Ranperwali Makassar tentang Perubahan Aturan TPP ASN Diharmonisasi
Selasa, 10 Mar 2026 23:38
Kanwil Kemenkum Sulsel) memfasilitasi rapat harmonisasi terhadap Rancangan Peraturan Wali Kota (Ranperwali Makassar, tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Makassar. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) memfasilitasi rapat harmonisasi terhadap Rancangan Peraturan Wali Kota (Ranperwali) Makassar, tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 11 Tahun 2024 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara lingkup Pemerintah Daerah Kota Makassar.
Rapat harmonisasi yang berlangsung di Ruang Rapat Harmonisasi Kanwil Kemenkum Sulsel, Senin (9/10) dipimpin oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya Kanwil Kemenkum Sulsel, Mayasari, serta dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Makassar, di antaranya Inspektorat Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah, Bappeda, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Makassar.
Dalam rapat tersebut, pihak pemrakarsa menyampaikan bahwa perubahan Peraturan Wali Kota ini dilakukan untuk menyesuaikan dinamika perkembangan peraturan perundang-undangan serta ketentuan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri terkait tata cara persetujuan pemberian tambahan penghasilan bagi ASN di pemerintah daerah.
Selain itu, penyusunan perubahan aturan ini juga dimaksudkan sebagai pedoman dalam pemberian tambahan penghasilan pegawai guna meningkatkan disiplin, motivasi, serta kinerja aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Tim perancang peraturan perundang-undangan Kanwil Kemenkum Sulsel memberikan sejumlah masukan dan penyempurnaan terhadap rancangan regulasi tersebut, baik dari aspek substansi maupun teknik penyusunan peraturan perundang-undangan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain perbaikan pada bagian konsideran, penyesuaian dasar hukum dengan regulasi terbaru, penyempurnaan definisi dalam ketentuan umum, serta perbaikan pengacuan norma dalam beberapa pasal.
Selain itu, tim juga memberikan saran terkait penyederhanaan rumusan norma agar lebih jelas dan tidak menimbulkan multitafsir, serta memastikan materi muatan dalam rancangan peraturan tidak saling tumpang tindih.
Melalui proses harmonisasi ini, diharapkan rancangan Peraturan Wali Kota Makassar tersebut dapat selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi serta memiliki kejelasan norma sehingga mudah dipahami dalam implementasinya.
Berdasarkan hasil pembahasan dalam rapat, disimpulkan bahwa Rancangan Peraturan Wali Kota tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 11 Tahun 2024 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara lingkup Pemerintah Daerah dapat diterima dan dilanjutkan ke tahapan berikutnya dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menyampaikan bahwa kegiatan harmonisasi merupakan bagian penting dalam proses pembentukan produk hukum daerah agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.
“Harmonisasi ini bertujuan memastikan setiap rancangan produk hukum daerah disusun secara sistematis, tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, serta memiliki kejelasan norma sehingga dapat diimplementasikan dengan baik,” ujar Andi Basmal.
Ia juga menegaskan bahwa Kanwil Kemenkum Sulsel akan terus berkomitmen memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan yang berkualitas.
Rapat harmonisasi yang berlangsung di Ruang Rapat Harmonisasi Kanwil Kemenkum Sulsel, Senin (9/10) dipimpin oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya Kanwil Kemenkum Sulsel, Mayasari, serta dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Makassar, di antaranya Inspektorat Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah, Bappeda, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Makassar.
Dalam rapat tersebut, pihak pemrakarsa menyampaikan bahwa perubahan Peraturan Wali Kota ini dilakukan untuk menyesuaikan dinamika perkembangan peraturan perundang-undangan serta ketentuan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri terkait tata cara persetujuan pemberian tambahan penghasilan bagi ASN di pemerintah daerah.
