PU Makassar Tuntaskan Perbaikan Infrastruktur di Ratusan Titik Sepanjang 2025
Jum'at, 02 Jan 2026 17:24
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, saat ditemui di ruangannya, Jumat (2/1/2025). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mencatat sebanyak 105 ruas jalan berhasil diperbaiki melalui pekerjaan pengaspalan sepanjang tahun 2025.
Perbaikan tersebut menyasar jalan-jalan lingkungan hingga penghubung antarwilayah yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dan menghambat mobilitas warga.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan program peningkatan kualitas jalan juga diperkuat melalui pekerjaan paving block. Sebanyak 135 ruas jalan direalisasikan melalui skema belanja modal, sementara 126 ruas lainnya ditangani melalui program pemeliharaan oleh satuan tugas (satgas).
"Dinas PU juga mencatatkan capaian signifikan. Sepanjang 2025, dilakukan pembangunan drainase pada 32 ruas, serta rehabilitasi drainase di 84 ruas lainnya," jabarnya, Jumat (2/1/2026).
Ia menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja terukur dan berkesinambungan yang dilakukan jajarannya di bawah arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham..
"Fokus utama diarahkan pada pembenahan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada aktivitas dan keselamatan masyarakat. Sepanjang tahun 2025, kami mencatat penyelesaian pekerjaan infrastruktur di ratusan ruas, baik melalui skema belanja modal maupun pemeliharaan oleh satuan tugas," ujarnya.
Lebih lanjut, Zuhaelsi menjelaskan, pada sektor jalan, Dinas PU Makassar berhasil menyelesaikan 105 ruas jalan aspal melalui belanja modal, serta 67 ruas jalan aspal melalui program pemeliharaan satgas.
"Pekerjaan ini menyasar jalan-jalan lingkungan permukiman hingga ruas strategis yang menunjang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi," jelas Zuhaelsi dalam keterangan resminya.
Selain itu, pekerjaan peningkatan kualitas jalan lingkungan juga dilakukan melalui pemasangan paving block, dengan capaian 135 ruas paving melalui belanja modal dan 126 ruas paving melalui pemeliharaan satgas.
"Dinas PU mencatat pembangunan drainase baru pada 32 ruas, serta rehabilitasi drainase di 84 ruas lainnya. Penanganan ini kami, lakukan secara bertahap, khususnya di kawasan rawan genangan dan wilayah dengan kepadatan lalu lintas tinggi," jelasnya.
Zuhaelsi menuturkan, selain pembangunan dan rehabilitasi drainase utama, pihaknya juga melakukan penanganan teknis berupa pembuatan tali-tali air, yakni saluran pembuang dari badan jalan menuju drainase utama, guna mencegah genangan air di permukaan jalan.
"Pekerjaan tersebut antara lain dilakukan di Jalan Ahmad Yani depan Kantor Wali Kota Makassar, Jalan Jenderal Sudirman di depan Bank BNI, Bank Indonesia, hingga kawasan Menara Bosowa, Jalan Metro Tanjung Bunga di depan Hotel The Rinra dan sisi Anjungan Pantai Losari, Jalan Andi Djemma, Jalan Riburane di depan RRI, serta Jalan Monginsidi," tuturnya.
Selain itu, penanganan titik-titik genangan juga dilakukan melalui pembangunan dan pembenahan saluran drainase di sejumlah lokasi krusial. Di antaranya pembangunan dan pembenahan drainase di Jalan Andi Tonro (depan Pemakaman Andi Tonro), pembangunan saluran alam di Jalan Poros Sudiang (Asrama Haji).
Kemudian, kawasan belakang BTN Tirasa dan Kompleks Green Residence Sudiang, serta pembuatan saluran alam di bagian hilir saluran yang mengarah ke Sungai Balang Tonjong, yang selama ini menyebabkan genangan di Jalan Poros Paccerakkang.
