Gerak Cepat, RSAL Jala Ammari Tangani Korban Kebakaran Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere

Selasa, 03 Feb 2026 11:43
Gerak Cepat, RSAL Jala Ammari Tangani Korban Kebakaran Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere
Tim Medis dari RS Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari Kodaeral VI bergerak cepat dan sigap dalam menangani para korban kecelakaan kapal ikan nelayan Rismawati Indah yang terbakar di Pelabuhan Paotere.
Comment
Share
MAKASSAR - TNI Angkatan Laut melalui RS Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari Kodaeral VI bergerak cepat dan sigap dalam menangani para korban kecelakaan kapal ikan nelayan Rismawati Indah yang terbakar di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, saat proses pembongkaran hasil tangkapan ikan, Selasa (03/02/2026).

Akibat peristiwa tersebut, sembilan (9) orang korban, seluruhnya berjenis kelamin laki-laki, mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda dan langsung dievakuasi ke RSAL Jala Ammari Kodaeral VI untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Adapun identitas korban sebagai yaitu dengan kondisi luka berat, Dg Gassing (37), Dg Lanti’ (60), Rusli Dg Ngewa (45) kondisi Luka berat, Dg. Rahmat (44), Dg Itung (35), Ardi (16), Putra (16) dan Irisanga Dg Gadding (65), satu orang luka ringan yakni Dg Tangga (65).

Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Letkol Laut (K) dr Suhadi, menyampaikan setibanya di rumah sakit, seluruh korban langsung mendapatkan penanganan awal berupa triase yaitu prioritas penanganan medis berdasarkan tingkat kegawatdaruratan di IGD oleh tim kesehatan RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.

“Korban yang mengalami luka-luka kami obati, yang menderita luka bakar kami rawat dengan menggunakan fasilitas Hiperbarik Chamber dan yang mengalami patah tulang akan kami lakukan tindakan operasi,” ujar Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.

Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menyampaikan para korban kecelakaan kapal ini telah diberikan penanganan medis yang cepat dan intensif di RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.

“Apabila para korban harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut lagi maka kami akan rujuk ke rumah sakit yang bisa menangani korban tersebut,” lanjutnya.

Dankodaeral VI menghimbau kepada masyarakat khususnya pelaku aktivitas di kawasan pelabuhan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama terkait kondisi mesin dan bahan yang dapat memicu terjadinya kejadian yang dapat membahayakan nyawa manusia.

TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat, sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara, serta kepedulian terhadap keselamatan para nelayan sebagai garda terdepan ekonomi maritim Indonesia.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru