DPPA–Disdik Makassar Diminta Perkuat Edukasi Pencegahan Perilaku Menyimpang
Jum'at, 03 Apr 2026 22:02
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, saat ditemui di Kantor Sementara DPRD Kota Makassar (Eks Kantor Perumnas Regional VII), Jalan Hertasning, Jumat (3/4/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Komisi D DPRD Kota Makassar mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang di kalangan pelajar.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menegaskan pentingnya langkah tersebut sebagai respons terhadap isu perilaku menyimpang di lingkungan sekolah.
“Jadi memang kami minta DPPA ini banyak berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Kalau perlu, di setiap upacara sekolah diumumkan terkait bahayanya, kemudian bagaimana cara pencegahannya secara serentak di semua sekolah,” jelasnya, Jumat.
Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan area krusial yang perlu menjadi prioritas dalam upaya perlindungan anak.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi yang tepat sasaran guna mencegah potensi relasi tidak sehat di lingkungan sekolah, baik antar siswa maupun antara pendidik dan peserta didik.
“Yang paling penting bagaimana siswa ini memahami cara menjaga dirinya. Anak-anak ini kadang belum paham, sehingga rentan terhadap berbagai bentuk penyimpangan maupun tindakan predator,” kata Ari.
Ari turut menyoroti keterbatasan anggaran DPPA dalam menjalankan program sosialisasi. Meski demikian, ia mengapresiasi langkah DPPA yang tetap berupaya melakukan edukasi melalui media sederhana.
“Memang kemarin dari DPPA mengakui keterbatasan anggaran, tetapi mereka berencana membuat selebaran yang akan disampaikan ke sekolah-sekolah. Nantinya dibacakan oleh kepala sekolah saat upacara, sehingga semua siswa, guru, dan wali kelas bisa mendengarkan,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Ia berharap upaya sosialisasi yang dilakukan secara masif dapat meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan siswa.
“Dengan sosialisasi yang masif, kita harap anak-anak bisa lebih memahami dan lebih waspada, sehingga bisa melindungi diri mereka dari potensi bahaya,” pungkasnya.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menegaskan pentingnya langkah tersebut sebagai respons terhadap isu perilaku menyimpang di lingkungan sekolah.
“Jadi memang kami minta DPPA ini banyak berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Kalau perlu, di setiap upacara sekolah diumumkan terkait bahayanya, kemudian bagaimana cara pencegahannya secara serentak di semua sekolah,” jelasnya, Jumat.
Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan area krusial yang perlu menjadi prioritas dalam upaya perlindungan anak.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi yang tepat sasaran guna mencegah potensi relasi tidak sehat di lingkungan sekolah, baik antar siswa maupun antara pendidik dan peserta didik.
“Yang paling penting bagaimana siswa ini memahami cara menjaga dirinya. Anak-anak ini kadang belum paham, sehingga rentan terhadap berbagai bentuk penyimpangan maupun tindakan predator,” kata Ari.
Ari turut menyoroti keterbatasan anggaran DPPA dalam menjalankan program sosialisasi. Meski demikian, ia mengapresiasi langkah DPPA yang tetap berupaya melakukan edukasi melalui media sederhana.
“Memang kemarin dari DPPA mengakui keterbatasan anggaran, tetapi mereka berencana membuat selebaran yang akan disampaikan ke sekolah-sekolah. Nantinya dibacakan oleh kepala sekolah saat upacara, sehingga semua siswa, guru, dan wali kelas bisa mendengarkan,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Ia berharap upaya sosialisasi yang dilakukan secara masif dapat meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan siswa.
“Dengan sosialisasi yang masif, kita harap anak-anak bisa lebih memahami dan lebih waspada, sehingga bisa melindungi diri mereka dari potensi bahaya,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Dinas Pendidikan Makassar Usulkan 79 Sekolah Masuk Program Revitalisasi
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar berkomitmen untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan sampai saat ini.
Selasa, 22 Sep 2026 07:44
News
DPRD Makassar Rekomendasikan Pencabutan Izin RSIA Paramount
Komisi D DPRD Kota Makassar merampungkan rekomendasi penutupan operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount.
Jum'at, 18 Sep 2026 19:45
News
Keluarga Bayi Desak RSIA Paramount Ditutup Permanen Usai RDP DPRD Makassar
Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan kelalaian di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount yang menyebabkan meninggalnya bayi Al Fared Zareen Putra Ilhamsyah, Kamis (17/9/2026).
Jum'at, 18 Sep 2026 00:42
Makassar City
Komisi B Puji Langkah PDAM Makassar Perkuat Distribusi Air di Tengah Kemarau
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum bersama Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar menghadiri rapat kerja dengan Komisi B DPRD Kota Makassar di Kantor DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani, Senin (14/9/2026).
Senin, 14 Sep 2026 17:59
News
Keluarga Bayi Meninggal di RSIA Paramount Makassar Siapkan Langkah Hukum
Keluarga bayi Al Fared Zareen Putra Ilhamsyah bersiap menempuh jalur hukum terkait dugaan kelalaian pelayanan medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar.
Sabtu, 12 Sep 2026 05:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Darmawangsyah Muin Terpilih Ketua HKTI Gowa, Didampingi LBK dan Idris Rate
3
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
4
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
5
Karantina Sulsel Tanam 285 Pohon, TPA Antang Didorong Jadi Hutan Kota
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Darmawangsyah Muin Terpilih Ketua HKTI Gowa, Didampingi LBK dan Idris Rate
3
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
4
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
5
Karantina Sulsel Tanam 285 Pohon, TPA Antang Didorong Jadi Hutan Kota