Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Sulbar Gelar Peningkatan Program Bangga Kencana
Selasa, 19 Des 2023 10:23

BKKBN Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar peningkatan kapasitas pengelola program Bangga Kencana bersama mitra kerja dalam rangka percepatan penurunan stunting. Foto: Gusti Ridani
MAKASSAR - BKKBN Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar peningkatan kapasitas pengelola program Bangga Kencana bersama mitra kerja dalam rangka percepatan penurunan stunting tingkat Provinsi Sulawesi Barat tahun 2023 di Hotel Claro Makassar, Senin (18/12/23).
Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari tersebut dihadir langsung oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo diikuti 350 undangan yang terdiri dari mitra kerja, Keluarga Berencana kabupaten se-Sulbar dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten se-Sulbar.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Rezky Murwanto menyampaikan, rata-rata pencapaian program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di BKKBN Sulbar tahun 2023 sangat memuaskan. Bahkan Sulbar masuk 8 besar nasional pelayanan KB dalam rangka hari kontrasepsi sedunia tahun 2023.
Selain itu, ia memaparkan persentase pencapaian permuktahiran pendataan keluarga di Sulbar diatas rata-rata, melampaui 100 persen. Meski begitu, masih ada beberapa hal juga yang perlu mendapat perbaikan.
"Pertama, yang harus diperhatikan di Sulbar itu pola pikir, juga pola hidup sehat belum tertata dengan baik. Itu yang harus ditekankan, apalagi Pj Gubernur Sulbar telah menekankan terkait kemiskinan ekstrem, anak putus sekolah dan stunting untuk bisa kita atasi," tuturnya usai pembukaan kegiatan.
Adapaun untuk desa terisolir di Sulbar, pihaknya telah bersinergi dengan semua mitra dan melakukan kordinasi untuk percepatan penurunan stunting di pelosok Sulbar dengan menggandeng tim pendamping keluarga disetiap desa.
Diketahui, sampai saat angka stunting di Sulbar masih di atas rata-rata nasional. Bahkan Sulbar masuk urutan ke 2 teratas dengan angka stunting tertinggi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengakui, pihaknya perlu upaya sangat keras untuk menurunkan angka stunting di Sulbar. Maka, diperlukan komitemen dari Pemprov Sulbar, salah satunya dengan program bapak asuh anak stunting yang telah di dukung Pj Gubernur Sulbar.
"Saya melihat pak Pj Gubernur komitemennya sudah bagus. Gubernur menggerakkan PNS menjadi bapak asuh anak stunting itu salah satu bentuk komitemen, sehingga anak stunting diperhatikan semua pihak," tuturnya.
Selain itu, diperlukan edukasi dan penyampai informasi kepada masyarakat terkait bahaya dan pencegahan stunting, agar masyarakat lebih paham. Adapun untuk penyaluran dana PKH, agar difokuskan untuk penangan stunting terutama kebutuhan makanan.
"Penyaluran dana PKH digunakan untuk anak stunting, untuk diberikan makan. Makanan jagan sampai tidak tersedia, jadi jagan sampai ada desa rawan pangan. Terakhir pendataan harus bagus," tegasnya.
Haryanto juga menekankan untuk melakukan pencegahan stunting melalui pendataan pernikahan. Dimana, remaja yang akan menikah wajib di data dan dilakukan tes kesehatan.
"Bagi masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan wajib diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui calon pengantin layak hamil atau tidak. Jika tidak, calon pengantin tetap di izinkan menikah, hanya saja untuk kehamilan harus ditunda dulu," jelasnya.
Selain stunting, pada kesempatan itu, BKKBN RI juga menyoroti kesehatan mental remaja saat ini. Dimana, banyak remaja yang memiliki tubuh tidak stunting tapi kesahatan mentalnya terganggu.
"98 dari 100 anak memiliki bakat untuk mengalami orang dengan gangguan jiwa (odgj). Menurut riset kesehatan dasar, tahun 2013 ada 1,7/1000 orang sekarang 7/1000 orang. Hal ini berbahaya, karena meningkatkan perceraian, juga meningkatkan penggunaan narkotika," bebernya.
Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari tersebut dihadir langsung oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo diikuti 350 undangan yang terdiri dari mitra kerja, Keluarga Berencana kabupaten se-Sulbar dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten se-Sulbar.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Rezky Murwanto menyampaikan, rata-rata pencapaian program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di BKKBN Sulbar tahun 2023 sangat memuaskan. Bahkan Sulbar masuk 8 besar nasional pelayanan KB dalam rangka hari kontrasepsi sedunia tahun 2023.
Selain itu, ia memaparkan persentase pencapaian permuktahiran pendataan keluarga di Sulbar diatas rata-rata, melampaui 100 persen. Meski begitu, masih ada beberapa hal juga yang perlu mendapat perbaikan.
"Pertama, yang harus diperhatikan di Sulbar itu pola pikir, juga pola hidup sehat belum tertata dengan baik. Itu yang harus ditekankan, apalagi Pj Gubernur Sulbar telah menekankan terkait kemiskinan ekstrem, anak putus sekolah dan stunting untuk bisa kita atasi," tuturnya usai pembukaan kegiatan.
Adapaun untuk desa terisolir di Sulbar, pihaknya telah bersinergi dengan semua mitra dan melakukan kordinasi untuk percepatan penurunan stunting di pelosok Sulbar dengan menggandeng tim pendamping keluarga disetiap desa.
Diketahui, sampai saat angka stunting di Sulbar masih di atas rata-rata nasional. Bahkan Sulbar masuk urutan ke 2 teratas dengan angka stunting tertinggi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengakui, pihaknya perlu upaya sangat keras untuk menurunkan angka stunting di Sulbar. Maka, diperlukan komitemen dari Pemprov Sulbar, salah satunya dengan program bapak asuh anak stunting yang telah di dukung Pj Gubernur Sulbar.
"Saya melihat pak Pj Gubernur komitemennya sudah bagus. Gubernur menggerakkan PNS menjadi bapak asuh anak stunting itu salah satu bentuk komitemen, sehingga anak stunting diperhatikan semua pihak," tuturnya.
Selain itu, diperlukan edukasi dan penyampai informasi kepada masyarakat terkait bahaya dan pencegahan stunting, agar masyarakat lebih paham. Adapun untuk penyaluran dana PKH, agar difokuskan untuk penangan stunting terutama kebutuhan makanan.
"Penyaluran dana PKH digunakan untuk anak stunting, untuk diberikan makan. Makanan jagan sampai tidak tersedia, jadi jagan sampai ada desa rawan pangan. Terakhir pendataan harus bagus," tegasnya.
Haryanto juga menekankan untuk melakukan pencegahan stunting melalui pendataan pernikahan. Dimana, remaja yang akan menikah wajib di data dan dilakukan tes kesehatan.
"Bagi masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan wajib diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui calon pengantin layak hamil atau tidak. Jika tidak, calon pengantin tetap di izinkan menikah, hanya saja untuk kehamilan harus ditunda dulu," jelasnya.
Selain stunting, pada kesempatan itu, BKKBN RI juga menyoroti kesehatan mental remaja saat ini. Dimana, banyak remaja yang memiliki tubuh tidak stunting tapi kesahatan mentalnya terganggu.
"98 dari 100 anak memiliki bakat untuk mengalami orang dengan gangguan jiwa (odgj). Menurut riset kesehatan dasar, tahun 2013 ada 1,7/1000 orang sekarang 7/1000 orang. Hal ini berbahaya, karena meningkatkan perceraian, juga meningkatkan penggunaan narkotika," bebernya.
(GUS)
Berita Terkait

News
Gubernur Sulsel Evaluasi Program Stop Stunting di Takalar dan Jeneponto
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan kunjungan evaluasi program Aksi Stop Stunting di Desa Lengkese, Kecamatan Manggarabombang, Kabupaten Takalar, dan Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Selasa (19/8/2025).
Selasa, 19 Agu 2025 19:26

Sulsel
Prevalensi Stunting Maros Turun 12 Persen, Tertinggi di Sulsel
Angka stunting di Kabupaten Maros menurun signifikan. Bahkan penurunannya mencapai 12 persen hanya dalam satu tahun.
Senin, 11 Agu 2025 16:53

Sulsel
Buka Rakor TPPS, Wabup Targetkan Stunting Gowa Segera Capai Angka 13 Persen
Wakil Bupati Gowa yang juga Ketua TPPS Kabupaten Gowa, Darmawangsyah Muin membuka Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Gowa di Aula Kantor Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Kamis (31/7).
Jum'at, 01 Agu 2025 19:52

Sulsel
Tim ASS Siap Lakukan Pendampingan Penurunan Stunting di Gowa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menerima kedatangan Tim Aksi Stop Stunting (ASS) Tahun 2025 di Baruga Krg Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (29/7).
Rabu, 30 Jul 2025 17:01

Sulsel
Optimis Angka Stunting Menurun, Bupati Uji Nurdin Apresiasi Hadirnya Tenaga Pendamping Gizi Desa
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri Penerimaan Tenaga Pendamping Gizi Desa (TPGD) dalam rangka mendukung Program Aksi Stop Stunting (ASS) Kabupaten Bantaeng di Puskesmas Kota pada Senin, 28, Juli 2025.
Selasa, 29 Jul 2025 09:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Ormas Kiwal Gowa Serukan Stop Demo Anarkis, Minta Jangan Terprovokasi
2

Sebelum Dibakar, Massa Aksi Tembus dan Rusak Ruangan Ketua DPRD Sulsel
3

IMMIM Gelar Workshop Kemitraan Masjid untuk Monitoring dan Evaluasi Program
4

Wali Kota Makassar Jenguk Pegawai DPRD Korban Demo di RS Grestelina
5

Sampaikan Duka Cita, Pesan Resmi Pimpinan DPRD Sulsel Usai Gedungnya Hangus Dibakar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Ormas Kiwal Gowa Serukan Stop Demo Anarkis, Minta Jangan Terprovokasi
2

Sebelum Dibakar, Massa Aksi Tembus dan Rusak Ruangan Ketua DPRD Sulsel
3

IMMIM Gelar Workshop Kemitraan Masjid untuk Monitoring dan Evaluasi Program
4

Wali Kota Makassar Jenguk Pegawai DPRD Korban Demo di RS Grestelina
5

Sampaikan Duka Cita, Pesan Resmi Pimpinan DPRD Sulsel Usai Gedungnya Hangus Dibakar