PLN UIP Sulawesi Dorong Pengembangan Kopi Batui, Perkuat Hilirisasi & Ekonomi Warga

Rabu, 17 Jun 2026 16:43
PLN UIP Sulawesi Dorong Pengembangan Kopi Batui, Perkuat Hilirisasi & Ekonomi Warga
Salah satu program TJSL PLN UIp Sulawesi berupa pengembangan budidaya kopi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang kini mulai menunjukkan hasil signifikan. Foto/Istimewa
Comment
Share
BANGGAI - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu wujudnya terlihat dari pengembangan budidaya kopi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang kini mulai menunjukkan hasil signifikan.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Kopi Batui Oishii pada Rabu (10/6). Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung perkembangan program elektrifikasi pertanian serta pelatihan hilirisasi yang telah dijalankan selama dua tahun terakhir.

Program tersebut memanfaatkan area di bawah koridor aman Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTMG Luwuk, yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kini, kawasan itu berubah menjadi lahan produktif yang dikelola masyarakat untuk budidaya kopi.

Dalam peninjauan tersebut, Aditya melihat langsung rangkaian proses produksi kopi, mulai dari budidaya hingga pengolahan pascapanen. Pemanfaatan teknologi berbasis listrik juga telah diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, termasuk pengolahan menjadi produk bernilai tambah seperti biji kopi sangrai (roasted bean) dan kopi bubuk siap jual.

Ia menegaskan bahwa PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

“PLN ingin memastikan program yang telah berjalan dapat terus memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui elektrifikasi agrikultur dan pelatihan hilirisasi, kami mendorong terciptanya nilai tambah dari sektor pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” ujar Aditya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan di bawah jalur transmisi menjadi kebun kopi merupakan contoh sinergi antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Selain meningkatkan produktivitas warga, program ini juga menunjukkan bahwa keberadaan jaringan listrik dapat memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar.

Dari sisi masyarakat, Ketua Kelompok Tani Kopi Batui Oishii, Fadly HI Umar, menyampaikan bahwa pendampingan PLN telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan usaha.

“Bantuan elektrifikasi agrikultur mempercepat proses produksi, sementara pelatihan hilirisasi memberi kami pengetahuan untuk menghasilkan produk kopi yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih baik. Kami selalu memegang semangat bahwa dari secangkir kopi lahir sejuta inspirasi untuk terus berkembang dan memberdayakan masyarakat sekitar,” ungkap Fadly.

Melalui program TJSL ini, PLN UIP Sulawesi tidak hanya mendorong peningkatan hasil budidaya kopi, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Rantai usaha dikembangkan mulai dari budidaya, pengolahan pascapanen, hingga produk siap dipasarkan.

PLN berharap program ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar infrastruktur ketenagalistrikan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru