OJK - ILO Luncurkan ERP untuk Tingkatkan Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah
Jum'at, 12 Jun 2026 09:23
OJK bersama ILO meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan program akses keuangan inklusif bagi peternak sapi perah di Jawa Timur. Foto/Istimewa
MALANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan program akses keuangan inklusif bagi peternak sapi perah di Jawa Timur. Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan formal sekaligus mendorong digitalisasi sektor peternakan rakyat.
Peluncuran yang berlangsung di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Kamis (11/6), merupakan bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT. Program kolaboratif antara ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK tersebut didukung Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).
Program ini hadir untuk menjawab berbagai kendala yang selama ini dihadapi peternak dalam memperoleh pembiayaan formal, terutama akibat minimnya data usaha yang terdokumentasi secara memadai. Selain memperluas akses keuangan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat rantai nilai usaha, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan ekosistem peternakan sapi perah yang lebih berkelanjutan.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengatakan banyak peternak masih terkendala dalam mengakses pembiayaan karena keterbatasan data yang valid dan terukur.
“Peternak kerap menghadapi hambatan dalam memperoleh pembiayaan formal akibat asimetri informasi, mulai dari profil usaha yang belum jelas, kapasitas produksi yang tidak terdokumentasi dengan baik, hingga kondisi keuangan yang belum tercatat secara memadai,” ujar Adi.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong OJK melalui Pusat Inovasi OJK Infinity menjalin kolaborasi strategis dengan ILO melalui program PROMISE 2 IMPACT. Program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Adi menjelaskan, digitalisasi ekosistem sapi perah dibangun melalui dua pilar utama, yakni penguatan ekosistem usaha dan penyediaan infrastruktur digital yang andal. Melalui sistem ERP, data produksi, operasional, dan keuangan koperasi dapat tercatat secara sistematis dan real time sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi usaha peternak.
Lebih lanjut, ERP akan terintegrasi dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK). Integrasi ini diharapkan mampu membangun profil kredit peternak secara lebih objektif dan membuka akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal.
“Data yang dihasilkan ERP memungkinkan pemeringkat kredit alternatif menyusun profil kredit peternak secara lebih akurat dan inklusif. Bersama PAJK, sistem ini menjadi penghubung antara peternak rakyat dan ekosistem jasa keuangan formal yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.
Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menilai transformasi digital berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan usaha masyarakat.
“Digitalisasi dapat memperluas akses pembiayaan, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan usaha, serta membuka peluang kerja yang lebih baik. Kemitraan ini menunjukkan bagaimana inovasi, kebijakan publik, dan kolaborasi multipihak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, H.E. Olivier Zehnder, menegaskan bahwa penguatan pelaku usaha lokal merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Ketika peternak memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi, teknologi, dan layanan keuangan, mereka akan lebih mampu berinvestasi, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, menyampaikan bahwa sektor sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Menurut Adhy, penguatan sektor sapi perah tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi susu, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan peternak, penguatan koperasi, dan pembangunan ekonomi pedesaan yang lebih tangguh.
Peluncuran ini menandai selesainya pengembangan sistem ERP yang telah terintegrasi dengan layanan PKA di tiga koperasi sapi perah prioritas di Jawa Timur, yakni KAN Jabung, Koperasi Peternak Sapi Perah Setia Kawan (KPSP Setia Kawan), dan KPUD Tani Wilis. Ketiga koperasi tersebut menaungi lebih dari 10.000 anggota.
Sebagai tindak lanjut, OJK juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai pemangku kepentingan guna memperluas implementasi program ke wilayah lain di Jawa Timur. Model yang telah diterapkan di tiga koperasi tersebut diharapkan dapat direplikasi pada sektor dan daerah lain di Indonesia.
Peluncuran yang berlangsung di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Kamis (11/6), merupakan bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT. Program kolaboratif antara ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK tersebut didukung Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).
Program ini hadir untuk menjawab berbagai kendala yang selama ini dihadapi peternak dalam memperoleh pembiayaan formal, terutama akibat minimnya data usaha yang terdokumentasi secara memadai. Selain memperluas akses keuangan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat rantai nilai usaha, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan ekosistem peternakan sapi perah yang lebih berkelanjutan.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengatakan banyak peternak masih terkendala dalam mengakses pembiayaan karena keterbatasan data yang valid dan terukur.
“Peternak kerap menghadapi hambatan dalam memperoleh pembiayaan formal akibat asimetri informasi, mulai dari profil usaha yang belum jelas, kapasitas produksi yang tidak terdokumentasi dengan baik, hingga kondisi keuangan yang belum tercatat secara memadai,” ujar Adi.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong OJK melalui Pusat Inovasi OJK Infinity menjalin kolaborasi strategis dengan ILO melalui program PROMISE 2 IMPACT. Program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Adi menjelaskan, digitalisasi ekosistem sapi perah dibangun melalui dua pilar utama, yakni penguatan ekosistem usaha dan penyediaan infrastruktur digital yang andal. Melalui sistem ERP, data produksi, operasional, dan keuangan koperasi dapat tercatat secara sistematis dan real time sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi usaha peternak.
Lebih lanjut, ERP akan terintegrasi dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK). Integrasi ini diharapkan mampu membangun profil kredit peternak secara lebih objektif dan membuka akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal.
“Data yang dihasilkan ERP memungkinkan pemeringkat kredit alternatif menyusun profil kredit peternak secara lebih akurat dan inklusif. Bersama PAJK, sistem ini menjadi penghubung antara peternak rakyat dan ekosistem jasa keuangan formal yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.
Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menilai transformasi digital berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan usaha masyarakat.
“Digitalisasi dapat memperluas akses pembiayaan, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan usaha, serta membuka peluang kerja yang lebih baik. Kemitraan ini menunjukkan bagaimana inovasi, kebijakan publik, dan kolaborasi multipihak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, H.E. Olivier Zehnder, menegaskan bahwa penguatan pelaku usaha lokal merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Ketika peternak memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi, teknologi, dan layanan keuangan, mereka akan lebih mampu berinvestasi, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, menyampaikan bahwa sektor sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Menurut Adhy, penguatan sektor sapi perah tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi susu, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan peternak, penguatan koperasi, dan pembangunan ekonomi pedesaan yang lebih tangguh.
Peluncuran ini menandai selesainya pengembangan sistem ERP yang telah terintegrasi dengan layanan PKA di tiga koperasi sapi perah prioritas di Jawa Timur, yakni KAN Jabung, Koperasi Peternak Sapi Perah Setia Kawan (KPSP Setia Kawan), dan KPUD Tani Wilis. Ketiga koperasi tersebut menaungi lebih dari 10.000 anggota.
Sebagai tindak lanjut, OJK juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai pemangku kepentingan guna memperluas implementasi program ke wilayah lain di Jawa Timur. Model yang telah diterapkan di tiga koperasi tersebut diharapkan dapat direplikasi pada sektor dan daerah lain di Indonesia.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.949 Triliun, OJK Perkuat Basis Data
Hingga Juli 2026, total pembiayaan UMKM dari berbagai sektor jasa keuangan mencapai Rp1.949 triliun, tumbuh 3,09 persen secara tahunan.
Rabu, 07 Okt 2026 08:21
Ekbis
FIN Expo BIK 2026 Perluas Akses Keuangan, Transaksi Tembus Rp42,9 Miliar
Selama tiga hari pelaksanaan, Fin Expo BIK 2026 yang digelar OJK Sulselbar mencatat total nominal transaksi dan inklusi keuangan mencapai Rp42,94 miliar.
Senin, 05 Okt 2026 14:10
Ekbis
OJK Sulselbar Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Literasi Keuangan
OJK Sulselbar menyiapkan anak muda untuk mengambil dapat mengambil peran dalam memperluas edukasi keuangan melalui pemilihan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan.
Minggu, 04 Okt 2026 20:38
Ekbis
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel
Selain meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, kegiatan ini juga diharapkan mendorong transaksi dan aktivitas ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan.
Sabtu, 03 Okt 2026 19:46
Ekbis
OJK Tetapkan Kebijakan Khusus Kredit bagi Debitur Terdampak Gempa NTT
Kebijakan perlakuan khusus bagi kredit & pembiayaan debitur terdampak bencana di NTT tersebut berlaku selama tiga tahun sejak ditetapkan pada 28 September 2026.
Sabtu, 03 Okt 2026 12:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
3
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
4
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
5
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
3
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
4
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
5
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei