Program Co-Ops PT Vale Wujudkan Generasi Emas 2045 di Industri Tambang
Rabu, 12 Feb 2025 11:27
PT Vale menunjukkan komitmennya terhadap pertambangan nikel berkelanjutan di Indonesia dengan membuka program Co-ops (Cooperative Education) bagi mahasiswa Unhas. Foto/Dok PT Vale
MAKASSAR - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Group Mining Industry (MIND ID), menunjukkan komitmennya terhadap pertambangan nikel berkelanjutan di Indonesia dengan membuka program Co-ops (Cooperative Education) bagi mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas). Program ini lebih dari sekadar magang, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman yang mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin di industri pertambangan berkelanjutan.
Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan pilar pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Presiden Prabowo, PT Vale memberikan kesempatan bagi mahasiswa semester akhir Unhas untuk mengasah keterampilan dan memahami secara langsung praktik Good Mining Practices (GMP) di Blok Sorowako. Program ini membekali mahasiswa dengan pengalaman teknis, serta memperkenalkan mereka pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam industri.
Chief Human Capital (CHCO) PT Vale, Adriansyah Chaniago, menegaskan keberlanjutan industri pertambangan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan talenta yang memahami tantangan masa depan industri.
“Kami di PT Vale percaya bahwa investasi terbesar adalah investasi pada manusia. Melalui Program Co-ops ini, kami mengharapkan mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja tetapi juga menjadi bagian dari perubahan menuju industri tambang yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program Co-ops Batch III tahun ini melewati proses seleksi ketat. Dari 161 pendaftar, 45 mahasiswa terbaik berhasil lolos seleksi awal yang dilakukan oleh Unhas, termasuk sembilan mahasiswa dari Luwu Timur, yang juga menjadi bagian dari ekosistem operasi PT Vale.
Setelah seleksi administrasi dan wawancara di Gedung LPPM Unhas Tamalanrea, sebanyak 15 mahasiswa terbaik terpilih untuk bergabung langsung dengan berbagai departemen di PT Vale selama enam bulan. Mereka akan didampingi karyawan senior untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang praktik industri, teknologi terbaru, serta implementasi keberlanjutan di sektor pertambangan.
“Kami melihat potensi besar dari mahasiswa Unhas. Mereka tidak hanya memiliki keterampilan akademik, tetapi juga pemikiran kritis dan inovatif yang dapat memberikan perspektif baru bagi perusahaan,” tambah Adriansyah.
Keberhasilan program Co-ops terlihat dari banyaknya alumni yang kini bergabung sebagai karyawan tetap di PT Vale. Program ini menghubungkan dunia akademik dan industri, serta menciptakan peluang kerja bagi talenta muda Indonesia.
Wakil Ketua Tim Co-Ops Unhas, Ilham Alimuddin, menekankan pentingnya inisiatif ini untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. “Sejak program ini berjalan, banyak alumni yang telah direkrut oleh PT Vale, membuktikan bahwa program ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Tahun ini, Co-Ops semakin inklusif dengan membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, seperti Ilmu Kehutanan dan Ilmu Manajemen, yang menunjukkan bahwa industri tambang membutuhkan perspektif beragam untuk masa depan yang lebih baik.
Mahasiswa Teknik Elektro asal Sorowako, Jeremy Christover Paelongan, menganggap program ini sebagai kesempatan emas untuk memahami industri secara lebih mendalam. “Saya ingin membangun pengalaman nyata di dunia industri, khususnya di pertambangan. Melalui Co-Ops, saya bisa belajar langsung dan merasakan tantangan dunia kerja, yang menjadi bekal berharga bagi masa depan saya,” ujarnya.
Diva Zulfaedah Salsabila, mahasiswa Teknik Elektro lainnya, menyoroti pentingnya program ini untuk membuka peluang bagi perempuan di dunia teknik dan pertambangan. “Jumlah perempuan di sektor teknik dan pertambangan masih sedikit. Co-Ops memberi saya kesempatan untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa bersaing dan berkontribusi dalam industri ini,” paparnya.
PT Vale berkomitmen bahwa keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang membangun generasi penerus yang membawa perubahan positif bagi industri dan masyarakat. Melalui program Co-ops, PT Vale mempertegas perannya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menjadi agen perubahan dalam menciptakan industri tambang yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan pilar pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Presiden Prabowo, PT Vale memberikan kesempatan bagi mahasiswa semester akhir Unhas untuk mengasah keterampilan dan memahami secara langsung praktik Good Mining Practices (GMP) di Blok Sorowako. Program ini membekali mahasiswa dengan pengalaman teknis, serta memperkenalkan mereka pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam industri.
Chief Human Capital (CHCO) PT Vale, Adriansyah Chaniago, menegaskan keberlanjutan industri pertambangan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan talenta yang memahami tantangan masa depan industri.
