Wamendagri Jadi Penguji Eksternal Promosi Doktor Bupati Maros
Rabu, 11 Feb 2026 13:28
Wamendagri Bima Arya saat menjadi penguji eksternal di Promosi Doktor Bupati Maros. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAKASSAR - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi penguji eksternal dalam ujian promosi doktor Bupati Maros, AS Chaidir Syam, pada Rabu (11/2/2026).
Ujian promosi doktor bidang Ilmu Politik tersebut berlangsung khidmat dengan melibatkan tim penguji dari kalangan akademisi dan praktisi pemerintahan. Kehadiran Bima Arya sebagai penguji eksternal menjadi sorotan karena kapasitasnya sebagai pejabat nasional dengan pengalaman dalam tata kelola pemerintahan dan dinamika politik daerah.
Dalam sesi penyampaian pandangan, Bima Arya mengapresiasi disertasi yang dipaparkan AS Chaidir Syam. Ia menilai karya ilmiah tersebut mengangkat isu penting terkait modal politik, mobilisasi politik, serta keterampilan kepemimpinan yang dibingkai melalui teori politik yang argumentatif.
"Terdapat hal yang sangat penting tentang modal politik dan mobilisasi politik. Juga keterampilan-keterampilan lainnya yang disampaikan melalui teori-teori politik yang sangat argumentatif. Saya sangat mengapresiasi," ujar Bima Arya.
Ia menilai kajian tersebut tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga relevan dengan praktik demokrasi di tingkat lokal. Bima Arya juga menekankan pentingnya penguatan ruang demokrasi di daerah, termasuk memastikan proses regenerasi kepemimpinan politik berjalan sehat.
"Tadi juga ada hal yang sangat penting, Chaidir memastikan di Maros akan selalu dikuatkan ruang-ruang demokrasinya sekaligus jalur-jalur untuk pemimpin-pemimpin berikutnya. Regenerasi politik agar tidak terjadi lagi jalan tunggal di Pilkada Maros berikutnya," tuturnya.
Sementara itu, disertasi AS Chaidir Syam menitikberatkan pada dinamika politik lokal dan strategi penguatan demokrasi di daerah. Ujian promosi tersebut menjadi tahapan akademik penting dalam meraih gelar doktor di bidang Ilmu Politik.
Momentum ini mencerminkan kolaborasi antara dunia akademik dan praktik pemerintahan, sekaligus menunjukkan upaya peningkatan kapasitas intelektual dan kualitas kepemimpinan berbasis kajian ilmiah.
Ujian promosi doktor bidang Ilmu Politik tersebut berlangsung khidmat dengan melibatkan tim penguji dari kalangan akademisi dan praktisi pemerintahan. Kehadiran Bima Arya sebagai penguji eksternal menjadi sorotan karena kapasitasnya sebagai pejabat nasional dengan pengalaman dalam tata kelola pemerintahan dan dinamika politik daerah.
Dalam sesi penyampaian pandangan, Bima Arya mengapresiasi disertasi yang dipaparkan AS Chaidir Syam. Ia menilai karya ilmiah tersebut mengangkat isu penting terkait modal politik, mobilisasi politik, serta keterampilan kepemimpinan yang dibingkai melalui teori politik yang argumentatif.
"Terdapat hal yang sangat penting tentang modal politik dan mobilisasi politik. Juga keterampilan-keterampilan lainnya yang disampaikan melalui teori-teori politik yang sangat argumentatif. Saya sangat mengapresiasi," ujar Bima Arya.
Ia menilai kajian tersebut tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga relevan dengan praktik demokrasi di tingkat lokal. Bima Arya juga menekankan pentingnya penguatan ruang demokrasi di daerah, termasuk memastikan proses regenerasi kepemimpinan politik berjalan sehat.
"Tadi juga ada hal yang sangat penting, Chaidir memastikan di Maros akan selalu dikuatkan ruang-ruang demokrasinya sekaligus jalur-jalur untuk pemimpin-pemimpin berikutnya. Regenerasi politik agar tidak terjadi lagi jalan tunggal di Pilkada Maros berikutnya," tuturnya.
Sementara itu, disertasi AS Chaidir Syam menitikberatkan pada dinamika politik lokal dan strategi penguatan demokrasi di daerah. Ujian promosi tersebut menjadi tahapan akademik penting dalam meraih gelar doktor di bidang Ilmu Politik.
Momentum ini mencerminkan kolaborasi antara dunia akademik dan praktik pemerintahan, sekaligus menunjukkan upaya peningkatan kapasitas intelektual dan kualitas kepemimpinan berbasis kajian ilmiah.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Dekan FIB Unhas Ungkap Sejarah dan Motivasi Merantau Orang Bugis-Makassar
Bagi masyarakat Bugis-Makassar, merantau bukan sekadar perjalanan, melainkan bagian dari kehidupan yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
Kamis, 26 Mar 2026 20:58
Makassar City
Halalbihalal Unhas Jadi Ajang Perkuat Kolaborasi dan Harmoni Kampus
Sivitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan Halalbihalal di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Rabu (25/3/2026). Kegiatan ini menjadi.
Rabu, 25 Mar 2026 19:50
Sulsel
Unhas Lantik 26 Pejabat, Rektor Tekankan Kerja Kolektif
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Jamaluddin Jompa melantik 26 pejabat baru dalam lingkup sivitas akademika Unhas, yang terdiri atas tiga dekan dan 23 pejabat struktural lainnya.
Rabu, 18 Mar 2026 04:42
Sulsel
Rektor Unhas Ajak Media Perkuat Kolaborasi Publikasi Prestasi Kampus
Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar dialog bersama insan pers bertajuk “Pertemuan dan Dialog Pimpinan Universitas Hasanuddin Bersama Jajaran Media Massa dan Jurnalis” di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Kampus Tamalanrea, Makassar, Sabtu (14/3/2026).
Minggu, 15 Mar 2026 04:21
News
Ditmawa Unhas Salurkan 1.450 Paket Takjil Kepada Mahasiswa
Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kegiatan berbagi takjil yang diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa aktif di lingkungan kampus.
Rabu, 04 Mar 2026 20:25
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mendikdasmen Resmikan Klinik Utama Muhammadiyah Sulsel
2
Kunjungi Jeneponto, Kapolda Sulsel Pastikan Arus Balik Aman dan Kondusif
3
Silaturahmi di Pusdam, Pemkab Gowa dan Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi
4
Mira Hayati Belum Bayar Denda, Kejati Sulsel Lakukan Asset Tracing dan Sita Aset
5
Emados Berangkatkan 30 Pelari Indonesia ke Ajang Lari Eropa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mendikdasmen Resmikan Klinik Utama Muhammadiyah Sulsel
2
Kunjungi Jeneponto, Kapolda Sulsel Pastikan Arus Balik Aman dan Kondusif
3
Silaturahmi di Pusdam, Pemkab Gowa dan Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi
4
Mira Hayati Belum Bayar Denda, Kejati Sulsel Lakukan Asset Tracing dan Sita Aset
5
Emados Berangkatkan 30 Pelari Indonesia ke Ajang Lari Eropa