Telkom Raup Laba Rp6,42 Triliun pada Kuartal I 2023
Sabtu, 29 Apr 2023 12:49
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat kinerja yang cemerlang pada kuartal I 2023. Foto/Dok PT Telkom
JAKARTA - Mengawali 2023, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat kinerja yang cemerlang. Perseroan membukukan pendapatan Rp36,1 triliun atau tumbuh 2,5% YoY dengan Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) Rp18,9 triliun. Tak hanya pendapatan, profitabilitas Perseroan pun kian menguat dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 5,0% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp6,4 triliun.
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, mengatakan tahun ini, Telkom akan semakin gencar mengimplementasikan strategi Five Bold Moves, yakni FMC, Data Center Co, Infra Co, B2B Digital IT Service Co, dan DigiCo demi menciptakan value yang optimal dan keberlangsungan perusahaan yang semakin baik ke depannya.
"Kinerja tiga bulan pertama tahun 2023 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara," kata dia, dalam keterangan pers yang diterima SINDO Makassar, Sabtu (29/4/2023).
Pada segmen Mobile, Telkomsel selaku anak usaha Telkom membukukan pendapatan Rp21,5 triliun atau tumbuh 1,1% dari periode yang sama tahun lalu. Digital Business menjadi kontributor pertumbuhan kinerja dengan kontribusi sebesar 84,4% dari total pendapatan.
Segmen ini tumbuh positif 7,1% YoY mencapai Rp18,2 triliun dibanding periode yang sama di tahun 2022. Telkomsel melayani 151,1 juta pelanggan dengan data payload yang tumbuh positif hingga 11,0 % YoY menjadi 4.217.405 TB dan konsumsi payload menyentuh 12.324 MB per pengguna layanan data atau tumbuh 11,7% YoY.
Pada 6 April 2023, Telkom telah menandatangani Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-off Agreement/CSA) untuk mengintegrasikan IndiHome ke Telkomsel. Aksi korporasi ini merupakan salah satu bagian dari implementasi strategi utama Five Bold Moves, tepatnya Fixed Mobile Convergence. FMC nantinya bertujuan untuk menyediakan variasi layanan broadband terbaik, memperkuat bisnis, dan mewujudkan inklusi digital di Indonesia.
Dengan mengintegrasikan IndiHome dan Telkomsel maka Business to Consumers (B2C) di TelkomGroup akan sepenuhnya dikelola oleh Telkomsel. Sementara Telkom ke depannya akan fokus pada segmen Business to Business (B2B). Bersamaan dengan integrasi ini, terdapat perubahan komposisi kepemilikan di Telkomsel, dimana kepemilikan efektif Singtel di Telkomsel menjadi 30,1%, sementara kepemilikan Telkom di Telkomsel naik menjadi 69.9%.
Pada segmen Consumer, pendapatan IndiHome tercatat sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh positif 5,0 % dari periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi 19,9% dari total pendapatan Perseroan dan EBITDA yang stabil pada kisaran 50%. Pertumbuhan pelanggan IndiHome sebesar 7,0% dari akhir tahun lalu menjadi 9,4 juta pelanggan, 65% di antaranya merupakan pelanggan Dual Play dan 35% pelanggan Triple Play. ARPU IndiHome berada pada kisaran harga Rp264 ribu.
Pada segmen Enterprise, perseroan mencatat kinerja sebesar Rp4,5 triliun atau tumbuh 7,8% YoY dengan layanan B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity sebagai kontributor utama pendapatan. Telkom terus memperkuat kapabilitas di bisnis cloud melalui kerja sama strategis dengan pemain teknologi global, di samping terus meningkatkan kualitas dalam memberikan solusi digital kepada pelanggan.
Sementara itu pendapatan segmen Wholesale and International tumbuh 4,0% YoY menjadi Rp4,0 triliun dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis infrastruktur digital.
Pada bisnis tower, Mitratel selaku anak usaha Telkom menutup triwulan pertama 2023 ini dengan kepemilikan sebanyak 36.439 unit tower dengan tenancy ratio 1,46x. Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp2,1 triliun atau tumbuh 9,9% YoY, yang utamanya didorong oleh perolehan dari sewa menara.
EBITDA dan laba bersih perusahaan pada tiga bulan pertama tahun ini tumbuh 16,2% dan 9,1% YoY. Demi memperkuat portofolio bisnis, Mitratel mengembangkan bisnis Fiber-to-the-Tower dengan membangun 19.496 km fiber optik dan mengakusisi kabel lainnya sepanjang 6.012 km.
Hingga akhir Maret 2023, total belanja modal perseroan mencapai Rp7,4 triliun atau 20,6% dari total pendapatan. Anggaran ini difokuskan pada pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi demi pengalaman digital pelanggan yang lebih baik.
Pada bisnis fixed, belanja modal digunakan untuk pengembangan akses fiber optic, infrastruktur kabel laut dan proyek lainnya seperti menara telekomunikasi dan data center. Sementara itu, belanja modal juga digunakan untuk peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan 4G, pengembangan teknologi 5G serta penguatan sistem IT.
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, mengatakan tahun ini, Telkom akan semakin gencar mengimplementasikan strategi Five Bold Moves, yakni FMC, Data Center Co, Infra Co, B2B Digital IT Service Co, dan DigiCo demi menciptakan value yang optimal dan keberlangsungan perusahaan yang semakin baik ke depannya.
"Kinerja tiga bulan pertama tahun 2023 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara," kata dia, dalam keterangan pers yang diterima SINDO Makassar, Sabtu (29/4/2023).
Pada segmen Mobile, Telkomsel selaku anak usaha Telkom membukukan pendapatan Rp21,5 triliun atau tumbuh 1,1% dari periode yang sama tahun lalu. Digital Business menjadi kontributor pertumbuhan kinerja dengan kontribusi sebesar 84,4% dari total pendapatan.
Segmen ini tumbuh positif 7,1% YoY mencapai Rp18,2 triliun dibanding periode yang sama di tahun 2022. Telkomsel melayani 151,1 juta pelanggan dengan data payload yang tumbuh positif hingga 11,0 % YoY menjadi 4.217.405 TB dan konsumsi payload menyentuh 12.324 MB per pengguna layanan data atau tumbuh 11,7% YoY.
Pada 6 April 2023, Telkom telah menandatangani Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-off Agreement/CSA) untuk mengintegrasikan IndiHome ke Telkomsel. Aksi korporasi ini merupakan salah satu bagian dari implementasi strategi utama Five Bold Moves, tepatnya Fixed Mobile Convergence. FMC nantinya bertujuan untuk menyediakan variasi layanan broadband terbaik, memperkuat bisnis, dan mewujudkan inklusi digital di Indonesia.
Dengan mengintegrasikan IndiHome dan Telkomsel maka Business to Consumers (B2C) di TelkomGroup akan sepenuhnya dikelola oleh Telkomsel. Sementara Telkom ke depannya akan fokus pada segmen Business to Business (B2B). Bersamaan dengan integrasi ini, terdapat perubahan komposisi kepemilikan di Telkomsel, dimana kepemilikan efektif Singtel di Telkomsel menjadi 30,1%, sementara kepemilikan Telkom di Telkomsel naik menjadi 69.9%.
Pada segmen Consumer, pendapatan IndiHome tercatat sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh positif 5,0 % dari periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi 19,9% dari total pendapatan Perseroan dan EBITDA yang stabil pada kisaran 50%. Pertumbuhan pelanggan IndiHome sebesar 7,0% dari akhir tahun lalu menjadi 9,4 juta pelanggan, 65% di antaranya merupakan pelanggan Dual Play dan 35% pelanggan Triple Play. ARPU IndiHome berada pada kisaran harga Rp264 ribu.
Pada segmen Enterprise, perseroan mencatat kinerja sebesar Rp4,5 triliun atau tumbuh 7,8% YoY dengan layanan B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity sebagai kontributor utama pendapatan. Telkom terus memperkuat kapabilitas di bisnis cloud melalui kerja sama strategis dengan pemain teknologi global, di samping terus meningkatkan kualitas dalam memberikan solusi digital kepada pelanggan.
Sementara itu pendapatan segmen Wholesale and International tumbuh 4,0% YoY menjadi Rp4,0 triliun dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis infrastruktur digital.
Pada bisnis tower, Mitratel selaku anak usaha Telkom menutup triwulan pertama 2023 ini dengan kepemilikan sebanyak 36.439 unit tower dengan tenancy ratio 1,46x. Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp2,1 triliun atau tumbuh 9,9% YoY, yang utamanya didorong oleh perolehan dari sewa menara.
EBITDA dan laba bersih perusahaan pada tiga bulan pertama tahun ini tumbuh 16,2% dan 9,1% YoY. Demi memperkuat portofolio bisnis, Mitratel mengembangkan bisnis Fiber-to-the-Tower dengan membangun 19.496 km fiber optik dan mengakusisi kabel lainnya sepanjang 6.012 km.
Hingga akhir Maret 2023, total belanja modal perseroan mencapai Rp7,4 triliun atau 20,6% dari total pendapatan. Anggaran ini difokuskan pada pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi demi pengalaman digital pelanggan yang lebih baik.
Pada bisnis fixed, belanja modal digunakan untuk pengembangan akses fiber optic, infrastruktur kabel laut dan proyek lainnya seperti menara telekomunikasi dan data center. Sementara itu, belanja modal juga digunakan untuk peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan 4G, pengembangan teknologi 5G serta penguatan sistem IT.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Telkom Buka Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions untuk Mahasiswa
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menegaskan perannya sebagai penggerak pengembangan talenta digital nasional dengan membuka Digistar Class Intern 2026 Batch 1.
Rabu, 04 Feb 2026 19:59
Ekbis
SIMPATI Hadirkan Akumulasi Kuota, Bikin Internetan Bareng Telkomsel Lebih Worth it!
Telkomsel, melalui brand prabayar SIMPATI, memperkenalkan fitur Akumulasi Kuota (Sisa Kuota Bisa Dibawa) yang memungkinkan pelanggan tetap dapat menggunakan sisa kuota utama pada bulan berikutnya.
Sabtu, 31 Jan 2026 18:12
Lifestyle
Ngegame Lebih Stabil, Telkomsel–Nuon Luncurkan IndiHome Gamer Full 1:1 Speed
Telkomsel melalui IndiHome resmi memperkenalkan varian baru paket IndiHome Gamer, sebuah solusi untuk menjawab kebutuhan internet rumah bagi komunitas gaming di Indonesia.
Kamis, 29 Jan 2026 12:34
Ekbis
Telkomsel Pamasuka Sukses Kawal Lonjakan Trafik 11,21% Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NARU), Telkomsel Pamasuka (Papua Maluku Sulawesi Kalimantan) sukses mengawal lonjakan lalu lintas data konektivitas yang signifikan.
Sabtu, 17 Jan 2026 12:13
News
TelkomGroup Tuntaskan Pemulihan Jaringan di Sumatra
Telkom bersama seluruh operating company TelkomGroup berhasil menuntaskan pemulihan jaringan dan layanan telekomunikasi di wilayah Sumatra yang terdampak bencana.
Sabtu, 10 Jan 2026 18:02
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jalan Rusak Ganggu Akses Pasar, Walkot Munafri Perintahkan Perbaikan Cepat
2
Cetak Da’i Masa Depan, Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah Doping Sukses Gelar PKM 2026
3
Pemkot Makassar Akan Kirim Guru dan Kepala Sekolah Terbaik ke Luar Negeri
4
HUT ke-18 Tahun, Gerindra Sulsel Rayakan dengan Mengetuk Pintu Warga Tak Mampu di Karuwisi
5
Pendaki Asal Makassar Meninggal di Pos 4 Gunung Bulu Bialo Jeneponto
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jalan Rusak Ganggu Akses Pasar, Walkot Munafri Perintahkan Perbaikan Cepat
2
Cetak Da’i Masa Depan, Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah Doping Sukses Gelar PKM 2026
3
Pemkot Makassar Akan Kirim Guru dan Kepala Sekolah Terbaik ke Luar Negeri
4
HUT ke-18 Tahun, Gerindra Sulsel Rayakan dengan Mengetuk Pintu Warga Tak Mampu di Karuwisi
5
Pendaki Asal Makassar Meninggal di Pos 4 Gunung Bulu Bialo Jeneponto