Pernah Tangani Proyek Bersoal! DPRD Sulsel Tak Mau Orang Bermasalah Tangani Proyek Irigasi
Senin, 19 Jan 2026 18:15
Komisi D DPRD Sulsel menggelar rapat kerja bersama pemenang tender managemen konstruksi (MK) di Kantor sementara DPRD Sulsel, Makassar pada Senin (19/01/2026). Foto: Humas DPRD Sulsel
Makassar - Komisi D DPRD Sulsel merekomendasikan pergantian team leader yang mengerjakan paket irigasi multi years 2025-2027. Rekomendasi ini disampaikan dalam rapat kerja bersama pemenang tender managemen konstruksi (MK) di Kantor sementara DPRD Sulsel, Makassar pada Senin (19/01/2026).
Rapat kerja ini membahas empat paket rehabilitasi daerah irigasi. Paket pertama meliputi Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba dan Sinjai. Paket Kedua yakni Bone, Soppeng dan Wajo.
Selanjutnya paket ketiga yakni Pangkep, Barru, Sidrap dan Pinrang. Serta paket keempat yakni Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar menyoroti Team Leader dari PT Kogas Diryap Konsultan Wilayah Makassar yang diisi oleh Nawawi. Ia mendapati bahwa Nawawi ini adalah orang yang mengerjakan proyek Bendung dan Embung Lalengrie di Bone yang bermasalah.
"Pak nawawi ini sudah bermasalah pekerjaannya (di Bone)kenapa dipakai lagi? Kenapa tidak diganti saja ini hari?," kata Sadar kepada Kepala Cabang PT Kogas Driyap Konsultan Wilayah Makassar, Sudirman.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel lainnya, Lukman B Kady mengamini pernyataan Sadar. Ia juga meminta agar PT Kogas Driyap Konsultan Wilayah Makassar mengganti Nawawi sebagai Team Leader.
"Makanya tadi begitu melihat Pak Nawawi, ingat (proyek bermasalah) Lalangrie, Pak. Bayangan kami di mukanya Nawawi, ini Lalangrie. Jadi kalau bapak pakai untuk melanjutkan lagi, ini deadline loh pak. Tolong jangan lagi ada istilah coba-coba," ujar Lukman.
"Dengan kondisi Pak Nawawi, karena kami yang turun (mengawasi) pak. Gantilah yang muda-muda, yang gas full. Jangalah pakai orang yang rusak, bapak," tegas Anggota Fraksi Golkar ini.
Menanggapi rekomendasi dewan, Kepala Cabang PT Kogas Driyap Konsultan Wilayah Makassar, Sudirman mengaku baru mengetahui rekam jejak Nawawi dalam rapat kerja tersebut. Sebab, rekam jejak Nawawi dalam referensinya tercantum baik.
"Pada saat saya merekrut beliau, saya tidak tahu dimana sebelumnya dia bekerja. Apakah bermasalah atau tidak, semua di pengalaman kerjanya ada referensinya, dan di referensi itu, baik semua," sebut Sudirman.
Ia mengaku rekomendasi dewan bakal dipertimbangkan. Namun sebelum mengevaluasi Nawawi, ia harus berkoordinasi dulu dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Cipta Karya Dan Tata Ruang Provinsi Sulsel dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
"Tapi tadi di rapat tadi, ternyata ada masalah. Solusinya kalau ada masalah seperti itu, kita akan tanggapi dengan serius," paparnya.
"Ada kemungkinan pergantian, Tentu akan kita komunikasikan dengan kepala dinas dan KPA. Kita lihat kinerjanya selama ini, dan melihat track recordnya selama ini," sambungnya.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid mengingatkan agar MK bisa bekerja dengan baik agar proyek irigasi ini selesai tepat waktu. Sehingga masyarakat bisa segera memanfaatkannya dengan baik.
"Kita minta pekerjaan mereka betul-betul bekerja dengan baik, untuk bagaimana mengawasi pekerjaan fisik dari kontraktor yang mengerjakan irigasi ini," tandasnya.
Rapat kerja ini membahas empat paket rehabilitasi daerah irigasi. Paket pertama meliputi Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba dan Sinjai. Paket Kedua yakni Bone, Soppeng dan Wajo.
Selanjutnya paket ketiga yakni Pangkep, Barru, Sidrap dan Pinrang. Serta paket keempat yakni Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar menyoroti Team Leader dari PT Kogas Diryap Konsultan Wilayah Makassar yang diisi oleh Nawawi. Ia mendapati bahwa Nawawi ini adalah orang yang mengerjakan proyek Bendung dan Embung Lalengrie di Bone yang bermasalah.
