Bupati Maros Klaim Perputaran Uang di Kegiatan Harganas Tembus Rp3 Miliar
Senin, 02 Sep 2024 14:56
Bupati Maros AS Chaidir Syam bersama Sekda Provinsi Sulsel Jufri Rahman pada kegiatan puncak Harganas. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menjadi tuan rumah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Sulsel ke-31 yang dipusatkan di Lapangan Pallantikang.
Kegiatan Harganas berlangsung selama dua hari, 1 dan 2 September 2024. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Pemkab Maros untuk mendorong para pelaku UMKM ikut andil dalam perayaan tersebut.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, perputaran uang selama kegiatan mencapai Rp3 miliar.
"Ini bisa membawa dampak positif bagi Kabupaten Maros, utamanya bagi sektor perekonomian. Peserta yang hadir dari Sulsel itu sekitar 3.000, jika satu orang membelanjakan uangnya sebanyak Rp1 juta itu perputaran uangnya sudah Rp3 miliar,” katanya, Senin (2/9/2024).
Para tamu menurut Chaidir Syam ramai-ramai ke Pantai Tak Berombak dan destinasi wisata lainnya.
"Semalam itu pengunjung yang ke PTB sangat membludak," ujarnya.
Sementara itu Sekda Provinsi Sulsel, Jufri Rahman mengatakan, tahun ini pihaknya memberikan dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Kepada BKKBN sebesar Rp165 miliar untuk percepatan penurunan stunting.
"Dari anggaran itu, telah terserap sekitar Rp52 miliar atau 31,73 persen," terangnya.
Dana BOKB itu menurut Jufri penting sebab saat ini angka stunting di Sulsel masih sangat tinggi, yakni 27,4 persen.
"Masih sangat jauh dari target 14 persen, maknya kita mengerahkan segala daya upaya sehingga dapat mendekati target di akhir 2024," jelasnya.
Tingginya angka stunting karena kurang tepatnya intervensi yang dilakukan pada sasaran prioritas yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, bayi dan anak-anak di bawah dua tahun.
"Tidak akurat dalam mengindentifikasi kelompok-kelompok yang mengakibatkan penggunaan sumber daya tidak efektif," tutur Hamdan.
Dia menyebutkan, dari sembilan indikator layanan intervensi spesifik hanya tiga yang mencapai target.
Sementara itu, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Shodiqin menuturkan, dipilihnya Maros sebagai tuan rumah peringati Harganas, karena penanganan stuntingnya sangat baik.
"Saat ini Maros stuntingnya tersisa 18 persen," tuturnya.
Dia mengatakan, ada beberapa upaya penurunan angka stunting yang saat ini pihaknya sedang lakukan.
Mulai dari pendewasaan usia perkawinan, mencegah adanya kehamilan muda dan tua. Dia mengklaim Peringatan Hari Keluarga Nasional Tingkat Sulawesi Selatan yang diadakan di Maros merupakan peringatan yang paling meriah.
“Menurut saya ini perayaan tersebar selama ini, peserta jalan santainya bahkan sampai 14.000 peserta,” tutupnya.
Kegiatan Harganas berlangsung selama dua hari, 1 dan 2 September 2024. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Pemkab Maros untuk mendorong para pelaku UMKM ikut andil dalam perayaan tersebut.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, perputaran uang selama kegiatan mencapai Rp3 miliar.
"Ini bisa membawa dampak positif bagi Kabupaten Maros, utamanya bagi sektor perekonomian. Peserta yang hadir dari Sulsel itu sekitar 3.000, jika satu orang membelanjakan uangnya sebanyak Rp1 juta itu perputaran uangnya sudah Rp3 miliar,” katanya, Senin (2/9/2024).
Para tamu menurut Chaidir Syam ramai-ramai ke Pantai Tak Berombak dan destinasi wisata lainnya.
"Semalam itu pengunjung yang ke PTB sangat membludak," ujarnya.
Sementara itu Sekda Provinsi Sulsel, Jufri Rahman mengatakan, tahun ini pihaknya memberikan dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Kepada BKKBN sebesar Rp165 miliar untuk percepatan penurunan stunting.
"Dari anggaran itu, telah terserap sekitar Rp52 miliar atau 31,73 persen," terangnya.
Dana BOKB itu menurut Jufri penting sebab saat ini angka stunting di Sulsel masih sangat tinggi, yakni 27,4 persen.
"Masih sangat jauh dari target 14 persen, maknya kita mengerahkan segala daya upaya sehingga dapat mendekati target di akhir 2024," jelasnya.
Tingginya angka stunting karena kurang tepatnya intervensi yang dilakukan pada sasaran prioritas yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, bayi dan anak-anak di bawah dua tahun.
"Tidak akurat dalam mengindentifikasi kelompok-kelompok yang mengakibatkan penggunaan sumber daya tidak efektif," tutur Hamdan.
Dia menyebutkan, dari sembilan indikator layanan intervensi spesifik hanya tiga yang mencapai target.
Sementara itu, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Shodiqin menuturkan, dipilihnya Maros sebagai tuan rumah peringati Harganas, karena penanganan stuntingnya sangat baik.
"Saat ini Maros stuntingnya tersisa 18 persen," tuturnya.
Dia mengatakan, ada beberapa upaya penurunan angka stunting yang saat ini pihaknya sedang lakukan.
Mulai dari pendewasaan usia perkawinan, mencegah adanya kehamilan muda dan tua. Dia mengklaim Peringatan Hari Keluarga Nasional Tingkat Sulawesi Selatan yang diadakan di Maros merupakan peringatan yang paling meriah.
“Menurut saya ini perayaan tersebar selama ini, peserta jalan santainya bahkan sampai 14.000 peserta,” tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
BKPSDM Maros Dorong Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan
Pemkab Maros memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan melalui bimtek penguatan pemerintahan digital, khususnya dalam perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, efektif, dan efisien.
Jum'at, 16 Okt 2026 14:36
News
Kualitas Udara Maros Tidak Sehat, Siswa Diberi Masker
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, membagikan masker kepada siswa di sejumlah sekolah menyusul kualitas udara yang tidak sehat di Kabupaten Maros, Kamis (15/10/2026).
Kamis, 15 Okt 2026 12:34
Sulsel
BKPSDM Maros Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas ASN dalam Pengelolaan APBD
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maros menggelar bimtek penguatan kapasitas ASN dalam pengelolaan APBD yang efisien, efektif, dan akuntabel.
Kamis, 15 Okt 2026 12:06
Sulsel
Pemkab Maros Salurkan Susu untuk Anak Usia 5 hingga 8 Tahun
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros membagikan paket susu kepada anak-anak usia 5 hingga 8 tahun sebagai salah satu upaya mencegah stunting.
Rabu, 14 Okt 2026 14:33
Sulsel
Pilkades Serentak Maros Digelar April 2027, Diikuti 64 Desa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung April 2027.
Selasa, 13 Okt 2026 13:50
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
2
Athirah Baruga Education Expo Tampilkan 99 Karya Siswa, 7 Guru Besar jadi Penguji
3
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun Terkait Saham DSSA, BREN, dan CUAN
4
Geely Ricklean Makassar Punya Fasilitas 3S, Buru Penjualan 500 Unit di 2026
5
Modal Usaha Rp1,5 Miliar, IKA Unhas Bantu Mahasiswa Jadi Pengusaha
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
2
Athirah Baruga Education Expo Tampilkan 99 Karya Siswa, 7 Guru Besar jadi Penguji
3
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun Terkait Saham DSSA, BREN, dan CUAN
4
Geely Ricklean Makassar Punya Fasilitas 3S, Buru Penjualan 500 Unit di 2026
5
Modal Usaha Rp1,5 Miliar, IKA Unhas Bantu Mahasiswa Jadi Pengusaha