Selain itu, penyusunan perubahan aturan ini juga dimaksudkan sebagai pedoman dalam pemberian tambahan penghasilan pegawai guna meningkatkan disiplin, motivasi, serta kinerja aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Tim perancang peraturan perundang-undangan Kanwil Kemenkum Sulsel memberikan sejumlah masukan dan penyempurnaan terhadap rancangan regulasi tersebut, baik dari aspek substansi maupun teknik penyusunan peraturan perundang-undangan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain perbaikan pada bagian konsideran, penyesuaian dasar hukum dengan regulasi terbaru, penyempurnaan definisi dalam ketentuan umum, serta perbaikan pengacuan norma dalam beberapa pasal.
Selain itu, tim juga memberikan saran terkait penyederhanaan rumusan norma agar lebih jelas dan tidak menimbulkan multitafsir, serta memastikan materi muatan dalam rancangan peraturan tidak saling tumpang tindih.
Melalui proses harmonisasi ini, diharapkan rancangan Peraturan Wali Kota Makassar tersebut dapat selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi serta memiliki kejelasan norma sehingga mudah dipahami dalam implementasinya.
Berdasarkan hasil pembahasan dalam rapat, disimpulkan bahwa Rancangan Peraturan Wali Kota tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 11 Tahun 2024 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara lingkup Pemerintah Daerah dapat diterima dan dilanjutkan ke tahapan berikutnya dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menyampaikan bahwa kegiatan harmonisasi merupakan bagian penting dalam proses pembentukan produk hukum daerah agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.
“Harmonisasi ini bertujuan memastikan setiap rancangan produk hukum daerah disusun secara sistematis, tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, serta memiliki kejelasan norma sehingga dapat diimplementasikan dengan baik,” ujar Andi Basmal.
Ia juga menegaskan bahwa Kanwil Kemenkum Sulsel akan terus berkomitmen memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan yang berkualitas.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Maros Cairkan Rp20,8 Miliar THR dan TPP Guru
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mencairkan lebih dari Rp20,8 miliar untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Hari Raya (THR), gaji ke-13, dan Tambahan Penghasilan (Tamsil)
Jum'at, 27 Feb 2026 12:11
Sulsel
Pemkab Maros Lakukan Penyesuaian TPP ASN, Alami Penurunan 5 Persen
Pemerintah Kabupaten Maros telah menetapkan alokasi anggaran pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar Rp60 miliar. Namun, jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2025.
Jum'at, 20 Feb 2026 15:19
News
TPP ASN Sulsel Dapat Penyesuaian 20 Persen, Ini Alasan dan Pertimbangan Pemprov
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, Erwin Sodding menyampaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026
Kamis, 19 Feb 2026 12:50
Sulsel
Menelisik Poin-poin TPP yang Bertentangan dengan Perpres, Kini Jadi Temuan BPK
Pembayaran Honorarium berdasarkan pertimbangan objektif lainnya di 3 Organasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menjadi temuan BPK.
Jum'at, 20 Jun 2025 23:14
Sulsel
Bupati Bantaeng Uji Nurdin Bakal Jadikan Pembayaran TPP ASN Tepat Waktu
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin memimipin Apel Gabungan Forkopimda dan Halal Bihalal di Kantor Bupati Bantaeng, Rabu, 9 April 2025.
Rabu, 09 Apr 2025 21:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ekspresi Islam Indonesia
2
Nakhoda Asal Indonesia Hilang di Hormuz, Alumni Bumi Seram Prihatin
3
Erika Tansil di Balik Sukses Pelantikan KNPI Sulsel, Dorong Perempuan Ambil Peran Kepemimpinan
4
NasDem Bone Bagikan 3.000 Paket Takjil untuk Warga di Watampone
5
Kinerja Perbankan Sulsel Stabil di Awal 2026, Kredit dan DPK Masih Tumbuh
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ekspresi Islam Indonesia
2
Nakhoda Asal Indonesia Hilang di Hormuz, Alumni Bumi Seram Prihatin
3
Erika Tansil di Balik Sukses Pelantikan KNPI Sulsel, Dorong Perempuan Ambil Peran Kepemimpinan
4
NasDem Bone Bagikan 3.000 Paket Takjil untuk Warga di Watampone
5
Kinerja Perbankan Sulsel Stabil di Awal 2026, Kredit dan DPK Masih Tumbuh