Selle KS Dalle Tak Masalah Posisi Wakil Bupati di Pilkada Soppeng 2024
Senin, 22 Apr 2024 20:44
Anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle makin mantap bertarung di Pilkada Soppeng, November 2024 mendatang. Ia mulai melakukan penjajakan untuk membangun koalisi.
Dia mengaku, komunikasinya dengan sejumlah figur potensial di Pilkada Soppeng, mulai intens dilakukan. Mulai Suhardi Haseng dari Partai Golkar dan Andi Mapparemma dari PDI Perjuangan.
Hanya saja, Selle mengaku belum memastikan untuk posisi apakah 01 atau 02. Pihaknya akan melihat lebih dulu hasil survei yang dikeluarkan akhir Mei 2024.
"Kalau ditanya kesiapan 01, sangat siap. Tapi saya kalau maju 01 peluangnya tidak menang, tentu saya memilih 02 tapi peluangnya menang. Artinya apa, saya menatap Pilkada ini harus menghitung secermat mungkin, dengan siapa kemenangannya sangat besar," kata Selle saat ditemui di DPRD Sulsel, Senin (22/04/2024).
"Makanya saya bilang semua pihak yang membangun komunikasi dengan saya, baik itu Suhardi Haseng maupun Andi Mapparemma, saya nyaman semua dengan kita. Tapi saya menunggu hasil survei dulu," sambung politisi Demokrat ini.
Selle menambahkan, penentuan pasangan di Pilkada Soppeng turut melihat sisi geopolitik. makanya ia tak mau terburu-buru menentukan pasangan.
Selain itu, ia juga siap melepas kursi DPRD Provinsi apabila memiliki ruang untuk bertarung di Pilkada Soppeng. Dia pun tidak mempermasalahkan, jika nantinya hanya bertarung pada posisi 02. Kendati, ikhtiarnya ingin berbuat lebih banyak terhadap daerahnya dan masyarakat.
"Tidak ada masalah saya 02, dari pada saya maju 01 tapi tidak menang. Saya ini bukan tipikal orang yang memburu kekuasaan. Saya ini hanya butuh ruang mengabdi untuk daerah dan masyarakat," tandasnya.
Perolehan kursi Partai Demokrat di DPRD Soppeng mengunci empat kursi pada Pileg 14 Februari lalu. Selle sisa membutuhkan tambahan dua kursi untuk bertarung di Pilkada Soppeng.
Adapun partai politik yang intens diajak komunikasi oleh Selle, seperti Partai Golkar mengantongi 11 kursi dan PDI Perjuangan enam kursi.
Dia mengaku, komunikasinya dengan sejumlah figur potensial di Pilkada Soppeng, mulai intens dilakukan. Mulai Suhardi Haseng dari Partai Golkar dan Andi Mapparemma dari PDI Perjuangan.
Hanya saja, Selle mengaku belum memastikan untuk posisi apakah 01 atau 02. Pihaknya akan melihat lebih dulu hasil survei yang dikeluarkan akhir Mei 2024.
"Kalau ditanya kesiapan 01, sangat siap. Tapi saya kalau maju 01 peluangnya tidak menang, tentu saya memilih 02 tapi peluangnya menang. Artinya apa, saya menatap Pilkada ini harus menghitung secermat mungkin, dengan siapa kemenangannya sangat besar," kata Selle saat ditemui di DPRD Sulsel, Senin (22/04/2024).
"Makanya saya bilang semua pihak yang membangun komunikasi dengan saya, baik itu Suhardi Haseng maupun Andi Mapparemma, saya nyaman semua dengan kita. Tapi saya menunggu hasil survei dulu," sambung politisi Demokrat ini.
Selle menambahkan, penentuan pasangan di Pilkada Soppeng turut melihat sisi geopolitik. makanya ia tak mau terburu-buru menentukan pasangan.
Selain itu, ia juga siap melepas kursi DPRD Provinsi apabila memiliki ruang untuk bertarung di Pilkada Soppeng. Dia pun tidak mempermasalahkan, jika nantinya hanya bertarung pada posisi 02. Kendati, ikhtiarnya ingin berbuat lebih banyak terhadap daerahnya dan masyarakat.
"Tidak ada masalah saya 02, dari pada saya maju 01 tapi tidak menang. Saya ini bukan tipikal orang yang memburu kekuasaan. Saya ini hanya butuh ruang mengabdi untuk daerah dan masyarakat," tandasnya.
Perolehan kursi Partai Demokrat di DPRD Soppeng mengunci empat kursi pada Pileg 14 Februari lalu. Selle sisa membutuhkan tambahan dua kursi untuk bertarung di Pilkada Soppeng.
Adapun partai politik yang intens diajak komunikasi oleh Selle, seperti Partai Golkar mengantongi 11 kursi dan PDI Perjuangan enam kursi.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Andi Ina Kooperatif Penuhi Kembali Panggilan Kejati Sulsel, Berikan Klarifikasi ke BPKP
Mantan Ketua DPRD Sulsel periode 2019-2024, Andi Ina Kartika Sari kembali memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Sulsel pada Jumat (24/04/2026).
Jum'at, 24 Apr 2026 19:17
Sulsel
Eks Waka DPRD Sulsel Syahar Tegaskan Tak Ada Pembahasan Bibit Nanas di APBD 2024
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan periode 2019-2024, Syaharuddin Alrif ikut angkat bicara terkait isu dugaan korupsi bibit nanas yang sedang dikerjakan Kejati Sulsel.
Sabtu, 18 Apr 2026 20:54
Sulsel
Andi Ina dan Ni'matullah Klarifikasi Pemanggilan Kejati Sulsel soal Kasus Korupsi Bibit Nanas
Eks Ketua DPRD Sulsel periode 2019-2024, Andi Ina Kartika Sari, bersama sejumlah mantan pimpinan DPRD Sulawesi Selatan memberikan klarifikasi terkait pemanggilannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp60 miliar.
Sabtu, 18 Apr 2026 06:05
Sulsel
Respon Rekomendasi DPRD, RSUD Haji Makassar Fokus Benahi Layanan Publik
Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi terhadap laporan kinerja RSUD Haji Makassar dalam pembahasan LKPJ Gubernur Sulsel Tahun Anggaran 2025, Kamis (16/4/2026).
Jum'at, 17 Apr 2026 10:36
Sulsel
DPRD Sulsel Bentuk Panja LKPJ 2025, Dipimpin Politisi Nasdem dan Gerindra
DPRD Provinsi Sulawesi Selatan resmi membentuk dan mengesahkan Panitia Kerja (Panja) untuk membahas rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025.
Kamis, 16 Apr 2026 18:24
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Yusran Lalogau: Organisasi IKA Harus Mendorong Kemajuan Perikanan Nasional
2
Melihat Kembali Makna Hari Buruh
3
Siswa SD dari Berbagai Daerah Ikuti English Camp di SIT Darul Fikri Makassar
4
Satu Mei, Banyak Janji: Satire atas Demokrasi yang Lupa Membayar
5
Kepuasan Pelindo Tembus 90%, Awal Baik Menuju Efisiensi Logistik
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Yusran Lalogau: Organisasi IKA Harus Mendorong Kemajuan Perikanan Nasional
2
Melihat Kembali Makna Hari Buruh
3
Siswa SD dari Berbagai Daerah Ikuti English Camp di SIT Darul Fikri Makassar
4
Satu Mei, Banyak Janji: Satire atas Demokrasi yang Lupa Membayar
5
Kepuasan Pelindo Tembus 90%, Awal Baik Menuju Efisiensi Logistik