Fraksi PKB DPRD Makassar Dorong Regulasi Perlindungan Pekerja Kreatif
Rabu, 01 Apr 2026 17:45
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menyoroti polemik penilaian kerja kreatif yang mencuat dalam kasus videografer di Kabupaten Karo.
Ia menilai, standar penilaian kerja kreatif perlu diubah. Menurutnya, proses di balik layar seperti ide, keahlian, dan durasi pengerjaan memiliki bobot yang sama pentingnya dengan hasil akhir.
"Kerja kreatif itu tidak sederhana. Ada proses panjang di dalamnya, mulai dari perencanaan, pengembangan ide, hingga eksekusi. Karena itu, sudah sepatutnya dipahami sebagai pekerjaan yang memiliki nilai dan layak dihargai,” tuturnya, Rabu (1/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap pandangan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. Ia kembali menegaskan bahwa esensi ekonomi kreatif terletak pada apresiasi terhadap proses, bukan semata pada produk akhir.
"Cara pandang terhadap kerja kreatif perlu diluruskan agar tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga dari proses yang melibatkan ide, keahlian, dan waktu," ujar Andi Makmur Burhanuddin.
Ia menilai kasus tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan perhatian terhadap industri kreatif, khususnya di daerah. Pemerintah kota, kata dia, perlu menyikapinya sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kreatif.
Noval, sapaan akrabnya, juga menegaskan komitmen Fraksi PKB DPRD Makassar untuk mengawal pandangan Abdul Muhaimin Iskandar sebagai acuan dalam kebijakan fraksi.
“Kami sejalan dengan pandangan Ketua DPP, dan ini menjadi catatan sekaligus kewajiban moral bagi seluruh anggota Fraksi PKB untuk menindaklanjutinya secara serius, terutama dalam proses legislasi di Kota Makassar,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kota Makassar itu menegaskan perlunya langkah konkret melalui penguatan regulasi daerah. Regulasi tersebut diharapkan mampu melindungi sekaligus memberi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang, seiring dengan kebijakan yang lebih adaptif terhadap dinamika industri.
Menurutnya, besarnya potensi sektor konten digital, desain, dan audiovisual di Makassar harus didukung oleh ekosistem yang kondusif. Tanpa fondasi yang kuat, industri kreatif daerah dinilai sulit berkembang secara berkelanjutan.
“Banyak anak muda hari ini menggantungkan hidupnya di sektor kreatif. Karena itu, perhatian pemerintah daerah menjadi sangat penting, baik dalam bentuk kebijakan, fasilitasi, maupun perlindungan terhadap pelaku usaha kreatif,” paparnya.
Andi Makmur berharap momentum ini tidak berhenti sebagai diskursus semata, tetapi menjadi refleksi bersama untuk memperkuat arah kebijakan daerah yang berpihak pada masa depan ekonomi kreatif.
“Ini momentum untuk memperkuat kesadaran kita bahwa kreativitas itu memiliki nilai. Tinggal bagaimana kita memastikan ruang itu tumbuh dengan baik dan mendapat dukungan yang memadai,” harapnya.
Ia menilai, standar penilaian kerja kreatif perlu diubah. Menurutnya, proses di balik layar seperti ide, keahlian, dan durasi pengerjaan memiliki bobot yang sama pentingnya dengan hasil akhir.
"Kerja kreatif itu tidak sederhana. Ada proses panjang di dalamnya, mulai dari perencanaan, pengembangan ide, hingga eksekusi. Karena itu, sudah sepatutnya dipahami sebagai pekerjaan yang memiliki nilai dan layak dihargai,” tuturnya, Rabu (1/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap pandangan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. Ia kembali menegaskan bahwa esensi ekonomi kreatif terletak pada apresiasi terhadap proses, bukan semata pada produk akhir.
"Cara pandang terhadap kerja kreatif perlu diluruskan agar tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga dari proses yang melibatkan ide, keahlian, dan waktu," ujar Andi Makmur Burhanuddin.
Ia menilai kasus tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan perhatian terhadap industri kreatif, khususnya di daerah. Pemerintah kota, kata dia, perlu menyikapinya sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kreatif.
Noval, sapaan akrabnya, juga menegaskan komitmen Fraksi PKB DPRD Makassar untuk mengawal pandangan Abdul Muhaimin Iskandar sebagai acuan dalam kebijakan fraksi.
“Kami sejalan dengan pandangan Ketua DPP, dan ini menjadi catatan sekaligus kewajiban moral bagi seluruh anggota Fraksi PKB untuk menindaklanjutinya secara serius, terutama dalam proses legislasi di Kota Makassar,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kota Makassar itu menegaskan perlunya langkah konkret melalui penguatan regulasi daerah. Regulasi tersebut diharapkan mampu melindungi sekaligus memberi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang, seiring dengan kebijakan yang lebih adaptif terhadap dinamika industri.
Menurutnya, besarnya potensi sektor konten digital, desain, dan audiovisual di Makassar harus didukung oleh ekosistem yang kondusif. Tanpa fondasi yang kuat, industri kreatif daerah dinilai sulit berkembang secara berkelanjutan.
“Banyak anak muda hari ini menggantungkan hidupnya di sektor kreatif. Karena itu, perhatian pemerintah daerah menjadi sangat penting, baik dalam bentuk kebijakan, fasilitasi, maupun perlindungan terhadap pelaku usaha kreatif,” paparnya.
Andi Makmur berharap momentum ini tidak berhenti sebagai diskursus semata, tetapi menjadi refleksi bersama untuk memperkuat arah kebijakan daerah yang berpihak pada masa depan ekonomi kreatif.
“Ini momentum untuk memperkuat kesadaran kita bahwa kreativitas itu memiliki nilai. Tinggal bagaimana kita memastikan ruang itu tumbuh dengan baik dan mendapat dukungan yang memadai,” harapnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Sidak THM Makassar, DPRD Temukan Pekerja Berusia 16 Tahun
Komisi A DPRD Kota Makassar menemukan pekerja di bawah umur dan izin usaha yang kedaluwarsa saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan KIMA Square.
Jum'at, 16 Okt 2026 06:21
News
PAN Makassar Incar Kursi Pimpinan DPRD, Targetkan Raih 5 hingga 7 Kursi
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Makassar mematok target tinggi pada kontestasi politik mendatang.
Kamis, 08 Okt 2026 12:36
News
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
Organisasi Kepemudaan Pasukan Jihad Kebangkitan Bangsa (Panji Bangsa) menggelar Diskusi Publik bertajuk 'Prabowonomic, Ekonomi Konstitusi, dan Ruang Tumbuh: Percepatan Ekonomi Kelompok Muda Kreatif', di Makassar, Sabtu (26/9/2026).
Sabtu, 26 Sep 2026 20:19
Sulsel
Fauzi Andi Wawo: PKB dan Sindo Makassar Tak Ada Sekat
Ketua DPC PKB Makassar, Fauzi Andi Wawo, memenuhi undangan Sindo Makassar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 di Kantor Sindo Makassar, Kompleks Marinda, Maricaya Selatan, Mamajang pada Kamis (24/09/2026).
Kamis, 24 Sep 2026 15:06
News
DPRD Makassar Rekomendasikan Pencabutan Izin RSIA Paramount
Komisi D DPRD Kota Makassar merampungkan rekomendasi penutupan operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount.
Jum'at, 18 Sep 2026 19:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel