Jumlah ODGJ di Makassar Membludak, 2 RS Jiwa Penuh
Selasa, 22 Apr 2025 18:51
Penanganan orang dengan gangguan kejiwaan. Foto: Ilustrasi/Istimewa
MAKASSAR - Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Makassar membludak. Dua rumah sakit yang khusus menangani pasien ini penuh. Kondisi ini membuat Dinas Sosial harus putar otak.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, drg Ita Isdiana Anwar bilang, dua rumah sakit yang menangani ODGJ, yakni RSK Dadi dan RS Sayang Rakyat sudah penuh. Kedua rumah sakit ini sudah menolak pasien baru.
Untuk sementara, Dinsos Kota Makassar menampung pasien ODGJ di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) di Jalan Abdullah Daeng Sirua. Mereka dititipkan di sana sembari menunggu kabar ruangan kosong di RS jiwa.
"Kemarin waktu hari Jumat, Sabtu, Minggu kami kewalahan, banyak sekali ODGJ. Kami mau tampung RPTC tapi kami tidak bisa kalau mereka lagi mengamuk. Kami sudah hubungi, jadi ada ODGJ mengamuk itu ditempatkan di titik ruangan lain," ungkapnya baru-baru ini.
Ita menuturkan bahwa dua RS Jiwa di Kota Makassar saat ini masih belum bisa menampung pasien ODGJ, dikarenakan kuota masih penuh.
"Karena ruangannya penuh, katanya RS Sayang Rakyat dan RS Dadi juga sudah penuh dan belum bisa terima ODGJ. Jadi katanya Senin (kemarin) baru ada kosong ruangannya," tuturnya kepada SINDO Makassar.
"Saya pusing mau simpan di mana mereka karena rumah sakit jiwa sudah penuh. Tapi saya belum tanya sama tim apakah mereka sudah lolos (ditampung) di rumah sakit jiwa. Kan di Makassar cuma dua rumah sakitnya, yaitu Rumah Sakit Dadi dan Rumah Sakit Sayang Rakyat, tetapi belum maksimal," imbuhnya.
Mantan Sekretaris Dinsos Kota Makassar itu juga membeberkan, telah melakukan komunikasi terkait permasalahan ini dengan dua Pihak RS Jiwa di Kota Makassar.
"Saya sudah hubungi pihak rumah sakit terkait permasalahan ini, katanya sementara menambah renovasi ruangan tambahan. Saya juga bingung kenapa banyak ODGJ sekarang, karena mereka kan biasa kita temukan di pinggir jalan, di pasar, dan sebagainya," bebernya saat dihubungi via WhatsApp.
Mantan Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Kota Makassar ini pun mengatakan, saat menggelar penjaringan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, para ODGJ tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Jadi pasti mereka tidak punya KTP. Jadi kita harus tempatkan di mana dulu, lalu bawa Dukcapil supaya mau ditahu asal-usul mereka dari mana. Akan tetapi, biasa tidak terbaca, jadi kita juga bingung juga," tutupnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, drg Ita Isdiana Anwar bilang, dua rumah sakit yang menangani ODGJ, yakni RSK Dadi dan RS Sayang Rakyat sudah penuh. Kedua rumah sakit ini sudah menolak pasien baru.
Untuk sementara, Dinsos Kota Makassar menampung pasien ODGJ di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) di Jalan Abdullah Daeng Sirua. Mereka dititipkan di sana sembari menunggu kabar ruangan kosong di RS jiwa.
"Kemarin waktu hari Jumat, Sabtu, Minggu kami kewalahan, banyak sekali ODGJ. Kami mau tampung RPTC tapi kami tidak bisa kalau mereka lagi mengamuk. Kami sudah hubungi, jadi ada ODGJ mengamuk itu ditempatkan di titik ruangan lain," ungkapnya baru-baru ini.
Ita menuturkan bahwa dua RS Jiwa di Kota Makassar saat ini masih belum bisa menampung pasien ODGJ, dikarenakan kuota masih penuh.
"Karena ruangannya penuh, katanya RS Sayang Rakyat dan RS Dadi juga sudah penuh dan belum bisa terima ODGJ. Jadi katanya Senin (kemarin) baru ada kosong ruangannya," tuturnya kepada SINDO Makassar.
