Warkop Jadi Ruang Dialog, Deng Ical Ajak Media Kawal Kinerja DPR RI
Sabtu, 04 Okt 2025 18:58
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal MI atau akrab disapa Deng Ical, menggelar pertemuan dengan sejumlah jurnalis di Makassar, Sabtu (4/10/2025) sore. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal MI atau akrab disapa Deng Ical, menggelar pertemuan dengan sejumlah jurnalis di Makassar, Sabtu (4/10/2025) sore.
Pertemuan berlangsung di Warkop Vandjoel, Jalan Hertasning, yang lokasinya berdampingan dengan Kantor DPC PKB Makassar. Dengan suasana santai ditemani kopi, pisang goreng, dan singkong goreng, diskusi berjalan hangat penuh keakraban.
Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad, Sekretaris DPW Muhammad Haekal, serta Ketua DPC PKB Makassar yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo.
Kehadiran jajaran pengurus ini sekaligus menunjukkan konsolidasi internal partai yang senantiasa menjaga komunikasi, baik dengan kader maupun dengan masyarakat melalui media.
Mengawali pertemuan, Deng Ical menyampaikan apresiasi mendalam kepada insan pers atas dukungan yang diberikan sejak dirinya resmi dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024 lalu.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada teman-teman media yang terus membantu, memberikan masukan, serta mengawal kami dalam mengemban amanah di DPR,” ujar Deng Ical.
Menurut mantan Wakil Wali Kota Makassar itu, keberadaan media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam mengkritisi dan mengawasi jalannya pemerintahan.
Ia menilai jurnalis memiliki kontribusi besar dalam memperkuat demokrasi dan memperjuangkan kepentingan publik.
“Refleksi satu tahun ini bukan hanya melihat apa yang sudah kami lakukan di DPR, tetapi juga momentum untuk mendengarkan masukan agar ke depan kinerja bisa lebih baik dan tepat sasaran,” tambahnya.
Dalam diskusi, Deng Ical menjelaskan sejumlah isu strategis yang saat ini tengah dibahas di Komisi I DPR RI. Salah satu yang paling krusial adalah revisi Undang-Undang Penyiaran. RUU tersebut kini memasuki tahap akhir pembahasan, dengan fokus utama pada perluasan pengawasan ke ranah digital.
“Sekarang sedang ditimbang-timbang, apakah kewenangan KPI diperluas hingga ke media sosial ataukah perlu dibentuk lembaga baru yang khusus menangani siber,” jelasnya.
Menurut Deng Ical, mayoritas pandangan di DPR condong pada opsi memperkuat kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan alasan efisiensi dan kesiapan sumber daya manusia yang sudah dimiliki lembaga tersebut.
Selain RUU Penyiaran, isu lain yang ikut menjadi perhatian adalah harmonisasi regulasi digital. Komisi I, kata Deng Ical, tengah mengupayakan sinkronisasi berbagai regulasi, mulai dari UU ITE, UU Pers, hingga UU Perlindungan Data Pribadi, yang nantinya bisa diintegrasikan dalam payung omnibus law.
Tak hanya itu, sejumlah isu strategis lain seperti perkembangan TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), hingga pertahanan negara juga menjadi bagian dari ruang lingkup pembahasan di Komisi I.
“Komisi I ini cukup luas cakupannya, mulai dari pertahanan, intelijen, komunikasi dan informatika, hingga pers. Jadi memang banyak hal yang membutuhkan perhatian bersama,” kata Deng Ical.
Pertemuan santai dengan jurnalis ini, lanjut Deng Ical, merupakan wujud komitmen PKB dalam menjaga silaturahmi dan mendengarkan aspirasi. Ia menekankan bahwa aspirasi yang dihimpun melalui media memiliki nilai penting, karena media sering kali menjadi kanal penyampai suara masyarakat.
“Ini bagian refleksi kami. Pertemuan dengan media menjadi ruang untuk mendengar langsung masukan, agar bisa kami kawal di DPR,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, saat dimintai tanggapan terkait pertemuan kader PKB ini, bahwa kegiatan semacam ini perlu terus diperkuat agar hubungan antara partai, legislatif, dan insan pers semakin solid. Menurutnya, keberadaan media yang independen dan kritis adalah mitra penting bagi demokrasi.
Pertemuan yang berlangsung hingga menjelang magrib itu akhirnya ditutup dengan harapan agar komunikasi antara wakil rakyat, partai, dan media semakin erat.
Deng Ical menegaskan dirinya akan terus membuka ruang dialog, baik secara formal maupun informal, demi memastikan aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan dapat terakomodasi di Senayan.
Pertemuan berlangsung di Warkop Vandjoel, Jalan Hertasning, yang lokasinya berdampingan dengan Kantor DPC PKB Makassar. Dengan suasana santai ditemani kopi, pisang goreng, dan singkong goreng, diskusi berjalan hangat penuh keakraban.
Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad, Sekretaris DPW Muhammad Haekal, serta Ketua DPC PKB Makassar yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo.
Kehadiran jajaran pengurus ini sekaligus menunjukkan konsolidasi internal partai yang senantiasa menjaga komunikasi, baik dengan kader maupun dengan masyarakat melalui media.
Mengawali pertemuan, Deng Ical menyampaikan apresiasi mendalam kepada insan pers atas dukungan yang diberikan sejak dirinya resmi dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024 lalu.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada teman-teman media yang terus membantu, memberikan masukan, serta mengawal kami dalam mengemban amanah di DPR,” ujar Deng Ical.
Menurut mantan Wakil Wali Kota Makassar itu, keberadaan media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam mengkritisi dan mengawasi jalannya pemerintahan.
Ia menilai jurnalis memiliki kontribusi besar dalam memperkuat demokrasi dan memperjuangkan kepentingan publik.
“Refleksi satu tahun ini bukan hanya melihat apa yang sudah kami lakukan di DPR, tetapi juga momentum untuk mendengarkan masukan agar ke depan kinerja bisa lebih baik dan tepat sasaran,” tambahnya.
Dalam diskusi, Deng Ical menjelaskan sejumlah isu strategis yang saat ini tengah dibahas di Komisi I DPR RI. Salah satu yang paling krusial adalah revisi Undang-Undang Penyiaran. RUU tersebut kini memasuki tahap akhir pembahasan, dengan fokus utama pada perluasan pengawasan ke ranah digital.
“Sekarang sedang ditimbang-timbang, apakah kewenangan KPI diperluas hingga ke media sosial ataukah perlu dibentuk lembaga baru yang khusus menangani siber,” jelasnya.
Menurut Deng Ical, mayoritas pandangan di DPR condong pada opsi memperkuat kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan alasan efisiensi dan kesiapan sumber daya manusia yang sudah dimiliki lembaga tersebut.
Selain RUU Penyiaran, isu lain yang ikut menjadi perhatian adalah harmonisasi regulasi digital. Komisi I, kata Deng Ical, tengah mengupayakan sinkronisasi berbagai regulasi, mulai dari UU ITE, UU Pers, hingga UU Perlindungan Data Pribadi, yang nantinya bisa diintegrasikan dalam payung omnibus law.
Tak hanya itu, sejumlah isu strategis lain seperti perkembangan TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), hingga pertahanan negara juga menjadi bagian dari ruang lingkup pembahasan di Komisi I.
“Komisi I ini cukup luas cakupannya, mulai dari pertahanan, intelijen, komunikasi dan informatika, hingga pers. Jadi memang banyak hal yang membutuhkan perhatian bersama,” kata Deng Ical.
Pertemuan santai dengan jurnalis ini, lanjut Deng Ical, merupakan wujud komitmen PKB dalam menjaga silaturahmi dan mendengarkan aspirasi. Ia menekankan bahwa aspirasi yang dihimpun melalui media memiliki nilai penting, karena media sering kali menjadi kanal penyampai suara masyarakat.
“Ini bagian refleksi kami. Pertemuan dengan media menjadi ruang untuk mendengar langsung masukan, agar bisa kami kawal di DPR,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, saat dimintai tanggapan terkait pertemuan kader PKB ini, bahwa kegiatan semacam ini perlu terus diperkuat agar hubungan antara partai, legislatif, dan insan pers semakin solid. Menurutnya, keberadaan media yang independen dan kritis adalah mitra penting bagi demokrasi.
Pertemuan yang berlangsung hingga menjelang magrib itu akhirnya ditutup dengan harapan agar komunikasi antara wakil rakyat, partai, dan media semakin erat.
Deng Ical menegaskan dirinya akan terus membuka ruang dialog, baik secara formal maupun informal, demi memastikan aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan dapat terakomodasi di Senayan.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Langgar Tata Ruang, Pemerhati Konservasi Alam Minta DPR RI Hentikan Operasi PT Conch
Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VI DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, menjadi forum penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan untuk menyampaikan keberatan terhadap aktivitas PT Conch Cement Indonesia di Barru.
Selasa, 09 Jun 2026 16:45
News
Moratorium Semen Harus Dikawal, Investasi Wajib Taat Hukum dan Berpihak pada Rakyat
Komisi VI DPR RI menegaskan komitmennya untuk mengawal secara ketat kebijakan moratorium pembangunan pabrik semen di Indonesia guna melindungi industri nasional, menjaga keseimbangan pasar, serta memastikan keberlanjutan lingkungan hidup.
Senin, 08 Jun 2026 17:33
News
Aliyah Mustika Ilham Dorong Pembentukan Badan Aspirasi Masyarakat di Tingkat DPRD
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengusulkan agar Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) yang selama ini dikenal di tingkat DPR RI dapat dihidupkan dan diterapkan di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota
Minggu, 07 Jun 2026 15:25
News
Penerapan E-voting Pemilu 2029 Harus Mulai Dikaji Lebih Dalam
Penerapan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) hahrus mulai dikaji secara mendalam, sebagai bagian dari modernisasi demokrasi Indonesia menuju Pemilu 2029.
Kamis, 04 Jun 2026 18:16
News
Didampingi Sultan Tajang, AIA Tinjau Gudang Bulog Wajo, Pastikan Stok dan Kualitas Beras Aman
Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Perum Bulog Cabang Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Jumat (08/05/2026).
Minggu, 10 Mei 2026 14:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
2
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
3
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna
4
Pegadaian Berhasil Borong Lima Penghargaan Bergengsi Asia
5
Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Series, Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
2
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
3
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna
4
Pegadaian Berhasil Borong Lima Penghargaan Bergengsi Asia
5
Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Series, Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap