Direksi Baru BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Quick Wins

Rabu, 15 Apr 2026 15:43
Direksi Baru BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Quick Wins
Salah satu langkah konkret yang langsung dijalankan direksi baru BPJS Kesehatan adalah peluncuran delapan program prioritas bertajuk Quick Wins. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Upaya meningkatkan kualitas layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini menjadi fokus utama jajaran Direksi BPJS Kesehatan periode 2026–2031. Salah satu langkah konkret yang langsung dijalankan adalah peluncuran delapan program prioritas bertajuk Quick Wins, yang ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja pertama. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peserta akan layanan yang cepat, responsif, dan mampu memberikan solusi saat menghadapi kendala, baik dalam aspek administrasi maupun pelayanan kesehatan di lapangan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menjelaskan bahwa Quick Wins ini terdiri atas 4 Program Customer Centric dan 4 Program Collaborative. Program ini dikembangkan secara khusus untuk mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN yang dirumuskan dengan menjaring aspirasi masyarakat.

"Harapan masyarakat sama, yaitu bisa direspons dengan cepat dan solutif apabila mereka menemui masalah saat mengakses layanan administrasi atau layanan kesehatan. Secara paralel, Program Collaborative juga dijalankan untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi, sehingga melibatkan sinergi dengan berbagai stakeholders dalam implementasinya,” jelas Pujo pada Rabu (15/04).

Empat program Customer Centric meliputi Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, serta Eliminasi Inefisiensi. Inisiatif Respons Cepat Solutif difokuskan pada penanganan keluhan peserta sekaligus memperluas jangkauan komunikasi hingga ke wilayah pedesaan.

“Quick Wins ini juga merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung salah satu poin asta cita Presiden Prabowo, yakni memperkuat pembangunan SDM yang salah satunya melalui kesehatan. Program JKN sudah memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia, ada banyak orang yang sudah merasakan manfaat kehadirannya. Oleh karena itu, kami mohon dukungan segenap pihak untuk bersama-sama mengawal Program JKN ini supaya bisa berjalan semakin baik lagi,” ujar Pujo usai acara Launching PANDAWA 24 Jam dan Quick Wins 100 Hari Kerja Pertama tersebut.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto menambahkan bahwa salah satu inovasi utama dalam program ini adalah layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) yang kini beroperasi selama 24 jam penuh. Sebelumnya, layanan ini hanya tersedia pada pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat.

“Di samping layanan PANDAWA 24 jam, kami juga berkomitmen menghadirkan layanan prioritas dengan standar waktu layanan kurang dari 5 menit. Kami menjamin untuk layanan-layanan prioritas ini akan direspons dalam waktu kurang dari 5 menit oleh petugas PANDAWA. Ini adalah standar baru layanan cepat yang kami persembahkan bagi peserta JKN,” ungkap Akmal.

Adapun layanan prioritas tersebut mencakup penambahan anggota keluarga untuk bayi baru lahir, pengaktifan kembali status kepesertaan bagi kategori tertentu, serta pembaruan data peserta seperti identitas dan informasi kontak.

“Indonesia sudah masuk ke arah digital welfare state. Artinya layanan publik ke depan bisa bergerak dari reaktif menjadi proaktif. Layanan publik yang cepat dan solutif menjadi yang utama, digitalisasi membantu kita melawan inefisiensi waktu. PANDAWA 24 jam merupakan arah besar transformasi digital nasional,” kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid yang hadir dalam acara tersebut.

Dukungan juga datang dari berbagai pihak. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menilai kemudahan akses layanan kesehatan merupakan fondasi penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.

“Inovasi PANDAWA 24 jam merupakan langkah progresif yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. BPJS Kesehatan membuktikan bahwa negara hadir memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat tanpa terikat ruang dan waktu,” jelas Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainul Tauhid Sa’adi.

Selain itu, program Iuran Kuat difokuskan pada optimalisasi penerimaan iuran melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan dana CSR dan skema pembayaran fleksibel seperti cicilan harian dan mingguan. Program Prolanis Muda menyasar peserta berusia di bawah 45 tahun yang menderita diabetes melitus dan hipertensi.

Sementara itu, Eliminasi Inefisiensi dilakukan melalui penguatan sistem pencegahan dan deteksi perilaku tidak efisien, termasuk potensi kecurangan, dengan dukungan teknologi berbasis kecerdasan buatan dalam proses verifikasi klaim.

Di sisi lain, empat program Collaborative mencakup P-Care MBG, Siswa Sehat Sekolah Rakyat, Desa Sehat JKN, serta JKN 3T yang berfokus pada perluasan layanan ke wilayah terpencil melalui kerja sama lintas sektor.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru