Problematika Danantara Dikupas Tuntas di Kota Makassar
Rabu, 15 Apr 2026 18:00
Debat publik bertajuk ‘Pro Kontra Model Pengelolaan BUMN pada Era Ekonomi Baru’ digelar di Hotel Claro, Makassar, hari ini (15/4/2026). Acara di Makassar adalah bagian pertama dari roadshow 10 kota.
MAKASSAR - Danantara digambarkan pemerintah sebagai mesin baru untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%. Tetapi di satu sisi Danantara dapat menjadi pintu kehancuran ekonomi apabila tidak dapat dipertanggungjawabkan secara konseptual atau dikelola secara koruptif.
Problematika ini akan dikupas tuntas dalam debat publik bertajuk ‘Pro Kontra Model Pengelolaan BUMN pada Era Ekonomi Baru’ yang digelar di Hotel Claro, Makassar, hari ini (15/4/2026). Acara di Makassar adalah bagian pertama dari roadshow 10 kota di Indonesia.
Isu utama yang akan dibedah adalah status Danantara sebagai superholding yang mengelola aset fantastis senilai USD900 miliar atau setara Rp14.700 triliun. Aset itu sebenarnya milik tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) raksasa, termasuk Bank Mandiri, BRI, PLN, dan Pertamina.
Di tengah budaya korupsi dan penyalahgunaan wewenang, banyak pihak khawatir Danantara akan menjadi pintu mega korupsi yang akan menciptakan kerentanan baru terhadap fondasi ekonomi negara.
Debat ini akan menghadirkan para pakar lintas disiplin. Di antaranya ekonom senior Bright Institute Awalil Rizky, Pengamat Kebijakan Wijayanto Samirin, Pakar Hukum Prof Aminuddin Ilmar, dan dimoderatori oleh mantan anggota DPRRI Akbar Faizal.
Saat ini terdapat temuan baru, telah terjadi tren penurunan laba BUMN dari Rp327 triliun pada 2023 menjadi Rp304 triliun pada 2024. Hal ini terjadi setelah pemerintah membentuk Danantara. Apakah dua hal ini ada kaitannya? Repotnya, sekarang para penyelenggara BUMN tidak dapat dituntut pertanggungjawaban hukum karena pemerintah telah menghapus status penyelenggara negara bagi para pemegang kebijakan di BUMN.
Acara ini digelar oleh Nagara Institute, sebuah lembaga nirlaba yang berpusat di Jakarta. Direktur Nagara Institute sekaligus host acara ini, Akbar Faizal, meminta publik memberi perhatian pada isu ini agar para pemegang kas negara tidak main-main dalam menjalankan tugasnya.
“Kita sedang menyaksikan pergeseran besar dalam sejarah ekonomi kita. Kami hadir untuk memastikan bahwa narasi mengenai Danantara tidak hanya datang dari satu sisi, tapi juga dari kacamata kritis akademisi dan ahli yang peduli pada masa depan kekayaan bangsa,” ungkapnya.
Acara ini, lanjutnya, akan melahirkan poin-poin rekomendasi kepada pemerintah dan Danantara untuk perbaikan pengelolaan BUMN di masa depan. Acara debat publik ini akan ditayangkan secara live streaming melalui kanal YouTube @AkbarFaizalUncensored.
Nagara Institute adalah lembaga independen yang berfokus pada riset kebijakan publik, isu demokrasi, tata kelola, kebijakan ekonomi, dan pemerintahan. Sebagai bagian dari Nagara Group, Nagara Institute aktif menyediakan analisis, riset strategis, serta program advokasi berbasis data untuk memperkuat kualitas kebijakan publik di Indonesia.
Problematika ini akan dikupas tuntas dalam debat publik bertajuk ‘Pro Kontra Model Pengelolaan BUMN pada Era Ekonomi Baru’ yang digelar di Hotel Claro, Makassar, hari ini (15/4/2026). Acara di Makassar adalah bagian pertama dari roadshow 10 kota di Indonesia.
Isu utama yang akan dibedah adalah status Danantara sebagai superholding yang mengelola aset fantastis senilai USD900 miliar atau setara Rp14.700 triliun. Aset itu sebenarnya milik tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) raksasa, termasuk Bank Mandiri, BRI, PLN, dan Pertamina.
Di tengah budaya korupsi dan penyalahgunaan wewenang, banyak pihak khawatir Danantara akan menjadi pintu mega korupsi yang akan menciptakan kerentanan baru terhadap fondasi ekonomi negara.
Debat ini akan menghadirkan para pakar lintas disiplin. Di antaranya ekonom senior Bright Institute Awalil Rizky, Pengamat Kebijakan Wijayanto Samirin, Pakar Hukum Prof Aminuddin Ilmar, dan dimoderatori oleh mantan anggota DPRRI Akbar Faizal.
Saat ini terdapat temuan baru, telah terjadi tren penurunan laba BUMN dari Rp327 triliun pada 2023 menjadi Rp304 triliun pada 2024. Hal ini terjadi setelah pemerintah membentuk Danantara. Apakah dua hal ini ada kaitannya? Repotnya, sekarang para penyelenggara BUMN tidak dapat dituntut pertanggungjawaban hukum karena pemerintah telah menghapus status penyelenggara negara bagi para pemegang kebijakan di BUMN.
Acara ini digelar oleh Nagara Institute, sebuah lembaga nirlaba yang berpusat di Jakarta. Direktur Nagara Institute sekaligus host acara ini, Akbar Faizal, meminta publik memberi perhatian pada isu ini agar para pemegang kas negara tidak main-main dalam menjalankan tugasnya.
“Kita sedang menyaksikan pergeseran besar dalam sejarah ekonomi kita. Kami hadir untuk memastikan bahwa narasi mengenai Danantara tidak hanya datang dari satu sisi, tapi juga dari kacamata kritis akademisi dan ahli yang peduli pada masa depan kekayaan bangsa,” ungkapnya.
Acara ini, lanjutnya, akan melahirkan poin-poin rekomendasi kepada pemerintah dan Danantara untuk perbaikan pengelolaan BUMN di masa depan. Acara debat publik ini akan ditayangkan secara live streaming melalui kanal YouTube @AkbarFaizalUncensored.
Nagara Institute adalah lembaga independen yang berfokus pada riset kebijakan publik, isu demokrasi, tata kelola, kebijakan ekonomi, dan pemerintahan. Sebagai bagian dari Nagara Group, Nagara Institute aktif menyediakan analisis, riset strategis, serta program advokasi berbasis data untuk memperkuat kualitas kebijakan publik di Indonesia.
(GUS)
Berita Terkait
News
PLN Pastikan Listrik Menyala di Seluruh Huntara Aceh Tamiang
PT PLN (Persero) terus mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang melalui penyediaan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik.
Jum'at, 02 Jan 2026 16:13
News
Kebut Pemulihan Aceh, Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Danantara bersama belasan BUMN termasuk PT PLN menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh
Sabtu, 20 Des 2025 00:20
Ekbis
Danantara Tekankan Peran Strategis Pelabuhan Jaga Arus Logistik Nataru
SVP Business 3 PT Danantara Asset Management (DAM), Desty Arlaini, menegaskan bahwa kesiapan pelabuhan menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional.
Sabtu, 13 Des 2025 14:09
News
Danantara Apresiasi Layanan Pelindo di Pelabuhan Makassar
Senior Director Transportation Sector PT Danantara Asset Management (DAM), Wamildan Tsani, mengapresiasi standar pelayanan yang dijalankan Pelindo Regional 4 di Pelabuhan Makassar.
Senin, 08 Des 2025 17:32
Ekbis
OJK Dukung Peluncuran BPI Danantara untuk Pengelolaan BUMN yang Lebih Baik
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyambut baik peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Rabu, 26 Feb 2025 16:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tak Mau Beli Randis Baru, Wali Kota Makassar Pilih Pakai Mobil Bekas
2
Kejari Maros Jadwalkan Pemeriksaan Kades Labuaja soal Dugaan Pungli
3
UMI Ingatkan Konsekuensi Hukum bagi Pemelintir Narasi Terkait Jusuf Kalla
4
Problematika Danantara Dikupas Tuntas di Kota Makassar
5
Sinergi OJK Dorong Akses Keuangan Petani Kakao di Luwu Timur
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tak Mau Beli Randis Baru, Wali Kota Makassar Pilih Pakai Mobil Bekas
2
Kejari Maros Jadwalkan Pemeriksaan Kades Labuaja soal Dugaan Pungli
3
UMI Ingatkan Konsekuensi Hukum bagi Pemelintir Narasi Terkait Jusuf Kalla
4
Problematika Danantara Dikupas Tuntas di Kota Makassar
5
Sinergi OJK Dorong Akses Keuangan Petani Kakao di Luwu Timur