Kolaborasi Bersama Wujudkan Pemulihan Berkeadilan & Transparan di Towuti
Minggu, 31 Agu 2025 11:29
PT Vale bersama Pemkab Lutim, masyarakat, dan para pakar independen aktif bergerak untuk menjamin penanganan yang transparan, inklusif, dan berkeadilan. Foto/IST
TOWUTI - Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, resmi menetapkan periode tanggap darurat pasca kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, mulai 23 Agustus hingga 5 September 2025. Dalam periode ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bersama Pemerintah Daerah Luwu Timur, masyarakat, dan para pakar independen aktif bergerak untuk menjamin penanganan yang transparan, inklusif, dan berkeadilan.
Sejak hari pertama, desa terdampak seperti Lioka, Langkea Raya, Baruga, Timampu, Matompi, dan Wawondula menjadi fokus utama. Pemulihan dipimpin langsung oleh Pemerintah Daerah, sementara PT Vale menjalankan peran sebagai mitra yang bertanggung jawab. Tim ahli independen dari universitas ternama juga dilibatkan untuk melakukan asesmen sosial, ekonomi, dan ekologis.
Camat Towuti, Amri Mustari, menegaskan pentingnya kerja bersama. “Ini bukan kerja sepihak, kami dari pemerintah berkolaborasi dengan baik, termasuk masyarakat yang kita libatkan agar kejadian ini bisa segera kita atasi," kata dia.
Hingga hari kedelapan, PT Vale telah menerima 112 aduan resmi, hampir 90 persen di antaranya disampaikan langsung saat tim turun ke lapangan. Untuk memastikan akses informasi, PT Vale membuka Posko Pengaduan & Informasi di Kantor Camat Towuti dan menyediakan Hotline 24 jam.
Peran aktif masyarakat sangat penting. Tokoh desa turut mencatat keluhan dan kebutuhan warga, yang kemudian diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh PT Vale. Mekanisme ini menjamin setiap suara warga didengar dan setiap aduan menjadi dasar perbaikan.
Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa pemulihan adalah perjalanan bersama. “Bapak Bupati telah menetapkan masa tanggap darurat sampai 5 September. Kami optimis dengan keterlibatan aktif masyarakat, dukungan pemerintah, dan masukan dari para ahli, pemulihan akan terus berlanjut dengan prinsip berkeadilan dan transparansi," tutur dia.
Tim ahli akan melanjutkan wawancara lapangan di wilayah hilir sebelum menyusun rekomendasi resmi pada awal minggu depan. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar langkah pemulihan jangka panjang yang kuat bagi lingkungan dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Towuti.
Sejak hari pertama, desa terdampak seperti Lioka, Langkea Raya, Baruga, Timampu, Matompi, dan Wawondula menjadi fokus utama. Pemulihan dipimpin langsung oleh Pemerintah Daerah, sementara PT Vale menjalankan peran sebagai mitra yang bertanggung jawab. Tim ahli independen dari universitas ternama juga dilibatkan untuk melakukan asesmen sosial, ekonomi, dan ekologis.
Camat Towuti, Amri Mustari, menegaskan pentingnya kerja bersama. “Ini bukan kerja sepihak, kami dari pemerintah berkolaborasi dengan baik, termasuk masyarakat yang kita libatkan agar kejadian ini bisa segera kita atasi," kata dia.
Hingga hari kedelapan, PT Vale telah menerima 112 aduan resmi, hampir 90 persen di antaranya disampaikan langsung saat tim turun ke lapangan. Untuk memastikan akses informasi, PT Vale membuka Posko Pengaduan & Informasi di Kantor Camat Towuti dan menyediakan Hotline 24 jam.
Peran aktif masyarakat sangat penting. Tokoh desa turut mencatat keluhan dan kebutuhan warga, yang kemudian diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh PT Vale. Mekanisme ini menjamin setiap suara warga didengar dan setiap aduan menjadi dasar perbaikan.
Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa pemulihan adalah perjalanan bersama. “Bapak Bupati telah menetapkan masa tanggap darurat sampai 5 September. Kami optimis dengan keterlibatan aktif masyarakat, dukungan pemerintah, dan masukan dari para ahli, pemulihan akan terus berlanjut dengan prinsip berkeadilan dan transparansi," tutur dia.
Tim ahli akan melanjutkan wawancara lapangan di wilayah hilir sebelum menyusun rekomendasi resmi pada awal minggu depan. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar langkah pemulihan jangka panjang yang kuat bagi lingkungan dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Towuti.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Jika Tidak Ada Tindaklanjut, Kasus Islamic Center Malili Bakal Dilaporkan ke Kejati Sulsel
Perwakilan AMPLi, Yolan, menegaskan pihaknya tidak ingin isu proyek Islamic Center yang sempat menjadi perhatian publik berakhir tanpa kejelasan.
Senin, 29 Jun 2026 18:58
Sulsel
Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek
Aktivis Luwu Timur, Nur Alam, mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti dugaan permasalahan proyek pembangunan Masjid Islamic Center Malili.
Minggu, 28 Jun 2026 16:28
News
Gaungkan Aksi Iklim, PT Vale Hijaukan Lingkungan SMKN 9 Kolaka
PT Vale Indonesia Tbk melalui IGP Pomalaa memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 dengan menggelar aksi penanaman puluhan pohon di lingkungan SMKN 9 Kolaka, Kecamatan Pomalaa.
Kamis, 25 Jun 2026 15:16
News
PT Vale Siapkan SDM Lokal Terampil Lewat Pelatihan & Sertifikasi Operator Alat Berat
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal melalui Program Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat Berat.
Rabu, 24 Jun 2026 16:18
Sulsel
Proyek Jalan 4 Lajur Atue–Malili Dimulai 2027, Tahap Pertama Telan Anggaran Rp57 Miliar
Rencana besar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk menghadirkan jalan dua jalur empat lajur dari wilayah Atue hingga Malili mulai menunjukkan titik terang.
Senin, 22 Jun 2026 15:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jika Tidak Ada Tindaklanjut, Kasus Islamic Center Malili Bakal Dilaporkan ke Kejati Sulsel
2
Pemkot Makassar Pastikan Tertibkan Bangunan Liar di Lahan Fasum Manggala
3
Pemkot Makassar Usut Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
4
Ratusan Relawan SPPG Datangi DPRD Parepare, Tuntut Program MBG Tidak Dihentikan
5
Sinergi PLN UIP Sulawesi & Kejati Sulteng Kebut Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jika Tidak Ada Tindaklanjut, Kasus Islamic Center Malili Bakal Dilaporkan ke Kejati Sulsel
2
Pemkot Makassar Pastikan Tertibkan Bangunan Liar di Lahan Fasum Manggala
3
Pemkot Makassar Usut Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
4
Ratusan Relawan SPPG Datangi DPRD Parepare, Tuntut Program MBG Tidak Dihentikan
5
Sinergi PLN UIP Sulawesi & Kejati Sulteng Kebut Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan