Opini
Andi Tenri Indah: Menjaga Keseimbangan Nurani dan Keberanian di Ruang Kekuasaan
Selasa, 20 Jan 2026 21:44
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah. Foto: Istimewa
Oleh: Mustamin Raga
Pengamat Sosial Politik
Di tengah dunia politik yang kerap kali diwarnai kalkulasi dan kompromi, nama Andi Tenri Indah justru tumbuh sebagai pengecualian. Ia hadir bukan semata sebagai legislator, tetapi sebagai penjaga nurani, terutama di bidang-bidang yang langsung menyentuh denyut kehidupan rakyat: pendidikan, kesehatan, dan keolahragaan.
Sebagai Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Tenri Indah memimpin salah satu komisi yang terbilang paling strategis dan paling sensitif. Komisi ini mengawasi sektor-sektor yang tidak boleh salah kelola, karena di sanalah masa depan manusia ditentukan. Pendidikan menyangkut akal dan karakter, kesehatan menyentuh nyawa, dan keolahragaan membentuk ketangguhan fisik serta mental generasi muda.
Namun kepemimpinannya tidak lahir dari ruang rapat semata. Ia ditempa oleh pengalaman panjang sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa selama satu periode, sebuah fase yang membentuk kepekaannya terhadap realitas sosial. Dari sana ia belajar bahwa kebijakan tidak pernah benar-benar netral; ia selalu berpihak—entah kepada kenyamanan kekuasaan atau kepada kepentingan rakyat. Prinsip itulah yang kelak membuat namanya dikenang luas, ketika ia berdiri tegak membela dua orang guru SMA dari Kabupaten Luwu Utara yang terancam pemecatan.
Di saat banyak pihak memilih diam, berhitung, atau sekadar menyaksikan dari kejauhan, Andi Tenri Indah memilih jalan yang paling berisiko: melawan ketidakadilan secara terbuka dan konsisten. Perjuangan itu bukan perjuangan singkat. Ia mengawal kasus tersebut dengan keteguhan, kesabaran, dan keberanian politik yang tidak banyak dimiliki oleh legislator lainnya. Ia mempertanyakan prosedur yang kehilangan rasa keadilan, menolak tunduk pada tekanan administratif yang kaku, dan berdiri pada satu keyakinan: bahwa guru tidak boleh dikorbankan oleh kekuasaan yang abai pada nurani. Puncak dari perjuangan itu terjadi ketika Andi Tenri Indah mengantarkan langsung dua guru tersebut menghadap Presiden Republik Indonesia. Sebuah langkah yang tidak populis, tidak mudah, dan sarat risiko politik. Ia membawa persoalan itu hingga ke hadapan orang nomor satu di negeri ini, karena ia percaya bahwa keadilan tidak boleh berhenti di meja birokrasi yang buntu.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dua orang guru itu terselamatkan. Dan lebih dari itu, publik Sulawesi Selatan kala itu merasakan sesuatu yang mulai langka: kehadiran wakil rakyat yang benar-benar bekerja, bukan sekadar berbicara. Keputusan yang lahir kemudian menjadi pengakuan bahwa perjuangan itu bukan kepentingan pribadi, melainkan suara sebagian besar rakyat yang menghendaki keadilan ditegakkan.
Komitmen itu terus ia bawa dalam perannya sebagai Ketua Komisi E. Ia tidak menempatkan pendidikan, kesehatan, dan keolahragaan sebagai sektor yang saling berebut perhatian, melainkan sebagai satu kesatuan ekosistem kebijakan. Anak yang sehat akan belajar dengan baik. Pendidikan yang kuat melahirkan kesadaran hidup sehat. Olahraga yang dikelola dengan benar membentuk disiplin, karakter, dan daya juang generasi muda.
Kepercayaan publik terhadap integritasnya semakin menguat ketika ia dipercaya menjadi Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sulawesi Selatan. Dalam peran ini, ia mendorong agar keterwakilan perempuan dalam politik tidak berhenti pada angka, tetapi hadir dalam substansi, keberanian sikap, dan arah kebijakan. Ia percaya, politik yang sehat membutuhkan perspektif perempuan yang lebih empatik, sabar, dan berpandangan jauh ke depan.
Sebagai bentuk keterpanggilannya untuk tidak berhenti pada wacana, Andi Tenri Indah memilih melangkah lebih jauh di bidang olahraga. Ia memprakarsai langsung sebuah event pertandingan bulu tangkis yang diberinya nama Gowa Indah Badminton Open Tournament 2026, dengan skop Indonesia Timur. Turnamen ini bukan sekedar ajang kompetisi biasa, melainkan ruang pembinaan, pencarian talenta, dan pertemuan semangat atlet-atlet muda dari berbagai daerah. Dari Gowa, ia ingin mengirim pesan bahwa olahraga harus dibangun dari bawah—dengan niat baik, manajemen jujur, dan keberpihakan pada atlet.
Menariknya, jejak pengabdian, keikhlasan, dan konsistensinya itu tidak hanya dibaca oleh kalangan politik dan pendidikan. Sejumlah tokoh olahraga, khususnya dari cabang bulu tangkis, mulai melirik Andi Tenri Indah sebagai figur yang layak memimpin. Bagi mereka, olahraga—termasuk bulu tangkis—tidak hanya membutuhkan manajer teknis, tetapi pemimpin yang berintegritas, adil, dan mampu menyatukan kepentingan.
Menjelang pemilihan Ketua dan Pengurus PBSI Sulawesi Selatan yang baru, nama Andi Tenri Indah pun mulai disebut-sebut. Bukan karena ambisi pribadi, melainkan karena rekam jejaknya menunjukkan satu hal penting: ia terbiasa mengelola amanah, berjuang tanpa pamrih, dan berpihak pada pembinaan jangka panjang, bukan sekadar prestasi sesaat.
Jika kepercayaan itu benar-benar bermuara padanya, maka publik tahu satu hal: bulu tangkis Sulawesi Selatan sedang mempertimbangkan dipimpin oleh seorang figur yang tidak hanya paham organisasi, tetapi juga memahami makna pengabdian.
Di tengah kelelahan publik terhadap politik yang penuh janji kosong, Andi Tenri Indah hadir sebagai pengingat: bahwa jabatan—di parlemen maupun di organisasi olahraga—adalah alat, bukan tujuan. Dan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keberanian berpihak, ketulusan bekerja, dan kesetiaan pada nurani.
Pengamat Sosial Politik
Di tengah dunia politik yang kerap kali diwarnai kalkulasi dan kompromi, nama Andi Tenri Indah justru tumbuh sebagai pengecualian. Ia hadir bukan semata sebagai legislator, tetapi sebagai penjaga nurani, terutama di bidang-bidang yang langsung menyentuh denyut kehidupan rakyat: pendidikan, kesehatan, dan keolahragaan.
Sebagai Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Tenri Indah memimpin salah satu komisi yang terbilang paling strategis dan paling sensitif. Komisi ini mengawasi sektor-sektor yang tidak boleh salah kelola, karena di sanalah masa depan manusia ditentukan. Pendidikan menyangkut akal dan karakter, kesehatan menyentuh nyawa, dan keolahragaan membentuk ketangguhan fisik serta mental generasi muda.
Namun kepemimpinannya tidak lahir dari ruang rapat semata. Ia ditempa oleh pengalaman panjang sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa selama satu periode, sebuah fase yang membentuk kepekaannya terhadap realitas sosial. Dari sana ia belajar bahwa kebijakan tidak pernah benar-benar netral; ia selalu berpihak—entah kepada kenyamanan kekuasaan atau kepada kepentingan rakyat. Prinsip itulah yang kelak membuat namanya dikenang luas, ketika ia berdiri tegak membela dua orang guru SMA dari Kabupaten Luwu Utara yang terancam pemecatan.
Di saat banyak pihak memilih diam, berhitung, atau sekadar menyaksikan dari kejauhan, Andi Tenri Indah memilih jalan yang paling berisiko: melawan ketidakadilan secara terbuka dan konsisten. Perjuangan itu bukan perjuangan singkat. Ia mengawal kasus tersebut dengan keteguhan, kesabaran, dan keberanian politik yang tidak banyak dimiliki oleh legislator lainnya. Ia mempertanyakan prosedur yang kehilangan rasa keadilan, menolak tunduk pada tekanan administratif yang kaku, dan berdiri pada satu keyakinan: bahwa guru tidak boleh dikorbankan oleh kekuasaan yang abai pada nurani. Puncak dari perjuangan itu terjadi ketika Andi Tenri Indah mengantarkan langsung dua guru tersebut menghadap Presiden Republik Indonesia. Sebuah langkah yang tidak populis, tidak mudah, dan sarat risiko politik. Ia membawa persoalan itu hingga ke hadapan orang nomor satu di negeri ini, karena ia percaya bahwa keadilan tidak boleh berhenti di meja birokrasi yang buntu.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dua orang guru itu terselamatkan. Dan lebih dari itu, publik Sulawesi Selatan kala itu merasakan sesuatu yang mulai langka: kehadiran wakil rakyat yang benar-benar bekerja, bukan sekadar berbicara. Keputusan yang lahir kemudian menjadi pengakuan bahwa perjuangan itu bukan kepentingan pribadi, melainkan suara sebagian besar rakyat yang menghendaki keadilan ditegakkan.
Komitmen itu terus ia bawa dalam perannya sebagai Ketua Komisi E. Ia tidak menempatkan pendidikan, kesehatan, dan keolahragaan sebagai sektor yang saling berebut perhatian, melainkan sebagai satu kesatuan ekosistem kebijakan. Anak yang sehat akan belajar dengan baik. Pendidikan yang kuat melahirkan kesadaran hidup sehat. Olahraga yang dikelola dengan benar membentuk disiplin, karakter, dan daya juang generasi muda.
Kepercayaan publik terhadap integritasnya semakin menguat ketika ia dipercaya menjadi Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sulawesi Selatan. Dalam peran ini, ia mendorong agar keterwakilan perempuan dalam politik tidak berhenti pada angka, tetapi hadir dalam substansi, keberanian sikap, dan arah kebijakan. Ia percaya, politik yang sehat membutuhkan perspektif perempuan yang lebih empatik, sabar, dan berpandangan jauh ke depan.
Sebagai bentuk keterpanggilannya untuk tidak berhenti pada wacana, Andi Tenri Indah memilih melangkah lebih jauh di bidang olahraga. Ia memprakarsai langsung sebuah event pertandingan bulu tangkis yang diberinya nama Gowa Indah Badminton Open Tournament 2026, dengan skop Indonesia Timur. Turnamen ini bukan sekedar ajang kompetisi biasa, melainkan ruang pembinaan, pencarian talenta, dan pertemuan semangat atlet-atlet muda dari berbagai daerah. Dari Gowa, ia ingin mengirim pesan bahwa olahraga harus dibangun dari bawah—dengan niat baik, manajemen jujur, dan keberpihakan pada atlet.
Menariknya, jejak pengabdian, keikhlasan, dan konsistensinya itu tidak hanya dibaca oleh kalangan politik dan pendidikan. Sejumlah tokoh olahraga, khususnya dari cabang bulu tangkis, mulai melirik Andi Tenri Indah sebagai figur yang layak memimpin. Bagi mereka, olahraga—termasuk bulu tangkis—tidak hanya membutuhkan manajer teknis, tetapi pemimpin yang berintegritas, adil, dan mampu menyatukan kepentingan.
Menjelang pemilihan Ketua dan Pengurus PBSI Sulawesi Selatan yang baru, nama Andi Tenri Indah pun mulai disebut-sebut. Bukan karena ambisi pribadi, melainkan karena rekam jejaknya menunjukkan satu hal penting: ia terbiasa mengelola amanah, berjuang tanpa pamrih, dan berpihak pada pembinaan jangka panjang, bukan sekadar prestasi sesaat.
Jika kepercayaan itu benar-benar bermuara padanya, maka publik tahu satu hal: bulu tangkis Sulawesi Selatan sedang mempertimbangkan dipimpin oleh seorang figur yang tidak hanya paham organisasi, tetapi juga memahami makna pengabdian.
Di tengah kelelahan publik terhadap politik yang penuh janji kosong, Andi Tenri Indah hadir sebagai pengingat: bahwa jabatan—di parlemen maupun di organisasi olahraga—adalah alat, bukan tujuan. Dan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keberanian berpihak, ketulusan bekerja, dan kesetiaan pada nurani.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Komisi E DPRD Sulsel Soroti Minimnya Anggaran Perlindungan Perempuan dan Anak
Komisi E DPRD Sulsel mendorong DP3A-Dalduk KB Sulsel untuk membangun koordinasi dengan Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Sulsel membahas program yang dianggap mendesak dan penting.
Rabu, 23 Sep 2026 17:47
News
Dari Bilik Suara OSIS, Demokrasi Belajar Tumbuh
Masa depan demokrasi Indonesia sedang diuji di tempat yang sering kita anggap sederhana: bilik suara pemilihan ketua OSIS.
Selasa, 22 Sep 2026 17:28
News
Antrean BBM, Ketika Kesabaran Rakyat Diuji
Barangkali suatu saat antrean BBM perlu dimasukkan sebagai salah satu destinasi wisata baru, karena hampir di setiap SPBU masyarakat dapat menikmati “perjalanan panjang” tanpa harus meninggalkan kendaraannya.
Minggu, 13 Sep 2026 09:44
Sulsel
6 Legislator Gerindra di DPRD Sulsel Disiapkan Naik Kelas ke Pusat pada Pileg 2029
Sebanyak enam anggota DPRD Sulsel dari Gerindra berencana naik kelas ke pusat. Rencana mereka pun telah direstui oleh pengurus DPD Sulsel.
Kamis, 03 Sep 2026 17:35
News
Panoptikon Digital dan Kemerdekaan yang Semu
Setiap 17 Agustus, ruang digital Indonesia berubah menjadi lautan merah putih. Foto profil berganti, bendera menghiasi linimasa, tagar kemerdekaan bermunculan, dan video lomba tujuh belasan beredar dari berbagai daerah.
Senin, 24 Agu 2026 07:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan