Dekan FIB Unhas Ungkap Sejarah dan Motivasi Merantau Orang Bugis-Makassar
Kamis, 26 Mar 2026 20:58
Dekan FIB Unhas, Prof. Andi Akhmar, saat ditemui di sela kegiatan PSBM ke-XXVI, di Hotel Claro, Kamis (26/3/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Bagi masyarakat Bugis-Makassar, merantau bukan sekadar perjalanan, melainkan bagian dari kehidupan yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
Fenomena ini tidak hanya berakar pada sejarah panjang, tetapi juga didorong oleh keinginan untuk meningkatkan status sosial dan kesejahteraan ekonomi.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Andi Akhmar, mengungkapkan bahwa tradisi merantau masyarakat Bugis-Makassar telah berlangsung sejak abad ke-17.
“Orang Bugis-Makassar memiliki tradisi merantau yang kuat. Itu ditandai dengan berbagai kajian sejarah sejak abad ke-17. Di mana mereka telah melakukan diaspora ke berbagai wilayah,” katanya, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, jejak diaspora Bugis-Makassar tersebar di berbagai wilayah Nusantara, seperti Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Bahkan, perantauan tersebut juga menjangkau negara lain, seperti Malaysia dan Singapura.
Menurutnya, motivasi merantau tidak semata-mata dipicu oleh konflik atau situasi politik di masa lalu. Faktor ekonomi dan keinginan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik menjadi pendorong utama.
“Banyak dari mereka merantau untuk mengubah status sosial. Ada studi yang menunjukkan petani-petani miskin dari wilayah Ajatappareng pada abad ke-19 meninggalkan kampung halamannya untuk mencari kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Prof. Andi Akhmar menambahkan, keberhasilan di tanah rantau kerap menjadi simbol prestise ketika para perantau kembali ke daerah asal. Kepulangan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Dalam budaya Bugis-Makassar, nilai Siri’ menjadi penting. Ada dorongan untuk sukses di rantau, lalu kembali dan berkontribusi bagi daerah,” katanya saat diwawancarai di sela kegiatan Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro.
Ia juga menyoroti adanya perubahan pola migrasi masyarakat saat ini. Jika pada masa lalu perantauan cenderung dilakukan secara kolektif, kini lebih banyak didominasi oleh individu dengan motivasi profesional dan akademis.
"Meskipun polanya berubah, inti dari merantau tidak bergeser. Tujuannya tetap sebagai upaya mendongkrak status sosial dan membuktikan kesuksesan diri. Spirit Siri’ na Pacce tetap menjadi landasan kuat bagi orang Bugis-Makassar untuk meraih kesuksesan di perantauan,” tutupnya.
Fenomena ini tidak hanya berakar pada sejarah panjang, tetapi juga didorong oleh keinginan untuk meningkatkan status sosial dan kesejahteraan ekonomi.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Andi Akhmar, mengungkapkan bahwa tradisi merantau masyarakat Bugis-Makassar telah berlangsung sejak abad ke-17.
“Orang Bugis-Makassar memiliki tradisi merantau yang kuat. Itu ditandai dengan berbagai kajian sejarah sejak abad ke-17. Di mana mereka telah melakukan diaspora ke berbagai wilayah,” katanya, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, jejak diaspora Bugis-Makassar tersebar di berbagai wilayah Nusantara, seperti Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Bahkan, perantauan tersebut juga menjangkau negara lain, seperti Malaysia dan Singapura.
Menurutnya, motivasi merantau tidak semata-mata dipicu oleh konflik atau situasi politik di masa lalu. Faktor ekonomi dan keinginan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik menjadi pendorong utama.
“Banyak dari mereka merantau untuk mengubah status sosial. Ada studi yang menunjukkan petani-petani miskin dari wilayah Ajatappareng pada abad ke-19 meninggalkan kampung halamannya untuk mencari kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Prof. Andi Akhmar menambahkan, keberhasilan di tanah rantau kerap menjadi simbol prestise ketika para perantau kembali ke daerah asal. Kepulangan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Dalam budaya Bugis-Makassar, nilai Siri’ menjadi penting. Ada dorongan untuk sukses di rantau, lalu kembali dan berkontribusi bagi daerah,” katanya saat diwawancarai di sela kegiatan Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro.
Ia juga menyoroti adanya perubahan pola migrasi masyarakat saat ini. Jika pada masa lalu perantauan cenderung dilakukan secara kolektif, kini lebih banyak didominasi oleh individu dengan motivasi profesional dan akademis.
"Meskipun polanya berubah, inti dari merantau tidak bergeser. Tujuannya tetap sebagai upaya mendongkrak status sosial dan membuktikan kesuksesan diri. Spirit Siri’ na Pacce tetap menjadi landasan kuat bagi orang Bugis-Makassar untuk meraih kesuksesan di perantauan,” tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Ekbis
Kolaborasi LPS - Unhas Cetak Generasi Muda Melek Finansial di Era Digital
Farid mengajak mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak, disiplin, dan bertanggung jawab.
Sabtu, 13 Jun 2026 09:02
Ekbis
LPS Ajak Mahasiswa Unhas Bangun Kesadaran Finansial Sejak Dini
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, dalam kuliah umum bertema “Kesadaran Finansial: Fondasi Integritas dan Kemandirian Generasi Muda” di Kampus Unhas.
Jum'at, 12 Jun 2026 13:20
News
DJKI Dorong Hilirisasi Inovasi Melalui Desain Industri di Universitas Hasanuddin
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar Konsultasi Teknis Optimalisasi Layanan Pasca Pendaftaran Desain Industri di Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa, (9/06/2026)
Selasa, 09 Jun 2026 20:11
News
Puncak Peringatan Dies Natalis ke 74 FH Unhas, Momentum Bangkitkan Ikatan Alumni
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mendukung penuh Puncak Perayaan Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026).
Sabtu, 23 Mei 2026 16:54
News
Appi Dorong Kekuatan Jejaring Alumni Bangun Masa Depan Generasi
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri langsung kegiatan puncak Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas), di halaman FH Unhas
Sabtu, 23 Mei 2026 14:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Icon Plus Bidik Perluasan Pelanggan Iconnet Lewat Semesta Berpesta di Makassar
2
Usung Fitur Lebih Lengkap, Hyundai Gowa Perkenalkan New CRETA di Makassar
3
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
4
Mutasi Besar Polda Sulsel, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Berganti
5
New Honda BeAT Makin Stylish, AHM Tambah Warna & Desain Baru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Icon Plus Bidik Perluasan Pelanggan Iconnet Lewat Semesta Berpesta di Makassar
2
Usung Fitur Lebih Lengkap, Hyundai Gowa Perkenalkan New CRETA di Makassar
3
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
4
Mutasi Besar Polda Sulsel, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Berganti
5
New Honda BeAT Makin Stylish, AHM Tambah Warna & Desain Baru