Siap Berangkatkan 217 Jemaah, Tazkiyah Tour Gelar Manasik Haji Istimewa di Hotel Bintang 5
Jum'at, 06 Feb 2026 19:29
Suasana pembukaan manasik haji khusus dari Tazkiyah Tour di Hotel Myko, Makassar, pada 6-8 Februari 2026. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Tazkiyah Tour mematangkan persiapan menghadapi musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar manasik haji bagi para calon jemaah. Seluruh peserta dikumpulkan dalam satu lokasi untuk mendapatkan pembekalan menyeluruh sebelum keberangkatan.
Pada musim haji tahun ini, Tazkiyah Tour akan memberangkatkan 217 jemaah haji, yang terdiri atas 205 jemaah dan 12 petugas, termasuk empat dokter. Para jemaah akan diberangkatkan melalui tiga embarkasi, yakni Makassar, Surabaya, dan Jakarta.
Manasik kali ini terasa istimewa. Sebanyak 150 calon jemaah haji mengikuti manasik yang digelar selama tiga hari, 6–8 Februari, dengan menginap dua malam di Hotel Myko Makassar, hotel berbintang lima.
Selama kegiatan berlangsung, para calon tamu Allah dibekali berbagai persiapan, mulai dari aspek kesehatan hingga teknis pelaksanaan ibadah haji.
Pemateri pertama dihadirkan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan, Prof KH Hamzah Harun Al Rasyid. Ia mengulas sejarah ibadah haji, bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim setelah bersama putranya, Nabi Ismail, menyelesaikan pembangunan Ka’bah.
“Hikmah besar dari ibadah haji adalah kita masuk dalam suasana saat jarak antara kita dan Allah sudah tidak ada jarak lagi,” ujarnya.
CEO Tazkiyah Group, Ahmad Yani Fachruddin, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, untuk pertama kalinya urusan haji ditangani oleh kementerian khusus, yakni Kementerian Haji dan Umrah.
“Mudah-mudahan, semua tantangan dalam pelaksanaan ibadah haji bisa kita hadapi dengan semakin baik,” ucapnya.
Ia menegaskan, Tazkiyah Tour telah siap memberangkatkan jemaah haji. Karena itu, manasik diperdalam dengan durasi tiga hari dan fasilitas menginap dua malam di hotel agar pembekalan lebih optimal.
Manasik haji ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail. Dalam sambutannya, ia menilai para calon jemaah tidak salah memilih penyelenggara perjalanan ibadah haji.
“Kenapa saya sebut demikian? Karena sejak didirikannya Tazkiyah Tour ini (25 tahun yang lalu), belum pernah ada keluhan dari jemaah,” ucapnya.
Ikbal juga mengapresiasi Tazkiyah Tour sebagai travel haji pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi ISO.
Pada musim haji tahun ini, Tazkiyah Tour mengusung tema Haji Sehat dan Mabrur. Tema tersebut menjadi respons atas kebijakan ketat Pemerintah Arab Saudi yang menekankan pentingnya kondisi kesehatan jemaah.
Sebagai bentuk kesiapan, Tazkiyah Tour telah menyiapkan calon jemaah sejak jauh hari. Setiap pekan, jemaah juga mengikuti sesi daring bertajuk Sekolah Haji Tazkiyah yang berisi kurikulum lengkap untuk menambah wawasan ibadah sekaligus mengisi masa tunggu secara produktif.
Dengan pengalaman 25 tahun memberangkatkan jemaah haji khusus, Tazkiyah Tour mengelola kuota resmi pemerintah dengan masa tunggu relatif singkat, yakni sekitar enam hingga tujuh tahun.
Pada musim haji tahun ini, Tazkiyah Tour akan memberangkatkan 217 jemaah haji, yang terdiri atas 205 jemaah dan 12 petugas, termasuk empat dokter. Para jemaah akan diberangkatkan melalui tiga embarkasi, yakni Makassar, Surabaya, dan Jakarta.
Manasik kali ini terasa istimewa. Sebanyak 150 calon jemaah haji mengikuti manasik yang digelar selama tiga hari, 6–8 Februari, dengan menginap dua malam di Hotel Myko Makassar, hotel berbintang lima.
Selama kegiatan berlangsung, para calon tamu Allah dibekali berbagai persiapan, mulai dari aspek kesehatan hingga teknis pelaksanaan ibadah haji.
Pemateri pertama dihadirkan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan, Prof KH Hamzah Harun Al Rasyid. Ia mengulas sejarah ibadah haji, bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim setelah bersama putranya, Nabi Ismail, menyelesaikan pembangunan Ka’bah.
“Hikmah besar dari ibadah haji adalah kita masuk dalam suasana saat jarak antara kita dan Allah sudah tidak ada jarak lagi,” ujarnya.
CEO Tazkiyah Group, Ahmad Yani Fachruddin, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, untuk pertama kalinya urusan haji ditangani oleh kementerian khusus, yakni Kementerian Haji dan Umrah.
“Mudah-mudahan, semua tantangan dalam pelaksanaan ibadah haji bisa kita hadapi dengan semakin baik,” ucapnya.
Ia menegaskan, Tazkiyah Tour telah siap memberangkatkan jemaah haji. Karena itu, manasik diperdalam dengan durasi tiga hari dan fasilitas menginap dua malam di hotel agar pembekalan lebih optimal.
Manasik haji ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail. Dalam sambutannya, ia menilai para calon jemaah tidak salah memilih penyelenggara perjalanan ibadah haji.
“Kenapa saya sebut demikian? Karena sejak didirikannya Tazkiyah Tour ini (25 tahun yang lalu), belum pernah ada keluhan dari jemaah,” ucapnya.
Ikbal juga mengapresiasi Tazkiyah Tour sebagai travel haji pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi ISO.
Pada musim haji tahun ini, Tazkiyah Tour mengusung tema Haji Sehat dan Mabrur. Tema tersebut menjadi respons atas kebijakan ketat Pemerintah Arab Saudi yang menekankan pentingnya kondisi kesehatan jemaah.
Sebagai bentuk kesiapan, Tazkiyah Tour telah menyiapkan calon jemaah sejak jauh hari. Setiap pekan, jemaah juga mengikuti sesi daring bertajuk Sekolah Haji Tazkiyah yang berisi kurikulum lengkap untuk menambah wawasan ibadah sekaligus mengisi masa tunggu secara produktif.
Dengan pengalaman 25 tahun memberangkatkan jemaah haji khusus, Tazkiyah Tour mengelola kuota resmi pemerintah dengan masa tunggu relatif singkat, yakni sekitar enam hingga tujuh tahun.
(TRI)
Berita Terkait
News
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
Persoalan pengembalian dana calon jemaah dalam kasus dugaan penipuan dan pembatalan keberangkatan haji 2026 yang melibatkan biro perjalanan JF belum menemui titik penyelesaian.
Selasa, 11 Agu 2026 17:51
Sulsel
Kuota Haji Kabupaten Maros 2027 Berkurang 165 Orang
Sebelumnya, di tahun 2026 ini, kuota haji Kabupaten Maros mencapai 628 orang. Sementara tahun 2027 mendatang kuota haji hanya sekitar 463. Jumlah tersebut berkurang 165 orang.
Rabu, 15 Jul 2026 15:27
News
Kuota Haji 2027 Kabupaten Maros Capai 453 Orang, Baru 90% yang Melapor
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Maros mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M mendatang.
Selasa, 14 Jul 2026 16:14
News
Pertamina Sulawesi Tuntaskan Satgas Haji 2026, Salurkan 4.204 KL Avtur Tanpa Insiden
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui AFT Hasanuddin menuntaskan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Hajj Flight 2026 yang berlangsung pada 2 April–2 Juli 2026.
Jum'at, 10 Jul 2026 17:36
News
Maros Kembali Raih Penghargaan Pembinaan Haji Terbaik Sulsel
Maros ditetapkan sebagai Pembinaan Haji Terbaik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada Musim Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Rabu, 01 Jul 2026 18:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
3
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
4
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
5
Asmo Sulsel Tebar Promo Spesial untuk Konsumen Luwu Raya & Toraja
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
3
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
4
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
5
Asmo Sulsel Tebar Promo Spesial untuk Konsumen Luwu Raya & Toraja