Hardiknas 2026, Kadang Kita Mendidik Otak Tetapi Lupa Menyentuh Hati
Sabtu, 02 Mei 2026 09:41
Dr dr Rachmat Faisal Syamsu M Kes FISPH FISCM, Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UMI, Makassar. Foto: Istimewa
Dr dr Rachmat Faisal Syamsu M Kes FISPH FISCM.
(Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UMI, Makassar)
PENDIDIKAN yang Menghidupkan Hati
Hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Banyak yang berbicara tentang kurikulum, prestasi, dan kecerdasan. Namun ada satu hal yang sering terlupakan—adab.
Padahal para ulama sejak dahulu telah mengingatkan: “Ilmu tanpa adab adalah seperti api tanpa cahaya.”
Seorang murid boleh cerdas, tetapi tanpa adab, ia bisa melukai. Seorang guru boleh pintar, tetapi tanpa keteladanan, ia bisa kehilangan makna. Pendidikan sejati bukan hanya membuat seseorang tahu banyak,tetapi membuatnya tahu bagaimana bersikap, tahu kapan berbicara, dan tahu bagaimana menghormati.
Kisah yang Menggetarkan
Dikisahkan seorang murid dari kalangan tabi’in, ia berjalan jauh hanya untuk menuntut ilmu dari seorang guru besar. Namun setiap kali ia sampai di depan rumah gurunya, ia tidak langsung mengetuk pintu. Ia duduk di luar dengan penuh hormat, menunggu sampai gurunya keluar sendiri.
Ketika ditanya, mengapa ia tidak mengetuk saja, ia menjawab: “Aku takut mengganggu istirahat guruku. Ilmu itu mulia, maka aku harus datang dengan adab.”
Dan hari ini, kita bisa belajar dari mana saja, kapan saja, dengan satu sentuhan jari.Namun sering kali kita lupa satu hal sederhana: cara menghormati ilmu dan orang yang mengajarkannya.
Untuk Murid
Hormati gurumu, meski ia tidak sempurna.Karena bukan kesempurnaannya yang membuatmu belajar, tetapi keikhlasannya yang membuatmu berkembang. Jangan hanya cepat menjawab, tetapi belajarlah untuk mendengar dengan hati.
Untuk Guru
Didiklah dengan hati, karena murid tidak hanya mengingat apa yang diajarkan,tetapi juga bagaimana ia diperlakukan. Satu kalimat yang lembut bisa mengubah masa depan anak. Satu sikap yang kasar bisa meninggalkan luka seumur hidup
Untuk Kita Semua
Pendidikan hari ini mungkin mampu melahirkan banyak orang pintar, tetapi dunia tidak hanya butuh orang pintar. Dunia butuh orang yang:tahu cara berbicara dengan santun tahu cara menghargai perbedaan tahu batas antara ilmu dan kesombongan dan tahu bahwa semakin tinggi ilmu, seharusnya semakin rendah hati
Karena pada akhirnya, Seorang murid akan lupa banyak pelajaran tetapi tidak akan pernah lupa bagaimana gurunya memperlakukannya. Dan seorang guru mungkin lupa banyak muridnya, tetapi satu murid yang beradab, akan menjadi amal jariyah yang terus hidup.
Hari ini kita boleh bangga dengan ilmu, tetapi jangan sampai kita kehilangan adab. Karena sesungguhnya, ilmu mengangkat derajat,tetapi adab menjaga kemuliaannya.
(Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UMI, Makassar)
PENDIDIKAN yang Menghidupkan Hati
Hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Banyak yang berbicara tentang kurikulum, prestasi, dan kecerdasan. Namun ada satu hal yang sering terlupakan—adab.
Padahal para ulama sejak dahulu telah mengingatkan: “Ilmu tanpa adab adalah seperti api tanpa cahaya.”
Seorang murid boleh cerdas, tetapi tanpa adab, ia bisa melukai. Seorang guru boleh pintar, tetapi tanpa keteladanan, ia bisa kehilangan makna. Pendidikan sejati bukan hanya membuat seseorang tahu banyak,tetapi membuatnya tahu bagaimana bersikap, tahu kapan berbicara, dan tahu bagaimana menghormati.
Kisah yang Menggetarkan
Dikisahkan seorang murid dari kalangan tabi’in, ia berjalan jauh hanya untuk menuntut ilmu dari seorang guru besar. Namun setiap kali ia sampai di depan rumah gurunya, ia tidak langsung mengetuk pintu. Ia duduk di luar dengan penuh hormat, menunggu sampai gurunya keluar sendiri.
Ketika ditanya, mengapa ia tidak mengetuk saja, ia menjawab: “Aku takut mengganggu istirahat guruku. Ilmu itu mulia, maka aku harus datang dengan adab.”
Dan hari ini, kita bisa belajar dari mana saja, kapan saja, dengan satu sentuhan jari.Namun sering kali kita lupa satu hal sederhana: cara menghormati ilmu dan orang yang mengajarkannya.
Untuk Murid
Hormati gurumu, meski ia tidak sempurna.Karena bukan kesempurnaannya yang membuatmu belajar, tetapi keikhlasannya yang membuatmu berkembang. Jangan hanya cepat menjawab, tetapi belajarlah untuk mendengar dengan hati.
Untuk Guru
Didiklah dengan hati, karena murid tidak hanya mengingat apa yang diajarkan,tetapi juga bagaimana ia diperlakukan. Satu kalimat yang lembut bisa mengubah masa depan anak. Satu sikap yang kasar bisa meninggalkan luka seumur hidup
Untuk Kita Semua
Pendidikan hari ini mungkin mampu melahirkan banyak orang pintar, tetapi dunia tidak hanya butuh orang pintar. Dunia butuh orang yang:tahu cara berbicara dengan santun tahu cara menghargai perbedaan tahu batas antara ilmu dan kesombongan dan tahu bahwa semakin tinggi ilmu, seharusnya semakin rendah hati
Karena pada akhirnya, Seorang murid akan lupa banyak pelajaran tetapi tidak akan pernah lupa bagaimana gurunya memperlakukannya. Dan seorang guru mungkin lupa banyak muridnya, tetapi satu murid yang beradab, akan menjadi amal jariyah yang terus hidup.
Hari ini kita boleh bangga dengan ilmu, tetapi jangan sampai kita kehilangan adab. Karena sesungguhnya, ilmu mengangkat derajat,tetapi adab menjaga kemuliaannya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 mengenai persoalan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyisakan pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar persoalan ijazah: apakah keadilan substantif telah benar-benar menemukan tempatnya
Rabu, 07 Okt 2026 12:42
News
Linieritas Penting, tetapi Guru Bukan Garis Lurus
Karena itu, persoalannya bukan sesederhana: linier berarti baik, tidak linier berarti buruk. Linieritas adalah fondasi penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran profesionalitas.
Senin, 05 Okt 2026 21:49
News
Dari Bilik Suara OSIS, Demokrasi Belajar Tumbuh
Masa depan demokrasi Indonesia sedang diuji di tempat yang sering kita anggap sederhana: bilik suara pemilihan ketua OSIS.
Selasa, 22 Sep 2026 17:28
News
Antrean BBM, Ketika Kesabaran Rakyat Diuji
Barangkali suatu saat antrean BBM perlu dimasukkan sebagai salah satu destinasi wisata baru, karena hampir di setiap SPBU masyarakat dapat menikmati “perjalanan panjang” tanpa harus meninggalkan kendaraannya.
Minggu, 13 Sep 2026 09:44
News
Panoptikon Digital dan Kemerdekaan yang Semu
Setiap 17 Agustus, ruang digital Indonesia berubah menjadi lautan merah putih. Foto profil berganti, bendera menghiasi linimasa, tagar kemerdekaan bermunculan, dan video lomba tujuh belasan beredar dari berbagai daerah.
Senin, 24 Agu 2026 07:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pemkab Bone Raih Jamsostek Award 2026, Perlindungan Pekerja Rentan Jadi Perhatian
5
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pemkab Bone Raih Jamsostek Award 2026, Perlindungan Pekerja Rentan Jadi Perhatian
5
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour