Sinergi OJK Dorong Akses Keuangan Petani Kakao di Luwu Timur
Rabu, 15 Apr 2026 12:58
OJK serta offtaker kakao PT Comextra Majora menggelar kegiatan edukasi keuangan dan survei kebutuhan pengembangan komoditas kakao di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Foto/Istimewa
LUWU TIMUR - Upaya memperkuat sektor pertanian daerah terus digencarkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kali ini, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) serta offtaker kakao PT Comextra Majora menggelar kegiatan edukasi keuangan dan survei kebutuhan pengembangan komoditas kakao di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem pembiayaan yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi petani. Tujuannya tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao, tetapi juga memperkuat daya saing komoditas unggulan tersebut sebagai penopang ekonomi daerah.
Sebanyak 100 petani kakao binaan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan formal, hingga akses pembiayaan yang disesuaikan dengan karakter usaha pertanian kakao.
Dalam sambutannya, Asisten Direktur Madya Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mushadi Nurali, menegaskan komitmen OJK dalam memperluas akses keuangan berkualitas melalui pendekatan berbasis ekosistem.
Pendekatan ini mencakup tidak hanya pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha, mitigasi risiko, serta kepastian akses pasar agar petani dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula survei untuk memetakan kebutuhan pembiayaan dan pengembangan usaha kakao. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan dan program pembiayaan yang lebih tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.
Peran offtaker seperti PT Comextra Majora dinilai sangat penting dalam menjaga keberlanjutan rantai nilai kakao, terutama dalam memastikan penyerapan hasil produksi sekaligus mendorong peningkatan standar kualitas.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada OJK atas inisiatif strategis dalam memperkuat keterhubungan antara sektor jasa keuangan dengan sektor riil, khususnya komoditas kakao. Kegiatan ini memiliki nilai penting dalam membangun fondasi ekosistem yang terintegrasi, dimana petani tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang komprehensif hingga kepastian pasar. Kami meyakini, sinergi ini akan mendorong peningkatan produktivitas, kualitas, serta keberlanjutan usaha petani kakao binaan kami,” ujar Alberthinoes Pakenden, perwakilan Pimpinan PT Comextra Majora.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam pengembangan pertanian, melalui sinergi kebijakan, pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar.
Ke depan, model kerja sama ini diharapkan dapat diperluas ke berbagai daerah lain guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran komoditas kakao dalam struktur perekonomian Sulawesi Selatan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem pembiayaan yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi petani. Tujuannya tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao, tetapi juga memperkuat daya saing komoditas unggulan tersebut sebagai penopang ekonomi daerah.
Sebanyak 100 petani kakao binaan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan formal, hingga akses pembiayaan yang disesuaikan dengan karakter usaha pertanian kakao.
Dalam sambutannya, Asisten Direktur Madya Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mushadi Nurali, menegaskan komitmen OJK dalam memperluas akses keuangan berkualitas melalui pendekatan berbasis ekosistem.
Pendekatan ini mencakup tidak hanya pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha, mitigasi risiko, serta kepastian akses pasar agar petani dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula survei untuk memetakan kebutuhan pembiayaan dan pengembangan usaha kakao. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan dan program pembiayaan yang lebih tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.
Peran offtaker seperti PT Comextra Majora dinilai sangat penting dalam menjaga keberlanjutan rantai nilai kakao, terutama dalam memastikan penyerapan hasil produksi sekaligus mendorong peningkatan standar kualitas.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada OJK atas inisiatif strategis dalam memperkuat keterhubungan antara sektor jasa keuangan dengan sektor riil, khususnya komoditas kakao. Kegiatan ini memiliki nilai penting dalam membangun fondasi ekosistem yang terintegrasi, dimana petani tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang komprehensif hingga kepastian pasar. Kami meyakini, sinergi ini akan mendorong peningkatan produktivitas, kualitas, serta keberlanjutan usaha petani kakao binaan kami,” ujar Alberthinoes Pakenden, perwakilan Pimpinan PT Comextra Majora.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam pengembangan pertanian, melalui sinergi kebijakan, pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar.
Ke depan, model kerja sama ini diharapkan dapat diperluas ke berbagai daerah lain guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran komoditas kakao dalam struktur perekonomian Sulawesi Selatan.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Bupati Bantaeng Salurkan Bonus Rp609 Juta untuk Petani Kakao
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri Chocolate Bonus Celebration 2026 di Gudang Pusat Pembelian Biji Kakao PT Kudeungoe Sugata Indonesia, Desa Nipa-Nipa, Kecamatan Pa’jukukang, Rabu (14/10/2026).
Rabu, 14 Okt 2026 16:28
Ekbis
Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.949 Triliun, OJK Perkuat Basis Data
Hingga Juli 2026, total pembiayaan UMKM dari berbagai sektor jasa keuangan mencapai Rp1.949 triliun, tumbuh 3,09 persen secara tahunan.
Rabu, 07 Okt 2026 08:21
Ekbis
FIN Expo BIK 2026 Perluas Akses Keuangan, Transaksi Tembus Rp42,9 Miliar
Selama tiga hari pelaksanaan, Fin Expo BIK 2026 yang digelar OJK Sulselbar mencatat total nominal transaksi dan inklusi keuangan mencapai Rp42,94 miliar.
Senin, 05 Okt 2026 14:10
Ekbis
OJK Sulselbar Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Literasi Keuangan
OJK Sulselbar menyiapkan anak muda untuk mengambil dapat mengambil peran dalam memperluas edukasi keuangan melalui pemilihan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan.
Minggu, 04 Okt 2026 20:38
Ekbis
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel
Selain meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, kegiatan ini juga diharapkan mendorong transaksi dan aktivitas ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan.
Sabtu, 03 Okt 2026 19:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Salurkan Bonus Rp609 Juta untuk Petani Kakao
2
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
3
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
4
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
5
GIIAS Makassar 2026 Hadirkan 14 Merek Kendaraan, Siap Pamerkan Teknologi Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Salurkan Bonus Rp609 Juta untuk Petani Kakao
2
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
3
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
4
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
5
GIIAS Makassar 2026 Hadirkan 14 Merek Kendaraan, Siap Pamerkan Teknologi Terbaru