Pilkada Bantaeng 2024, Deklarasi Paket Uji-Sahabuddin Tunggu Rekomendasi Partai
Jum'at, 17 Mei 2024 13:26
Bakal pasangan calon (Paslon), Fathul Fauzi Nurdin dan H Sahabuddin (UJI-SAH) hampir pasti berpaket di Pilkada Bantaeng 2024. Foto: Istimewa
BANTAENG - Bakal pasangan calon (Paslon), Fathul Fauzi Nurdin dan H Sahabuddin (UJI-SAH) hampir pasti berpaket di Pilkada Bantaeng 2024. Keduanya sudah membangun komunikasi dan komitmen untuk sama-sama bertarung di Pilkada mendatang.
Politisi PKS Bantaeng, Abdul Rahman Tompo membocorkan paket UJI-SAH sudah klop. "Saya kira 85 persen sudah pasti paket di Pilkada," katanya saat ditemui di DPRD Bantaeng, kemarin.
Anggota DPRD Bantaeng ini menuturkan, khusus partainya hanya mengirimkan dua nama ke DPP. Yakni Fathul Fauzi Nurdin dan H Sahabuddin. Pihaknya sisa menunggu rekomendasi terbit.
"Kalau kita di internal PKS sudah lakukan rapat koordinasi bahwa kita sudah kirim dua nama kandidat. Dan kita tidak buka lagi kembali (pendaftaran), sudah ditutup. Yang dikirim hanya dua yakni Uji dan H Sahabuddin saja," jelas Rahman Tompo.
Dikonfirmasi terpisah, Sahabuddin mengamini ia memang sudah membangun komitmen dengan keluarga Uji untuk bersama-sama di Pilkada Bantaeng 2024. Apalagi pemilih PKS kata dia, memintanya berpaket dengan putera mantan Gubernur Sulsel itu, Prof Nurdin Abdullah.
"Memang pemilih PKS itu mengarahkan memang ke Uji, karena jasa-jasa Pak Prof (NA) selama memimpin Kabupaten Bantaeng. Jadi jasa-jasa Pak Prof membangun Bantaeng 2 periode sangat berkesan di masyarakat Bantaeng," ungkap Sahabuddin saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.
"Khusus konstituen kurang lebih 19 ribu suara PKS di Bantaeng, mengarahkan kita untuk berpaket dengan anaknya Pak Prof. Kami hanya menyerap aspriasi dari masyarakat, eksisnya suatau partai selama bersatunya langkah dan suara konstituennya," sambungnya.
Berkat aspirasi masyarakat itu kata Sahabuddin, makanya komunikasi dengan Prof NA dan Uji makin intens. Sehingga kedua pihak sepakat untuk sama-sama berpaket di Pilkada Bantaeng 2024.
Mantan Wabup Bantaeng ini melanjutkan, baik ia dan Uji sama-sama membawa partai sehingga paket komplit. Ia dengan PKS yang memiliki 5 kursi, dan Uji dengan Golkar yang mempunyai 4 kursi.
"Tahapan berikutnya ialah tahapan partai. Uji diusung oleh Partai Golkar, karena ibunya ketua DPD II Golkar Bantaeng, Ibu Lies. Saya sebagai kader selaku ketua DPD, juga meminta untuk mengusung kader," sebutnya.
Sahabuddin mengklaim, deklarasi paket Uji-Sah bisa segera digelar setelah rekomendasi partai keluar. Minimal Golkar dan PKS.
"Dan itu sudah berproses di DPW dan DPP. Kita sisa menunggu saja rekmendasi masing-masing, kalau itu sudah keluar, maka kita akan langsung deklarasi," jelasnya.
"Kita belum bisa tentukan waktu tanggal dan sebagainya, karena namanya pengurusan rekomendasi, itu tergantung tingkat DPP. Kalau cepat keluar, maka cepat kita deklarasi. Kan rekomendasi itu dikeluarkan di pusat. Tentu dihimpun dulu semua, kalau prosedur sudah kita lalui, tinggal menunggu saja," sambungnya.
Meski begitu, Ketua DPD PKS Bantaeng ini menegaskan tak menutup ruang kepada partai lain. Jika ada partai yang ingin bergabung ke koalisi, dipersilakan.
"Tentu saja. Kita kan bersama-sama membangun Bantaeng ini, visi misi sama, mensejaterahkan masyarakat kita. Siapa pun yang akan bergabung, silakan saja. Apalagi kami sudah mendaftar di beberapa partai," kuncinya.
Sementara itu, Uji bilang koalisi Golkar dan PKS akan terbangun di Pilkada Bantaeng 2024. Ia juga sudah mantap berpaket dengan Sahabuddin.
"Insyaallah kita akan berjuang bersama H. Sahabuddin. Bersama Golkar-PKS," jelas putra mantan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah ini.
Politisi PKS Bantaeng, Abdul Rahman Tompo membocorkan paket UJI-SAH sudah klop. "Saya kira 85 persen sudah pasti paket di Pilkada," katanya saat ditemui di DPRD Bantaeng, kemarin.
Anggota DPRD Bantaeng ini menuturkan, khusus partainya hanya mengirimkan dua nama ke DPP. Yakni Fathul Fauzi Nurdin dan H Sahabuddin. Pihaknya sisa menunggu rekomendasi terbit.
"Kalau kita di internal PKS sudah lakukan rapat koordinasi bahwa kita sudah kirim dua nama kandidat. Dan kita tidak buka lagi kembali (pendaftaran), sudah ditutup. Yang dikirim hanya dua yakni Uji dan H Sahabuddin saja," jelas Rahman Tompo.
Dikonfirmasi terpisah, Sahabuddin mengamini ia memang sudah membangun komitmen dengan keluarga Uji untuk bersama-sama di Pilkada Bantaeng 2024. Apalagi pemilih PKS kata dia, memintanya berpaket dengan putera mantan Gubernur Sulsel itu, Prof Nurdin Abdullah.
"Memang pemilih PKS itu mengarahkan memang ke Uji, karena jasa-jasa Pak Prof (NA) selama memimpin Kabupaten Bantaeng. Jadi jasa-jasa Pak Prof membangun Bantaeng 2 periode sangat berkesan di masyarakat Bantaeng," ungkap Sahabuddin saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.
"Khusus konstituen kurang lebih 19 ribu suara PKS di Bantaeng, mengarahkan kita untuk berpaket dengan anaknya Pak Prof. Kami hanya menyerap aspriasi dari masyarakat, eksisnya suatau partai selama bersatunya langkah dan suara konstituennya," sambungnya.
Berkat aspirasi masyarakat itu kata Sahabuddin, makanya komunikasi dengan Prof NA dan Uji makin intens. Sehingga kedua pihak sepakat untuk sama-sama berpaket di Pilkada Bantaeng 2024.
Mantan Wabup Bantaeng ini melanjutkan, baik ia dan Uji sama-sama membawa partai sehingga paket komplit. Ia dengan PKS yang memiliki 5 kursi, dan Uji dengan Golkar yang mempunyai 4 kursi.
"Tahapan berikutnya ialah tahapan partai. Uji diusung oleh Partai Golkar, karena ibunya ketua DPD II Golkar Bantaeng, Ibu Lies. Saya sebagai kader selaku ketua DPD, juga meminta untuk mengusung kader," sebutnya.
Sahabuddin mengklaim, deklarasi paket Uji-Sah bisa segera digelar setelah rekomendasi partai keluar. Minimal Golkar dan PKS.
"Dan itu sudah berproses di DPW dan DPP. Kita sisa menunggu saja rekmendasi masing-masing, kalau itu sudah keluar, maka kita akan langsung deklarasi," jelasnya.
