Legislator Makassar Usulkan Pemilihan RT Kembali ke Mekanisme Lama
Minggu, 07 Des 2025 23:06
Anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso saat memberikan keterangan di Hotel Karebosi Condotel, Minggu (7/12/2025). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Pelaksanaan pemilihan RT serentak dinilai belum siap secara teknis. Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi menyeluruh, termasuk mempertimbangkan kembali mekanisme pemilihan lama berbasis musyawarah agar lebih kondusif dan berkeadilan.
Usulan ini diungkap anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyoroti pelaksanaan pemilihan RT serentak yang digelar pada Rabu (3/12/2025). Ia menilai proses tersebut masih menyisakan sejumlah persoalan teknis di lapangan.
Andi Hadi mengaku telah melakukan kunjungan ke beberapa wilayah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dari hasil pantauannya, ia menilai sebagian panitia penyelenggara belum siap, sehingga tahapan pemilihan tidak berjalan sesuai jadwal.
“Kertas suara bahkan di sejumlah kelurahan dan warga harus menunggu hingga pukul 10 pagi karena proses baru dimulai, padahal seharusnya berjalan sejak pukul 7 pagi,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melihat adanya raut kekecewaan masyarakat akibat ketidaksiapan tersebut. Namun demikian, ia mengimbau warga untuk tetap bersikap dewasa dalam menyikapi hasil pemilihan.
“Seluruh masyarakat harus tetap dewasa dalam berdemokrasi. Dalam setiap pemilihan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, dan keduanya harus menerima hasil dengan lapang dada,” tegasnya, Minggu (7/12/2025).
Di sisi lain, Andi Hadi menekankan bahwa honor RT harus sejalan dengan kinerja. Menurutnya, tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat harus dijalankan secara maksimal, sebab insentif yang diberikan justru kerap memicu persaingan tidak sehat.
“Saya harap semua calon tidak terlalu bereuforia saat menang, karena jabatan RT/RW adalah amanah yang besar. Gaji sekitar Rp1,5 juta dan itu tidak diberikan begitu saja. Pembayaran dilakukan sesuai kinerja, sehingga RT atau RW yang malas tidak layak menerima penuh hak tersebut,” tandasnya.
Legislator daerah pemilihan III Kota Makassar itu kemudian memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Makassar untuk mempertimbangkan kembali sistem pemilihan RT dengan mekanisme sebelumnya.
“Kalau pemilihan lama tidak menggunakan dana khusus. Pemilihan berbasis musyawarah tanpa insentif akan mengurangi persaingan yang berpotensi memicu pertikaian warga,” ujarnya saat ditemui di Hotel Karebosi Condotel.
Kendati demikian, Andi Hadi tetap menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Makassar selaku penyelenggara, yang telah mencoba menerapkan sistem baru dalam pemilihan RT serentak.
“Proses ini penting sebagai pembelajaran awal bagi Kota Makassar untuk memperbaiki tata kelola pemilihan di tingkat akar rumput,” tuturnya.
Ketua DPD PKS Kota Makassar itu juga menyoroti pelaksanaan pemilihan ulang di sejumlah TPS.
“Wajar jika pemerintah memutuskan untuk mengulang pemilihan. Pengulangan harus dilakukan jika ditemukan kecacatan dalam proses, demi menjaga keadilan dan ketertiban masyarakat,” paparnya.
Di akhir pernyataannya, Andi Hadi Ibrahim Baso meminta seluruh camat, lurah, hingga aparatur pemerintah menjaga netralitas dalam setiap tahapan pemilihan RT/RW.
“Komitmen ASN sangat penting agar situasi di lapangan tetap kondusif dan tidak memicu konflik baru. Bila ditemukan pelanggaran, proses hukum dan sanksi harus ditegakkan. Pihak-pihak yang terbukti bermain atau mengintervensi pemilihan tidak boleh kembali dilibatkan,” harapnya.
Usulan ini diungkap anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyoroti pelaksanaan pemilihan RT serentak yang digelar pada Rabu (3/12/2025). Ia menilai proses tersebut masih menyisakan sejumlah persoalan teknis di lapangan.
Andi Hadi mengaku telah melakukan kunjungan ke beberapa wilayah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dari hasil pantauannya, ia menilai sebagian panitia penyelenggara belum siap, sehingga tahapan pemilihan tidak berjalan sesuai jadwal.
“Kertas suara bahkan di sejumlah kelurahan dan warga harus menunggu hingga pukul 10 pagi karena proses baru dimulai, padahal seharusnya berjalan sejak pukul 7 pagi,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melihat adanya raut kekecewaan masyarakat akibat ketidaksiapan tersebut. Namun demikian, ia mengimbau warga untuk tetap bersikap dewasa dalam menyikapi hasil pemilihan.
“Seluruh masyarakat harus tetap dewasa dalam berdemokrasi. Dalam setiap pemilihan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, dan keduanya harus menerima hasil dengan lapang dada,” tegasnya, Minggu (7/12/2025).
Di sisi lain, Andi Hadi menekankan bahwa honor RT harus sejalan dengan kinerja. Menurutnya, tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat harus dijalankan secara maksimal, sebab insentif yang diberikan justru kerap memicu persaingan tidak sehat.
“Saya harap semua calon tidak terlalu bereuforia saat menang, karena jabatan RT/RW adalah amanah yang besar. Gaji sekitar Rp1,5 juta dan itu tidak diberikan begitu saja. Pembayaran dilakukan sesuai kinerja, sehingga RT atau RW yang malas tidak layak menerima penuh hak tersebut,” tandasnya.
Legislator daerah pemilihan III Kota Makassar itu kemudian memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Makassar untuk mempertimbangkan kembali sistem pemilihan RT dengan mekanisme sebelumnya.
“Kalau pemilihan lama tidak menggunakan dana khusus. Pemilihan berbasis musyawarah tanpa insentif akan mengurangi persaingan yang berpotensi memicu pertikaian warga,” ujarnya saat ditemui di Hotel Karebosi Condotel.
Kendati demikian, Andi Hadi tetap menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Makassar selaku penyelenggara, yang telah mencoba menerapkan sistem baru dalam pemilihan RT serentak.
“Proses ini penting sebagai pembelajaran awal bagi Kota Makassar untuk memperbaiki tata kelola pemilihan di tingkat akar rumput,” tuturnya.
Ketua DPD PKS Kota Makassar itu juga menyoroti pelaksanaan pemilihan ulang di sejumlah TPS.
“Wajar jika pemerintah memutuskan untuk mengulang pemilihan. Pengulangan harus dilakukan jika ditemukan kecacatan dalam proses, demi menjaga keadilan dan ketertiban masyarakat,” paparnya.
Di akhir pernyataannya, Andi Hadi Ibrahim Baso meminta seluruh camat, lurah, hingga aparatur pemerintah menjaga netralitas dalam setiap tahapan pemilihan RT/RW.
“Komitmen ASN sangat penting agar situasi di lapangan tetap kondusif dan tidak memicu konflik baru. Bila ditemukan pelanggaran, proses hukum dan sanksi harus ditegakkan. Pihak-pihak yang terbukti bermain atau mengintervensi pemilihan tidak boleh kembali dilibatkan,” harapnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Siapkan Strategi Hidupkan Kembali Tiga Terminal di Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama bersama jajaran Perumda Terminal Makassar Metro membahas langkah strategis optimalisasi pengelolaan tiga terminal di Balaikota Makassar, Kamis (22/1/2026).
Jum'at, 23 Jan 2026 10:17
Makassar City
Pemerintah Tertibkan Lapak PKL di Samping Kampus UMI Makassar
Satpol PP Kecamatan Panakkukang bersama Satlinmas Kelurahan Pampang dan unsur RT/RW menertibkan sejumlah lapak pedagang kaki lima di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Pampang, Kota Makassar.
Kamis, 22 Jan 2026 16:58
News
KLH Apresiasi Strategi Hulu–Hilir Pemkot Makassar Tekan Beban TPA
Pemerintah Kota Makassar mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) atas upaya pembenahan pengelolaan sampah secara terintegrasi dari sumber hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Kamis, 22 Jan 2026 16:23
Makassar City
Andi Hadi Sebut Usulan Musrenbang Berulang Dipicu Perbaikan Infrastruktur Tak Tuntas
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menilai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan masih bersifat monoton.
Selasa, 20 Jan 2026 22:54
Makassar City
Mulai 2026, Pemkot Makassar Wajibkan Pengembang Serahkan PSU di Awal
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bakal menerapkan akan mengubah kebijakan tata kelola pengembang, dengan mewajibkan penyerahan PSU di awal proses pembangunan.
Selasa, 20 Jan 2026 08:07
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Ketujuh, Tim SAR Temukan Bagian Tubuh Korban Kesepuluh Pesawat ATR 42-500
2
Temukan Semua Korban, Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Resmi Ditutup
3
TNI–Polri Sikat Arena Judi Sabung Ayam di Bangkala Barat Jeneponto
4
LPPA-RI Duga Terjadi Penyimpangan pada Proyek Jaringan Air Karalloe
5
Kapolres Jeneponto Sidak Polsek Tamalatea, Pastikan Layanan Siaga
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Ketujuh, Tim SAR Temukan Bagian Tubuh Korban Kesepuluh Pesawat ATR 42-500
2
Temukan Semua Korban, Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Resmi Ditutup
3
TNI–Polri Sikat Arena Judi Sabung Ayam di Bangkala Barat Jeneponto
4
LPPA-RI Duga Terjadi Penyimpangan pada Proyek Jaringan Air Karalloe
5
Kapolres Jeneponto Sidak Polsek Tamalatea, Pastikan Layanan Siaga