PDAM Makassar Targetkan Solusi Permanen Atasi Krisis Air di Wilayah Utara

Kamis, 30 Apr 2026 10:37
PDAM Makassar Targetkan Solusi Permanen Atasi Krisis Air di Wilayah Utara
Plt Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, saat ditemui di Kantor Pusat PDAM Kota Makassar, Jl. Dr Ratulangi, Rabu (29/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - PDAM Kota Makassar mengidentifikasi penurunan debit air sebagai kendala utama layanan di wilayah utara Kota Makassar. Persoalan ini mencuat setelah adanya keluhan warga terkait berkurangnya suplai air bersih.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, melakukan tinjauan lapangan bersama Komisi B DPRD Kota Makassar untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Rabu (29/4/2026).

Dalam peninjauan itu, diketahui bahwa penurunan debit air menjadi penyebab utama terganggunya distribusi air ke pelanggan.

"Dalam waktu 2-3 hari ini, Komisi B DPRD Kota Makassar itu akan mengundang pihak ketiga (PT Traya Tirta Makassar) daripada PDAM ini untuk memberikan klarifikasi, terkait kenapa debit air menurun. Dan solusi apa yang kita segera lakukan. Jadi kita fokus ke daerah utara untuk bagaimana memperbaiki itu dengan secepatnya," ucapnya.

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah hunian di wilayah CPI turut mendorong kebutuhan air bersih yang semakin tinggi, sehingga PDAM perlu menambah kapasitas suplai.

"Tadi ketemu dengan orang yang tahu juga tentang itu, akan ditambah debitnya supaya bisa menambah juga pelanggan. Jadi pelayanannya juga seperti itu kita bagaimana mengoptimalkan misalnya di daerah utara. Alhamdulillah kita sudah dibantu oleh Komisi B, di-backup, disupport bagaimana supaya kita ketemu dengan pihak ketiga," ungkapnya kepada wartawan.

Saat ini, PDAM Makassar masih mengidentifikasi kendala teknis dalam pengelolaan air baku yang berdampak pada penurunan debit air.

"Apa langkah-langkahnya dan apa solusinya. Insyallah dalam waktu seminggu ini kami akan ketemu lagi dengan Komisi B DPRD Kota Makassar menindaklanjuti hasil RDP-nya dengan pihak ketiga. Kita akan bertiga dari PDAM, Traya (pihak ketiga), dan Komisi B mencarikan solusi," lanjut Andi Syahrum.

Untuk penanganan sementara, PDAM telah menyiapkan bantuan berupa mobil tangki dan tandon air. Namun, ia mengakui masyarakat lebih mengharapkan solusi permanen.

"Tetapi kita berpikir bagaimana secepatnya supaya jangka panjangnya juga bisa kita penuhi, artinya berkesinambungan dengan DPRD Kota Makassar," akunya.

Andi Syahrum menambahkan, koordinasi dengan PT Traya Tirta Makassar sangat diperlukan karena pengelolaan sumber air baku berada di bawah kendali pihak ketiga tersebut.

"Kenapa debitnya berkurang ke situ? Kalau dari situ kita juga bisa dari situ bisa pipa-pipa yang mungkin ada yang tidak fungsi, ada yang bocor, dan sebagainya," imbuhnya.

Menanggapi klaim terkait jaringan pipa yang tidak dialiri air, PDAM menyatakan akan segera melakukan pengecekan teknis di lapangan.

"Ini kan akan dideteksi apakah pipanya bocor, tetapi untuk sementara kesimpulan daripada PDAM bahwa debitnya yang menurun. Sehingga, untuk mensupport air ke sana itu agak tersendat, agak kurang, sehingga debitnya yang debitnya agak berkurang," ucapnya.

Berdasarkan data terakhir, PDAM mencatat debit air sempat berada di atas 100 liter per detik. Setelah hujan, kapasitas meningkat menjadi lebih dari 300 liter per detik, meski masih di bawah kondisi normal sekitar 400 liter per detik.

"Alhamdulillah kemarin debitnya itu di atas 100 (liter per detik) ini. Setelah hujan, itu sudah di atas 300. Nah, ini kalau mau normal itu kurang lebih 400," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru