Cetak Generasi Melek Finansial, OJK Edukasi Mahasiswa - Pelajar di Sulbar

Senin, 15 Jun 2026 21:04
Cetak Generasi Melek Finansial, OJK Edukasi Mahasiswa - Pelajar di Sulbar
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAMUJU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan edukasi keuangan yang digelar pada 9–11 Juni 2026 di Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Majene, Sulawesi Barat.

Program ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam membentuk generasi muda yang cakap finansial, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman dan bertanggung jawab. Edukasi juga difokuskan pada peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai kejahatan keuangan, seperti penipuan digital, pinjaman online ilegal, dan investasi ilegal.

Kegiatan diawali pada 9 Juni 2026 di SMP Negeri 2 Mamuju. Bekerja sama dengan industri perbankan, OJK Sulsel Sulbar memberikan edukasi keuangan kepada 120 pelajar sekaligus menyerahkan secara simbolis rekening Simpanan Pelajar (SimPel). Langkah ini diharapkan dapat mendorong budaya menabung sejak dini dan membantu siswa mengelola keuangan secara lebih terencana.

Sehari berikutnya, edukasi keuangan dilaksanakan di SD Inpres Ngapaboa, Kabupaten Mamuju Tengah, dengan melibatkan 100 siswa. Materi disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami, mencakup pengenalan konsep dasar pengelolaan keuangan, pentingnya menabung, serta pemahaman mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

Rangkaian kegiatan ditutup pada 11 Juni 2026 di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Kabupaten Majene. Bersama Lembaga Penerbitan dan Penyiaran (LPP) Karakter Unsulbar, OJK memberikan edukasi kepada 150 civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Materi yang dibahas meliputi pengelolaan keuangan pribadi, pemanfaatan layanan keuangan secara bijak, hingga kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan cakap finansial.

“Pemahaman keuangan yang baik sejak usia sekolah hingga perguruan tinggi merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam merencanakan masa depan. Selain mampu mengelola keuangan secara bijak, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan memanfaatkan layanan keuangan digital secara cerdas serta memahami berbagai risiko yang dapat muncul di era digital,” ujarnya.

Upaya tersebut sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Survei menunjukkan tingkat literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa mencapai 61,76 persen, meningkat dibandingkan 56,42 persen pada 2024. Sementara itu, tingkat literasi keuangan syariah pada kelompok yang sama juga naik dari 30,17 persen menjadi 40,49 persen.

Meski menunjukkan tren positif, OJK menilai edukasi yang berkelanjutan tetap diperlukan agar generasi muda semakin memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam penggunaan produk serta layanan jasa keuangan.

Melalui kegiatan yang menjangkau 370 pelajar dan mahasiswa di tiga kabupaten di Sulawesi Barat, OJK Sulsel Sulbar berharap dapat mendorong lahirnya generasi yang lebih melek keuangan, memiliki budaya menabung yang kuat, bijak dalam bertransaksi digital, serta mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan meningkatnya pemahaman dan akses terhadap produk serta layanan keuangan, generasi muda diharapkan dapat berperan aktif dalam membangun budaya keuangan yang sehat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru