan Barang Bukti Politik Uang
Tim Hukum pasangan calon Ibas-Puspa melayangkan protes terhadap Bawaslu Luwu Timur atas keputusan mengembalikan sejumlah barang bukti kasus dugaan politik uang
Selasa, 26 Nov 2024 21:23
Sulsel
Emak-emak Serbu Bawaslu Luwu Timur, Suarakan Petisi Tegas Lawan Politik Uang
Puluhan emak-emak yang tergabung dalam komunitas "Ibu-Ibu Peduli Demokrasi" mendatangi kantor Bawaslu Luwu Timur, di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Selasa (26/11/24).
Selasa, 26 Nov 2024 15:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
2
Meratakan Lapangan Belajar Indonesia
3
Etno Adventure Latih Perempuan Pesisir Paotere Olah Limbah Sisik Ikan
4
MDA Perluas Program Air Bersih di Latimojong, Jangkau Warga Dusun Nase
5
15 Tahun Gunakan Fasum-Fasos Berdagang, PKL di Tallo Ditertibkan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
2
Meratakan Lapangan Belajar Indonesia
3
Etno Adventure Latih Perempuan Pesisir Paotere Olah Limbah Sisik Ikan
4
MDA Perluas Program Air Bersih di Latimojong, Jangkau Warga Dusun Nase
5
15 Tahun Gunakan Fasum-Fasos Berdagang, PKL di Tallo Ditertibkan