Kinerja Moncer, BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun
Rabu, 06 Mei 2026 10:17
Dalam RUPST yang digelar di Jakarta, 5 Mei 2026, BSI memutuskan pembagian dividen tunai sebesar 20% dari total laba bersih, atau setara Rp1,51 triliun. Foto/Istimewa
JAKARTA - Kinerja solid sepanjang 2025 membawa kabar baik bagi pemegang saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, 5 Mei 2026, perseroan memutuskan pembagian dividen tunai sebesar 20% dari total laba bersih, atau setara Rp1,51 triliun.
Dengan keputusan tersebut, nilai dividen per lembar saham mencapai Rp32,81. Angka ini meningkat 44% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu dividen yang dibagikan sebesar 15% dari laba bersih atau Rp1,05 triliun, dengan nilai Rp22,78 per saham untuk emiten berkode BRIS. Kenaikan ini sekaligus mencerminkan komitmen perseroan dalam “Melayani Sepenuh Hati” bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan (DPS). Jadwal pembagian dividen akan diumumkan lebih lanjut oleh manajemen BSI.
Sepanjang tahun buku 2025, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun. Dari jumlah tersebut, 80% atau sekitar Rp6,05 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Capaian ini ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang tetap terjaga kualitasnya, peningkatan dana murah, serta percepatan transformasi digital yang meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan layanan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan bahwa fundamental yang kuat turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perseroan. Hal ini tercermin dari penambahan lebih dari 2 juta nasabah baru sepanjang 2025, sehingga total nasabah mencapai 23 juta hingga akhir tahun.
Lebih lanjut Anggoro menyatakan kebijakan dividen tetap dijalankan secara seimbang antara memberikan return optimal kepada pemegang saham dan menjaga kekuatan permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. "Kami adalah bank syariah yang terus tumbuh terlebih setelah memiliki dual licence sebagai bank syariah dan juga bullion bank," ujar dia.
Melalui strategi tersebut, BSI optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri perbankan syariah nasional sekaligus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Dalam RUPST Tahun Buku 2025, terdapat sembilan agenda utama yang diputuskan, yaitu:
• Persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan laporan keuangan, termasuk laporan pengawasan Dewan Komisaris, serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja tahun buku 2025.
• Persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025.
• Penetapan remunerasi Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah untuk tahun buku 2026 serta penghargaan kinerja 2025.
• Penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
• Pendelegasian kewenangan terkait persetujuan RJPP 2026–2030 dan RKAP 2027 beserta perubahannya.
• Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025.
• Perubahan anggaran dasar perseroan.
• Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris.
• Penegasan penyesuaian masa jabatan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah sesuai anggaran dasar.
Dengan keputusan tersebut, nilai dividen per lembar saham mencapai Rp32,81. Angka ini meningkat 44% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu dividen yang dibagikan sebesar 15% dari laba bersih atau Rp1,05 triliun, dengan nilai Rp22,78 per saham untuk emiten berkode BRIS. Kenaikan ini sekaligus mencerminkan komitmen perseroan dalam “Melayani Sepenuh Hati” bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan (DPS). Jadwal pembagian dividen akan diumumkan lebih lanjut oleh manajemen BSI.
Sepanjang tahun buku 2025, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun. Dari jumlah tersebut, 80% atau sekitar Rp6,05 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Capaian ini ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang tetap terjaga kualitasnya, peningkatan dana murah, serta percepatan transformasi digital yang meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan layanan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan bahwa fundamental yang kuat turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perseroan. Hal ini tercermin dari penambahan lebih dari 2 juta nasabah baru sepanjang 2025, sehingga total nasabah mencapai 23 juta hingga akhir tahun.
Lebih lanjut Anggoro menyatakan kebijakan dividen tetap dijalankan secara seimbang antara memberikan return optimal kepada pemegang saham dan menjaga kekuatan permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. "Kami adalah bank syariah yang terus tumbuh terlebih setelah memiliki dual licence sebagai bank syariah dan juga bullion bank," ujar dia.
Melalui strategi tersebut, BSI optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri perbankan syariah nasional sekaligus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Dalam RUPST Tahun Buku 2025, terdapat sembilan agenda utama yang diputuskan, yaitu:
• Persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan laporan keuangan, termasuk laporan pengawasan Dewan Komisaris, serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja tahun buku 2025.
• Persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025.
• Penetapan remunerasi Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah untuk tahun buku 2026 serta penghargaan kinerja 2025.
• Penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
• Pendelegasian kewenangan terkait persetujuan RJPP 2026–2030 dan RKAP 2027 beserta perubahannya.
• Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025.
• Perubahan anggaran dasar perseroan.
• Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris.
• Penegasan penyesuaian masa jabatan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah sesuai anggaran dasar.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Kolaborasi Pelindo Jasa Maritim & BSI Dukung UMKM Naik Kelas
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) bersama BSI UMKM Center Makassar memperkuat kolaborasi dalam mendorong transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kamis, 09 Jul 2026 15:31
Ekbis
BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun, Ditopang CASA & Bisnis Emas
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan.
Rabu, 08 Jul 2026 11:53
Ekbis
BRI Perkuat Transformasi, Dividen Tembus Rekor Rp52,1 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membagikan dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham.
Selasa, 07 Jul 2026 14:09
Ekbis
BSI Apresiasi Penempatan SAL, Siap Perkuat Pembiayaan Produktif
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan.
Selasa, 30 Jun 2026 07:37
News
Momentum HUT ke-18 Sigi, BSI Maslahat Bantu Pemulihan Korban Gempa
BSI Maslahat menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp50 juta guna mendukung penanganan dan pemulihan warga yang terdampak bencana di Sigi.
Kamis, 25 Jun 2026 22:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
3
Hilang Sejak Juli 2024, Jasad Mitha Wanita Asal Wajo Akhirnya Ditemukan di Jurang Morowali
4
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
5
Asmo Sulsel Tebar Promo Spesial untuk Konsumen Luwu Raya & Toraja
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
3
Hilang Sejak Juli 2024, Jasad Mitha Wanita Asal Wajo Akhirnya Ditemukan di Jurang Morowali
4
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
5
Asmo Sulsel Tebar Promo Spesial untuk Konsumen Luwu Raya & Toraja