Proyek Jalan 4 Lajur Atue–Malili Dimulai 2027, Tahap Pertama Telan Anggaran Rp57 Miliar
Senin, 22 Jun 2026 15:33
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berencana menghadirkan jalan dua jalur empat lajur dari wilayah Atue hingga Malili. Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Rencana besar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk menghadirkan jalan dua jalur empat lajur dari wilayah Atue hingga Malili mulai menunjukkan titik terang.
Proyek yang digadang-gadang menjadi salah satu pembenahan infrastruktur terbesar di Bumi Batara Guru itu kini telah memasuki tahap persiapan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Hendro, mengungkapkan pekerjaan tahap awal akan difokuskan pada ruas sepanjang 2,7 kilometer, dimulai dari kawasan bundaran dekat Pertamina Ussu hingga batas Kota Malili.
"Saat ini sudah masuk proses mini kompetisi. Dan anggaran yang digunakan sebesar Rp57 miliar," ujar Hendro.
Menurutnya, proyek pelebaran jalan ini tidak akan dikerjakan sekaligus, melainkan melalui beberapa tahapan pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan teknis serta ketersediaan anggaran.
Pada tahap pertama, fokus pekerjaan berada pada ruas Bundaran Pertamina Ussu hingga batas Kota Malili. Selanjutnya, pada tahap kedua, pekerjaan direncanakan berlanjut dari batas Kota Malili menuju lampu merah pertama atau tepatnya di depan Kantor Bank BPD.
"Tahap dua nantinya akan dilanjutkan dari batas kota Malili ke lampu merah pertama atau tepatnya depan Bank BPD," jelas Hendro.
Program pelebaran jalan ini merupakan bagian dari rencana besar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang sebelumnya disampaikan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (IBAS), saat bertemu dengan insan pers yang tergabung dalam JMSI Luwu Timur di Warkop Kopi Qlan, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.
Dalam kesempatan tersebut, IBAS menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan infrastruktur jalan secara bertahap di seluruh wilayah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Semua jalan pada tahun 2027 akan kita benahi," tegas Bupati Ibas.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan fokus pada ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, sementara untuk jalan nasional tetap menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.
"Yang menjadi tanggung jawab balai tentu kita tidak berani sentuh. Tetapi kami sudah melakukan koordinasi agar jalan nasional juga dapat dibenahi," tandasnya.
Proyek yang digadang-gadang menjadi salah satu pembenahan infrastruktur terbesar di Bumi Batara Guru itu kini telah memasuki tahap persiapan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Hendro, mengungkapkan pekerjaan tahap awal akan difokuskan pada ruas sepanjang 2,7 kilometer, dimulai dari kawasan bundaran dekat Pertamina Ussu hingga batas Kota Malili.
"Saat ini sudah masuk proses mini kompetisi. Dan anggaran yang digunakan sebesar Rp57 miliar," ujar Hendro.
Menurutnya, proyek pelebaran jalan ini tidak akan dikerjakan sekaligus, melainkan melalui beberapa tahapan pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan teknis serta ketersediaan anggaran.
Pada tahap pertama, fokus pekerjaan berada pada ruas Bundaran Pertamina Ussu hingga batas Kota Malili. Selanjutnya, pada tahap kedua, pekerjaan direncanakan berlanjut dari batas Kota Malili menuju lampu merah pertama atau tepatnya di depan Kantor Bank BPD.
"Tahap dua nantinya akan dilanjutkan dari batas kota Malili ke lampu merah pertama atau tepatnya depan Bank BPD," jelas Hendro.
Program pelebaran jalan ini merupakan bagian dari rencana besar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang sebelumnya disampaikan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (IBAS), saat bertemu dengan insan pers yang tergabung dalam JMSI Luwu Timur di Warkop Kopi Qlan, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.
Dalam kesempatan tersebut, IBAS menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan infrastruktur jalan secara bertahap di seluruh wilayah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Semua jalan pada tahun 2027 akan kita benahi," tegas Bupati Ibas.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan fokus pada ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, sementara untuk jalan nasional tetap menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.
"Yang menjadi tanggung jawab balai tentu kita tidak berani sentuh. Tetapi kami sudah melakukan koordinasi agar jalan nasional juga dapat dibenahi," tandasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Jelang Verifikasi STBM Award 2026, Pemkab Lutim Matangkan Kesiapan di Tingkat Desa
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mematangkan kesiapan menjelang verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2026 yang akan dilakukan Tim Kementerian Kesehatan RI.
Kamis, 24 Sep 2026 19:52
Sulsel
Inflasi Lutim Turun ke 2,34 Persen, Pemkab Klaim Berhasil Jaga Distribusi BBM dan LPG
Inflasi tahunan (year on year) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tercatat 2,34 persen per Agustus 2026, sementara secara bulanan (month to month) daerah ini justru mengalami deflasi 0,43 persen.
Rabu, 23 Sep 2026 09:08
Sulsel
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menyatakan kesiapannya menjadi pihak intervensi dalam perkara sengketa Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili
Rabu, 23 Sep 2026 00:19
Sulsel
Pemkab Luwu Timur Jadwalkan Donor Darah ASN Tiap Bulan, Setiap OPD Dapat Giliran
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menetapkan donor darah aparatur sipil negara (ASN) sebagai agenda rutin bulanan. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) akan mendapat giliran secara bergilir.
Senin, 21 Sep 2026 16:35
Sulsel
Rehabilitasi 364 Hektare Lada Luwu Timur Jalan, Persoalan Pascapanen Belum Tuntas
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menjalankan program rehabilitasi tanaman lada seluas 364 hektare pada 2026 di tiga kecamatan sentra produksi, yakni Towuti, Wasuponda, dan Nuha.
Jum'at, 18 Sep 2026 15:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemilih Sulsel Tembus 7 Juta, KPU Perkuat Pemutakhiran Data Berkelanjutan
2
Petani Rumput Laut Sulsel Didorong Naik Kelas Lewat Platform e-Seaweed
3
Kejari Luwu Timur Sebut Program Kampung Pangan Bukan Sekadar Penegakan Hukum
4
Pattallassang Memorial Estate, Pemakaman Muslim Premium dengan Layanan All-in-One di Gowa
5
AXIS Nation Cup Buktikan Jalur Pembinaan, Lima Alumni Tembus Timnas U-19
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemilih Sulsel Tembus 7 Juta, KPU Perkuat Pemutakhiran Data Berkelanjutan
2
Petani Rumput Laut Sulsel Didorong Naik Kelas Lewat Platform e-Seaweed
3
Kejari Luwu Timur Sebut Program Kampung Pangan Bukan Sekadar Penegakan Hukum
4
Pattallassang Memorial Estate, Pemakaman Muslim Premium dengan Layanan All-in-One di Gowa
5
AXIS Nation Cup Buktikan Jalur Pembinaan, Lima Alumni Tembus Timnas U-19