"Pak nawawi ini sudah bermasalah pekerjaannya (di Bone)kenapa dipakai lagi? Kenapa tidak diganti saja ini hari?," kata Sadar kepada Kepala Cabang PT Kogas Driyap Konsultan Wilayah Makassar, Sudirman.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel lainnya, Lukman B Kady mengamini pernyataan Sadar. Ia juga meminta agar PT Kogas Driyap Konsultan Wilayah Makassar mengganti Nawawi sebagai Team Leader.
"Makanya tadi begitu melihat Pak Nawawi, ingat (proyek bermasalah) Lalangrie, Pak. Bayangan kami di mukanya Nawawi, ini Lalangrie. Jadi kalau bapak pakai untuk melanjutkan lagi, ini deadline loh pak. Tolong jangan lagi ada istilah coba-coba," ujar Lukman.
"Dengan kondisi Pak Nawawi, karena kami yang turun (mengawasi) pak. Gantilah yang muda-muda, yang gas full. Jangalah pakai orang yang rusak, bapak," tegas Anggota Fraksi Golkar ini.
Menanggapi rekomendasi dewan, Kepala Cabang PT Kogas Driyap Konsultan Wilayah Makassar, Sudirman mengaku baru mengetahui rekam jejak Nawawi dalam rapat kerja tersebut. Sebab, rekam jejak Nawawi dalam referensinya tercantum baik.
"Pada saat saya merekrut beliau, saya tidak tahu dimana sebelumnya dia bekerja. Apakah bermasalah atau tidak, semua di pengalaman kerjanya ada referensinya, dan di referensi itu, baik semua," sebut Sudirman.
Ia mengaku rekomendasi dewan bakal dipertimbangkan. Namun sebelum mengevaluasi Nawawi, ia harus berkoordinasi dulu dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Cipta Karya Dan Tata Ruang Provinsi Sulsel dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
"Tapi tadi di rapat tadi, ternyata ada masalah. Solusinya kalau ada masalah seperti itu, kita akan tanggapi dengan serius," paparnya.
"Ada kemungkinan pergantian, Tentu akan kita komunikasikan dengan kepala dinas dan KPA. Kita lihat kinerjanya selama ini, dan melihat track recordnya selama ini," sambungnya.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid mengingatkan agar MK bisa bekerja dengan baik agar proyek irigasi ini selesai tepat waktu. Sehingga masyarakat bisa segera memanfaatkannya dengan baik.
"Kita minta pekerjaan mereka betul-betul bekerja dengan baik, untuk bagaimana mengawasi pekerjaan fisik dari kontraktor yang mengerjakan irigasi ini," tandasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Komisi B Pasang Badan, DPRD Sulsel Minta Sanksi Pabrik Sawit yang Tak Patuh Harga TBS
Komisi B DPRD Sulsel mengeluarkan rekomendasi tegas menyikapi ketidakpatuhan sejumlah pabrik kelapa sawit terhadap penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Senin, 19 Jan 2026 19:24
Sulsel
Temukan Perbedaan Laporan Deviden, DPRD Sulsel Minta GMTD Siapkan Data Lengkap
Komisi D menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Kantor DPRD Sulsel sementara pada Rabu (14/01/2026).
Rabu, 14 Jan 2026 19:41
News
GMTD Tegaskan Status Hukum hingga Kontribusi ke Daerah di RDP DPRD Sulsel
PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) menghormati pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Rabu, 14 Jan 2026 18:20
Sulsel
DPRD Sulsel Tindaklanjuti Aduan Non-ASN dan Guru Terkait PPPK Paruh Waktu
Komisi E DPRD Sulsel menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti aduan masyarakat yang disampaikan Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI) terkait nasib tenaga administrasi non-ASN dan guru.
Kamis, 08 Jan 2026 19:34
Sulsel
Terima Audiensi Kanwil Kemenhaj, DPRD Sulsel Kawal Sistem Kuota Haji Baru demi Keadilan Jamaah
Kanwil Haji dan Umrah Sulsel menemui Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (05/01/2025).
Senin, 05 Jan 2026 18:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tim SAR Temukan Korban Kedua ATR 42-500 Berjenis Kelamin Perempuan
2
Fakta Persidangan Ungkap Perkara Agus Fitrawan Tak Penuhi Unsur Korupsi
3
Andi Tenri Indah Minta Petani Gowa Optimalkan Bantuan Alsintan dari Kementan RI
4
Delapan Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di Makassar
5
Musker LPM Profesi UNM Tetapkan Yusri Saputra sebagai Ketua Formatur
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tim SAR Temukan Korban Kedua ATR 42-500 Berjenis Kelamin Perempuan
2
Fakta Persidangan Ungkap Perkara Agus Fitrawan Tak Penuhi Unsur Korupsi
3
Andi Tenri Indah Minta Petani Gowa Optimalkan Bantuan Alsintan dari Kementan RI
4
Delapan Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di Makassar
5
Musker LPM Profesi UNM Tetapkan Yusri Saputra sebagai Ketua Formatur