"Kita belum bisa tentukan waktu tanggal dan sebagainya, karena namanya pengurusan rekomendasi, itu tergantung tingkat DPP. Kalau cepat keluar, maka cepat kita deklarasi. Kan rekomendasi itu dikeluarkan di pusat. Tentu dihimpun dulu semua, kalau prosedur sudah kita lalui, tinggal menunggu saja," sambungnya.
Meski begitu, Ketua DPD PKS Bantaeng ini menegaskan tak menutup ruang kepada partai lain. Jika ada partai yang ingin bergabung ke koalisi, dipersilakan.
"Tentu saja. Kita kan bersama-sama membangun Bantaeng ini, visi misi sama, mensejaterahkan masyarakat kita. Siapa pun yang akan bergabung, silakan saja. Apalagi kami sudah mendaftar di beberapa partai," kuncinya.
Sementara itu, Uji bilang koalisi Golkar dan PKS akan terbangun di Pilkada Bantaeng 2024. Ia juga sudah mantap berpaket dengan Sahabuddin.
"Insyaallah kita akan berjuang bersama H. Sahabuddin. Bersama Golkar-PKS," jelas putra mantan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah ini.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
WFA Perlu Dikaji, Legislator Makassar Ingatkan Jangan Ganggu Pelayanan Publik
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyoroti rencana penerapan WFA yang tengah menjadi perbincangan publik. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji.
Selasa, 31 Mar 2026 15:23
News
Idrus Marham: Kebijakan Presiden Prabowo Sudah Tepat, Tapi Gagal Dijelaskan Menteri dan Jubirnya
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham melontarkan kritik tajam terhadap Menteri dan Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto.
Minggu, 29 Mar 2026 13:36
Sulsel
Golkar Sulsel Siap Gelar Musda, Calon Ketua Wajib Kantongi Restu Bahlil
DPD I Golkar Sulsel akhirnya mantap menggelar musyawarah daerah (Musda) bulan Maret ini. Mereka sepakat melaksanakan agenda penting ini habis lebaran.
Minggu, 08 Mar 2026 13:50
Sulsel
Golkar Sulsel Konsolidasi Kader di Malam Nuzul Quran, Santuni Ratusan Anak Yatim
Partai Golkar Sulsel menggelar konsolidasi kader sekaligus memperingati Nuzul Quran di kantor DPD I Golkar Sulsel, Sabtu 7 Maret 2026.
Sabtu, 07 Mar 2026 19:57
News
Idrus Marham Kecam Serangan AS–Israel: Ini Luka Kemanusiaan dan Ancaman Perdamaian Dunia
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik yang mengkoordinasikan Bidang Luar Negeri, Idrus Marham, mengecam keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026.
Senin, 02 Mar 2026 10:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Andi Makmur Apresiasi Komitmen Pemkot Makassar Pertahankan PPPK
2
Asah Kreativitas Digital, HMPS FIS-H UNM Latih Mahasiswa Lewat Program Sinema
3
Pemprov Sulsel Terima Anggaran Rp3 Triliun untuk Pembangunan PSEL
4
Mira Hayati Ajukan Cicilan Denda Rp1 Miliar, Jaminkan Sertifikat Ruko ke Kejari
5
Kasus Curanmor di Jeneponto Terbongkar, Pelaku Utama Ditangkap di Kelara
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Andi Makmur Apresiasi Komitmen Pemkot Makassar Pertahankan PPPK
2
Asah Kreativitas Digital, HMPS FIS-H UNM Latih Mahasiswa Lewat Program Sinema
3
Pemprov Sulsel Terima Anggaran Rp3 Triliun untuk Pembangunan PSEL
4
Mira Hayati Ajukan Cicilan Denda Rp1 Miliar, Jaminkan Sertifikat Ruko ke Kejari
5
Kasus Curanmor di Jeneponto Terbongkar, Pelaku Utama Ditangkap di Kelara