"Saya pusing mau simpan di mana mereka karena rumah sakit jiwa sudah penuh. Tapi saya belum tanya sama tim apakah mereka sudah lolos (ditampung) di rumah sakit jiwa. Kan di Makassar cuma dua rumah sakitnya, yaitu Rumah Sakit Dadi dan Rumah Sakit Sayang Rakyat, tetapi belum maksimal," imbuhnya.
Mantan Sekretaris Dinsos Kota Makassar itu juga membeberkan, telah melakukan komunikasi terkait permasalahan ini dengan dua Pihak RS Jiwa di Kota Makassar.
"Saya sudah hubungi pihak rumah sakit terkait permasalahan ini, katanya sementara menambah renovasi ruangan tambahan. Saya juga bingung kenapa banyak ODGJ sekarang, karena mereka kan biasa kita temukan di pinggir jalan, di pasar, dan sebagainya," bebernya saat dihubungi via WhatsApp.
Mantan Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Kota Makassar ini pun mengatakan, saat menggelar penjaringan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, para ODGJ tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Jadi pasti mereka tidak punya KTP. Jadi kita harus tempatkan di mana dulu, lalu bawa Dukcapil supaya mau ditahu asal-usul mereka dari mana. Akan tetapi, biasa tidak terbaca, jadi kita juga bingung juga," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Maros Godok Bansos Pendidikan untuk Mahasiswa Kurang Mampu Senilai Rp2 M
Dinas Sosial Kabupaten Maros tengah menyiapkan program bantuan sosial (bansos) pendidikan yang menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Minggu, 08 Feb 2026 10:08
Makassar City
Fraksi PKB Makassar Harap Armada Baru Dinsos Percepat Respons ke Kelompok Rentan
Ketua Fraksi PKB DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, mengapresiasi langkah Dinsos Makassar yang memanfaatkan kendaraan aset lama menjadi armada operasional penjangkauan sosial.
Sabtu, 17 Jan 2026 14:33
Makassar City
Dinsos Makassar Ubah Kendaraan Bekas Tak Terpakai Jadi Garda Sosial
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar memperkuat penanganan persoalan sosial dengan menyulap mobil aset idle atau kendaraan bekas yang menganggur menjadi armada operasional lapangan.
Rabu, 14 Jan 2026 21:06
Makassar City
Dinsos-UPT Losari Siapkan Spot Khusus untuk Pengamen Agar Tak Ganggu Pengunjung
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar bersama Unit Pelaksana Teknik (UPT) Losari akan mengandeng Komunitas Pengamen Jalan (KPJ) untuk menangani pengamen, terkhusus di kawasan Losari pengamen akan diberi ruang agar tak menganggu pengunjung.
Jum'at, 22 Agu 2025 05:48
News
Pertama & Satu-satunya! Pertamina Hadirkan Posyandu 3 Generasi di Parepare
Melalui program CSR Pertamina Sehati, perusahaan energi nasional ini memperkenalkan inovasi layanan kesehatan berbasis komunitas yang kini menjadi percontohan di Kota Parepare.
Kamis, 17 Jul 2025 15:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Meramal Masa Depan Indonesia: Pemilu, Pilkada, dan Kuasa Partai Politik
2
Raih Doktor Ilmu Politik, Marjan Massere Catat Sejarah di DPRD Maros
3
Dorong Pengembangan UKM, PD PERTI Sulsel dan FEBI UINAM Siap Bangkitkan Ekonomi Umat
4
Legislator Ingatkan Penertiban PKL Makassar Tetap Perhatikan Kesejahteraan Warga
5
Dari One Piece ke Marvel, Konsep Unik Wisuda ITB Nobel Diganjar Penghargaan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Meramal Masa Depan Indonesia: Pemilu, Pilkada, dan Kuasa Partai Politik
2
Raih Doktor Ilmu Politik, Marjan Massere Catat Sejarah di DPRD Maros
3
Dorong Pengembangan UKM, PD PERTI Sulsel dan FEBI UINAM Siap Bangkitkan Ekonomi Umat
4
Legislator Ingatkan Penertiban PKL Makassar Tetap Perhatikan Kesejahteraan Warga
5
Dari One Piece ke Marvel, Konsep Unik Wisuda ITB Nobel Diganjar Penghargaan