"Di sisi lain, kami di Dinas PU juga aktif merespons laporan dan aduan masyarakat yang masuk sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 408 laporan warga, kami terima di tahun 2026, dengan 292 laporan berhasil kami tindaklanjut," tuturnya.
Dari jumlah tersebut, 137 laporan berupa pengerukan drainase, sementara 155 laporan lainnya berkaitan dengan perbaikan jalan aspal maupun paving.
"Penanganan aduan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan berbasis kebutuhan lapangan. Laporan warga menjadi salah satu rujukan utama kami dalam menentukan skala prioritas penanganan, terutama untuk persoalan genangan dan kerusakan jalan lingkungan," terang Zuhaelsi.
Dengan capaian sepanjang 2025 tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas PU tidak hanya mencatat angka statistik, tetapi juga membangun kepercayaan publik bahwa persoalan infrastruktur.
Ia berharap, program-program tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat infrastruktur kota, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di Kota Makassar secara berkelanjutan.
"Dengan capaian dan rencana strategis tersebut, kami Pemerintah Kota Makassar optimistis pembenahan infrastruktur dapat terus berjalan konsisten, terukur, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat," harapnya.
Tak hanya di tahun 2025, memasuki tahun 2026, Dinas PU Kota Makassar telah menyiapkan sejumlah program strategis yang akan menjadi fokus pembangunan lanjutan.
Beberapa di antaranya adalah pembangunan Stadion Untia, pembangunan Makassar Government Center (MGC) tahap II, pembangunan Gedung Dinas Pendidikan Kota Makassar, pembangunan Jalan Kampung Romang Tanggaya, serta pembangunan jalan akses menuju TPA Tamangapa dan perbaikan di dalam area TPA.
Sekadar info, filosofi pembangunan yang diusung adalah menyelesaikan masalah sedikit demi sedikit, namun konsisten, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat, hasilnya mulai terlihat nyata.
Aksi senyap tapi nyata sepanjang tahun 2025 kini mulai terlihat, Dinas PU Kota Makassar, mencatat kinerja dengan menyelesaikan perbaikan dan peningkatan infrastruktur di ratusan titik yang tersebar di berbagai kecamatan.
Pekerjaan ini menjadi krusial dalam meningkatkan daya tampung dan kelancaran aliran air, khususnya di kawasan padat penduduk dan titik rawan banjir.
Sebagai leading sektor, penanganan teknis juga dilakukan melalui pembuatan tali-tali air, yakni saluran pembuang dari badan jalan menuju drainase utama.
Langkah ini sering kali luput dari perhatian, namun memiliki peran strategis dalam mencegah kerusakan jalan akibat genangan serta memperpanjang usia infrastruktur jalan itu sendiri.
Capaian ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Makassar, pada era kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin berjalan dengan pendekatan yang lebih membumi.
Program-program yang dilaksanakan tidak hanya terukur dari sisi angka dan volume pekerjaan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Jalan lingkungan yang lebih layak, akses yang lebih lancar, serta sistem drainase yang lebih baik menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan kualitas hidup warga Kota Makassar.
Perbaikan tersebut menyasar jalan-jalan lingkungan hingga penghubung antarwilayah yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dan menghambat mobilitas warga.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan program peningkatan kualitas jalan juga diperkuat melalui pekerjaan paving block. Sebanyak 135 ruas jalan direalisasikan melalui skema belanja modal, sementara 126 ruas lainnya ditangani melalui program pemeliharaan oleh satuan tugas (satgas).
"Dinas PU juga mencatatkan capaian signifikan. Sepanjang 2025, dilakukan pembangunan drainase pada 32 ruas, serta rehabilitasi drainase di 84 ruas lainnya," jabarnya, Jumat (2/1/2026).
Ia menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja terukur dan berkesinambungan yang dilakukan jajarannya di bawah arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham..
"Fokus utama diarahkan pada pembenahan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada aktivitas dan keselamatan masyarakat. Sepanjang tahun 2025, kami mencatat penyelesaian pekerjaan infrastruktur di ratusan ruas, baik melalui skema belanja modal maupun pemeliharaan oleh satuan tugas," ujarnya.
Lebih lanjut, Zuhaelsi menjelaskan, pada sektor jalan, Dinas PU Makassar berhasil menyelesaikan 105 ruas jalan aspal melalui belanja modal, serta 67 ruas jalan aspal melalui program pemeliharaan satgas.
"Pekerjaan ini menyasar jalan-jalan lingkungan permukiman hingga ruas strategis yang menunjang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi," jelas Zuhaelsi dalam keterangan resminya.
Selain itu, pekerjaan peningkatan kualitas jalan lingkungan juga dilakukan melalui pemasangan paving block, dengan capaian 135 ruas paving melalui belanja modal dan 126 ruas paving melalui pemeliharaan satgas.
"Dinas PU mencatat pembangunan drainase baru pada 32 ruas, serta rehabilitasi drainase di 84 ruas lainnya. Penanganan ini kami, lakukan secara bertahap, khususnya di kawasan rawan genangan dan wilayah dengan kepadatan lalu lintas tinggi," jelasnya.
Zuhaelsi menuturkan, selain pembangunan dan rehabilitasi drainase utama, pihaknya juga melakukan penanganan teknis berupa pembuatan tali-tali air, yakni saluran pembuang dari badan jalan menuju drainase utama, guna mencegah genangan air di permukaan jalan.
"Pekerjaan tersebut antara lain dilakukan di Jalan Ahmad Yani depan Kantor Wali Kota Makassar, Jalan Jenderal Sudirman di depan Bank BNI, Bank Indonesia, hingga kawasan Menara Bosowa, Jalan Metro Tanjung Bunga di depan Hotel The Rinra dan sisi Anjungan Pantai Losari, Jalan Andi Djemma, Jalan Riburane di depan RRI, serta Jalan Monginsidi," tuturnya.
Selain itu, penanganan titik-titik genangan juga dilakukan melalui pembangunan dan pembenahan saluran drainase di sejumlah lokasi krusial. Di antaranya pembangunan dan pembenahan drainase di Jalan Andi Tonro (depan Pemakaman Andi Tonro), pembangunan saluran alam di Jalan Poros Sudiang (Asrama Haji).
Kemudian, kawasan belakang BTN Tirasa dan Kompleks Green Residence Sudiang, serta pembuatan saluran alam di bagian hilir saluran yang mengarah ke Sungai Balang Tonjong, yang selama ini menyebabkan genangan di Jalan Poros Paccerakkang.
"Di sisi lain, kami di Dinas PU juga aktif merespons laporan dan aduan masyarakat yang masuk sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 408 laporan warga, kami terima di tahun 2026, dengan 292 laporan berhasil kami tindaklanjut," tuturnya.
Dari jumlah tersebut, 137 laporan berupa pengerukan drainase, sementara 155 laporan lainnya berkaitan dengan perbaikan jalan aspal maupun paving.
"Penanganan aduan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan berbasis kebutuhan lapangan. Laporan warga menjadi salah satu rujukan utama kami dalam menentukan skala prioritas penanganan, terutama untuk persoalan genangan dan kerusakan jalan lingkungan," terang Zuhaelsi.
Dengan capaian sepanjang 2025 tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas PU tidak hanya mencatat angka statistik, tetapi juga membangun kepercayaan publik bahwa persoalan infrastruktur.
Ia berharap, program-program tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat infrastruktur kota, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di Kota Makassar secara berkelanjutan.
"Dengan capaian dan rencana strategis tersebut, kami Pemerintah Kota Makassar optimistis pembenahan infrastruktur dapat terus berjalan konsisten, terukur, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat," harapnya.
Tak hanya di tahun 2025, memasuki tahun 2026, Dinas PU Kota Makassar telah menyiapkan sejumlah program strategis yang akan menjadi fokus pembangunan lanjutan.
Beberapa di antaranya adalah pembangunan Stadion Untia, pembangunan Makassar Government Center (MGC) tahap II, pembangunan Gedung Dinas Pendidikan Kota Makassar, pembangunan Jalan Kampung Romang Tanggaya, serta pembangunan jalan akses menuju TPA Tamangapa dan perbaikan di dalam area TPA.
Sekadar info, filosofi pembangunan yang diusung adalah menyelesaikan masalah sedikit demi sedikit, namun konsisten, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat, hasilnya mulai terlihat nyata.
Aksi senyap tapi nyata sepanjang tahun 2025 kini mulai terlihat, Dinas PU Kota Makassar, mencatat kinerja dengan menyelesaikan perbaikan dan peningkatan infrastruktur di ratusan titik yang tersebar di berbagai kecamatan.
Pekerjaan ini menjadi krusial dalam meningkatkan daya tampung dan kelancaran aliran air, khususnya di kawasan padat penduduk dan titik rawan banjir.
Sebagai leading sektor, penanganan teknis juga dilakukan melalui pembuatan tali-tali air, yakni saluran pembuang dari badan jalan menuju drainase utama.
Langkah ini sering kali luput dari perhatian, namun memiliki peran strategis dalam mencegah kerusakan jalan akibat genangan serta memperpanjang usia infrastruktur jalan itu sendiri.
Capaian ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Makassar, pada era kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin berjalan dengan pendekatan yang lebih membumi.
Program-program yang dilaksanakan tidak hanya terukur dari sisi angka dan volume pekerjaan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Jalan lingkungan yang lebih layak, akses yang lebih lancar, serta sistem drainase yang lebih baik menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan kualitas hidup warga Kota Makassar.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Andi Hadi Sebut Usulan Musrenbang Berulang Dipicu Perbaikan Infrastruktur Tak Tuntas
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menilai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan masih bersifat monoton.
Selasa, 20 Jan 2026 22:54
Makassar City
Mulai 2026, Pemkot Makassar Wajibkan Pengembang Serahkan PSU di Awal
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bakal menerapkan akan mengubah kebijakan tata kelola pengembang, dengan mewajibkan penyerahan PSU di awal proses pembangunan.
Selasa, 20 Jan 2026 08:07
Sulsel
Wali Kota Appi Tegaskan Masjid Harus Legal, Bersih dan Berfungsi Sosial
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya pengelolaan masjid yang profesional, memiliki legalitas wakaf yang jelas, menjaga kebersihan, serta berfungsi sebagai pusat pelayanan sosial
Senin, 19 Jan 2026 08:52
Makassar City
Pemkot Makassar Mulai Tahap Pembebasan Lahan Jembatan Baru Barombong
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai merealisasikan langkah pembangunan jembatan kembar Barombong di ruas (sisi kanan) jembatan di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.
Sabtu, 17 Jan 2026 15:29
News
Pemkot Makassar Tegaskan Pengakhiran PKS Pusat Niaga Daya Harus Bebas Risiko Hukum
Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmen untuk segera menuntaskan pengakhiran Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Kalla Inti Karsa (KIK) terkait pengelolaan Pusat Niaga Daya.
Jum'at, 16 Jan 2026 15:31
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Ketiga ATR 42-500
2
Jenazah Florencia Lolita Wibisono Diberangkatkan ke Jakarta Malam Ini
3
Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500
4
Black Box Pesawat ATR 42-500 Masuk Tahap Investigasi KNKT
5
Tim DVI Identifikasi Korban ATR 42-500 Florencia Lolita Wibisono
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Ketiga ATR 42-500
2
Jenazah Florencia Lolita Wibisono Diberangkatkan ke Jakarta Malam Ini
3
Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500
4
Black Box Pesawat ATR 42-500 Masuk Tahap Investigasi KNKT
5
Tim DVI Identifikasi Korban ATR 42-500 Florencia Lolita Wibisono