DPRD Makassar Sidak Gudang Obat PT Dharma Indo Sukses, RDP Segera Digelar
Kamis, 30 Apr 2026 21:44
Anggota Komisi A dan B DPRD Kota Makassar saat melakukan sidak di PT Dharma Indo Sukses, Jalan Daeng Tata, Kamis (30/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Komisi A dan B DPRD Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di PT Dharma Indo Sukses, Jalan Daeng Tata Nomor 36, Kecamatan Tamalate, Kamis (30/4/2026).
Sidak dihadiri sejumlah anggota Komisi A, yakni Udin Shaputra Malik dan Rachmat Taqwa Qurais. Dari Komisi B, hadir Ismail, Andi Tenri Uji, Irmawati Sila, serta Rezki, bersama pihak PTSP Kota Makassar.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, menyatakan situasi di lokasi berlangsung kondusif. Dugaan adanya penolakan terhadap sidak tidak terbukti.
"Welcome (menerima sidak dengan terbuka) encinya, koko-nya juga, welcome menerima kita dengan baik, karyawannya juga menerima kita dengan baik," ungkapnya kepada wartawan.
Ia menilai keberadaan perusahaan tersebut penting karena berkaitan dengan distribusi obat-obatan bagi masyarakat.
"Jadi kalau kita bertindak semena-mena, nanti masyarakat Makassar 1 juta lebih penduduknya mau kemana, diapakan kalau dia sakit?," akunya.
Ismail menegaskan, gudang tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan obat di fasilitas layanan kesehatan.
"Seandainya hari ini sembako atau gudang apa di selain daripada obat, kita segel hari ini," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak perusahaan akan melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, usai sidak.
"Kita turun memastikan bahwa kita tunggu kebijakan apa yang ada dari Pak Wali. Kita tunggu dulu dia (pihak perusahaan) mau audiensi dengan Bapak Wali Kota Makassar terkait dengan posisi apa, aturannya dari Kementerian Kesehatan, bahwa ini untuk kemaslahatan orang banyak, untuk obat-obat orang banyak," jelasnya.
Menurut Ismail, PT Dharma Indo Sukses berperan sebagai distributor skala besar yang menyuplai kebutuhan medis ke puskesmas, rumah sakit, dan apotek di Makassar.
"Kalau ini disegel tempat obatnya, di mana mau diambilkan? Apotek, Puskesmas, Rumah Sakit di Makassar ngambil di sini. Ini yang suplai," urainya.
Meski demikian, DPRD belum mengambil kesimpulan terkait dugaan pelanggaran. Pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan bersama perusahaan dalam waktu dekat.
"Belum kita lihat (dugaan pelanggaran). Kalau sesuai dengan Perda pasti (disegel), tetapi kita lihat dulu ke Peraturan Kementerian Kesehatan seperti apa, supaya tidak ada benturan aturan satu dengan yang lain," tegasnya.
Sidak dihadiri sejumlah anggota Komisi A, yakni Udin Shaputra Malik dan Rachmat Taqwa Qurais. Dari Komisi B, hadir Ismail, Andi Tenri Uji, Irmawati Sila, serta Rezki, bersama pihak PTSP Kota Makassar.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, menyatakan situasi di lokasi berlangsung kondusif. Dugaan adanya penolakan terhadap sidak tidak terbukti.
"Welcome (menerima sidak dengan terbuka) encinya, koko-nya juga, welcome menerima kita dengan baik, karyawannya juga menerima kita dengan baik," ungkapnya kepada wartawan.
Ia menilai keberadaan perusahaan tersebut penting karena berkaitan dengan distribusi obat-obatan bagi masyarakat.
"Jadi kalau kita bertindak semena-mena, nanti masyarakat Makassar 1 juta lebih penduduknya mau kemana, diapakan kalau dia sakit?," akunya.
Ismail menegaskan, gudang tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan obat di fasilitas layanan kesehatan.
"Seandainya hari ini sembako atau gudang apa di selain daripada obat, kita segel hari ini," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak perusahaan akan melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, usai sidak.
"Kita turun memastikan bahwa kita tunggu kebijakan apa yang ada dari Pak Wali. Kita tunggu dulu dia (pihak perusahaan) mau audiensi dengan Bapak Wali Kota Makassar terkait dengan posisi apa, aturannya dari Kementerian Kesehatan, bahwa ini untuk kemaslahatan orang banyak, untuk obat-obat orang banyak," jelasnya.
Menurut Ismail, PT Dharma Indo Sukses berperan sebagai distributor skala besar yang menyuplai kebutuhan medis ke puskesmas, rumah sakit, dan apotek di Makassar.
"Kalau ini disegel tempat obatnya, di mana mau diambilkan? Apotek, Puskesmas, Rumah Sakit di Makassar ngambil di sini. Ini yang suplai," urainya.
Meski demikian, DPRD belum mengambil kesimpulan terkait dugaan pelanggaran. Pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan bersama perusahaan dalam waktu dekat.
"Belum kita lihat (dugaan pelanggaran). Kalau sesuai dengan Perda pasti (disegel), tetapi kita lihat dulu ke Peraturan Kementerian Kesehatan seperti apa, supaya tidak ada benturan aturan satu dengan yang lain," tegasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
DPRD Makassar Rekomendasikan Pencabutan Izin RSIA Paramount
Komisi D DPRD Kota Makassar merampungkan rekomendasi penutupan operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount.
Jum'at, 18 Sep 2026 19:45
News
Keluarga Bayi Desak RSIA Paramount Ditutup Permanen Usai RDP DPRD Makassar
Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan kelalaian di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount yang menyebabkan meninggalnya bayi Al Fared Zareen Putra Ilhamsyah, Kamis (17/9/2026).
Jum'at, 18 Sep 2026 00:42
Makassar City
Komisi B Puji Langkah PDAM Makassar Perkuat Distribusi Air di Tengah Kemarau
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum bersama Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar menghadiri rapat kerja dengan Komisi B DPRD Kota Makassar di Kantor DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani, Senin (14/9/2026).
Senin, 14 Sep 2026 17:59
News
Keluarga Bayi Meninggal di RSIA Paramount Makassar Siapkan Langkah Hukum
Keluarga bayi Al Fared Zareen Putra Ilhamsyah bersiap menempuh jalur hukum terkait dugaan kelalaian pelayanan medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar.
Sabtu, 12 Sep 2026 05:36
Makassar City
DPRD Makassar Bahas Polemik Anggaran Seragam Gratis
Komisi A dan Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan untuk membahas dugaan penyimpangan anggaran program pengadaan seragam sekolah gratis tahun anggaran 2025, Rabu (9/9/2026).
Kamis, 10 Sep 2026 06:59
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Satu Dekade Kulkas InstaView, LG Indonesia Hadirkan Program Apresiasi Konsumen
2
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
3
Meriah di 17 Kota, BAF Friends Festival Hadirkan Banyak Keseruan untuk Konsumen
4
HAR Soroti Masalah Sampah di Gowa, DPRD Bakal Panggil DLH untuk Klarifikasi
5
PPGA LP2M UNM Gelar Dialog Interaktif RRI, Dorong Remaja Putri Tekuni Bidang STEM
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Satu Dekade Kulkas InstaView, LG Indonesia Hadirkan Program Apresiasi Konsumen
2
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
3
Meriah di 17 Kota, BAF Friends Festival Hadirkan Banyak Keseruan untuk Konsumen
4
HAR Soroti Masalah Sampah di Gowa, DPRD Bakal Panggil DLH untuk Klarifikasi
5
PPGA LP2M UNM Gelar Dialog Interaktif RRI, Dorong Remaja Putri Tekuni Bidang STEM