“Kami di PT Vale percaya bahwa investasi terbesar adalah investasi pada manusia. Melalui Program Co-ops ini, kami mengharapkan mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja tetapi juga menjadi bagian dari perubahan menuju industri tambang yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program Co-ops Batch III tahun ini melewati proses seleksi ketat. Dari 161 pendaftar, 45 mahasiswa terbaik berhasil lolos seleksi awal yang dilakukan oleh Unhas, termasuk sembilan mahasiswa dari Luwu Timur, yang juga menjadi bagian dari ekosistem operasi PT Vale.
Setelah seleksi administrasi dan wawancara di Gedung LPPM Unhas Tamalanrea, sebanyak 15 mahasiswa terbaik terpilih untuk bergabung langsung dengan berbagai departemen di PT Vale selama enam bulan. Mereka akan didampingi karyawan senior untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang praktik industri, teknologi terbaru, serta implementasi keberlanjutan di sektor pertambangan.
“Kami melihat potensi besar dari mahasiswa Unhas. Mereka tidak hanya memiliki keterampilan akademik, tetapi juga pemikiran kritis dan inovatif yang dapat memberikan perspektif baru bagi perusahaan,” tambah Adriansyah.
Keberhasilan program Co-ops terlihat dari banyaknya alumni yang kini bergabung sebagai karyawan tetap di PT Vale. Program ini menghubungkan dunia akademik dan industri, serta menciptakan peluang kerja bagi talenta muda Indonesia.
Wakil Ketua Tim Co-Ops Unhas, Ilham Alimuddin, menekankan pentingnya inisiatif ini untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. “Sejak program ini berjalan, banyak alumni yang telah direkrut oleh PT Vale, membuktikan bahwa program ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Tahun ini, Co-Ops semakin inklusif dengan membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, seperti Ilmu Kehutanan dan Ilmu Manajemen, yang menunjukkan bahwa industri tambang membutuhkan perspektif beragam untuk masa depan yang lebih baik.
Mahasiswa Teknik Elektro asal Sorowako, Jeremy Christover Paelongan, menganggap program ini sebagai kesempatan emas untuk memahami industri secara lebih mendalam. “Saya ingin membangun pengalaman nyata di dunia industri, khususnya di pertambangan. Melalui Co-Ops, saya bisa belajar langsung dan merasakan tantangan dunia kerja, yang menjadi bekal berharga bagi masa depan saya,” ujarnya.
Diva Zulfaedah Salsabila, mahasiswa Teknik Elektro lainnya, menyoroti pentingnya program ini untuk membuka peluang bagi perempuan di dunia teknik dan pertambangan. “Jumlah perempuan di sektor teknik dan pertambangan masih sedikit. Co-Ops memberi saya kesempatan untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa bersaing dan berkontribusi dalam industri ini,” paparnya.
PT Vale berkomitmen bahwa keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang membangun generasi penerus yang membawa perubahan positif bagi industri dan masyarakat. Melalui program Co-ops, PT Vale mempertegas perannya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menjadi agen perubahan dalam menciptakan industri tambang yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Unhas Sambut 10.041 Mahasiswa Baru, Didorong Selesai Tepat Waktu
Sebanyak 10.041 mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di JK Arenatorium Unhas, Selasa (11/8/2026).
Selasa, 11 Agu 2026 19:30
News
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara menyebut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Tambang Rejeki Kolaka (PT TRK) telah berakhir sejak 2020.
Selasa, 11 Agu 2026 10:58
News
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi
PT Vale melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali bersama Pemerintah Kabupaten Morowali dan Pemerintah Desa Unsongi resmi meluncurkan Desa Wisata Unsongi, Sabtu (8/8) pekan lalu.
Senin, 10 Agu 2026 20:21
News
Koalisi Minta Antam Buka Peta IUP, Soroti Dugaan TRK Gunakan Hauling & Stockpile Tanpa Dasar Jelas
Koalisi menilai persoalan ini menyangkut tiga aspek penting sekaligus, yakni legalitas operasional TRK, kawasan strategis IPIP, serta wilayah konsesi Antam sebagai badan usaha milik negara.
Jum'at, 07 Agu 2026 12:58
News
Gangguan Jalur Hauling Pomalaa Berpotensi Tekan PNBP dan Ekonomi Kolaka
Gangguan terhadap jalur hauling di kawasan pertambangan Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, menjadi perhatian karena dinilai berpotensi memengaruhi aktivitas produksi dan distribusi bijih nikel.
Kamis, 06 Agu 2026 13:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
3
Asmo Sulsel Tebar Promo Spesial untuk Konsumen Luwu Raya & Toraja
4
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
5
Wakil Ketua DPD RI Dorong BGN Segera Operasikan Dapur SPPG di Pulau 3T
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
3
Asmo Sulsel Tebar Promo Spesial untuk Konsumen Luwu Raya & Toraja
4
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
5
Wakil Ketua DPD RI Dorong BGN Segera Operasikan Dapur SPPG di Pulau 3T