Granat dan Ikanara Gelar Kampanye Anti Narkoba di Mattirotasi dan CFD Maros
Minggu, 28 Jun 2026 13:41
Pembukaan kegiatan di Kantor Desa Mattirotasi dihadiri Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur. Foto: Istimewa
MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros bersama Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 melalui kampanye anti narkoba di Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, dan kawasan Car Free Day (CFD) Maros.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, itu melibatkan Granat Maros, Ikatan Duta Anti Narkoba (Ikanara) Maros, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Pembukaan kegiatan di Kantor Desa Mattirotasi dihadiri Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, bersama pengurus Granat Maros, Ikanara Maros, Kepala Desa Mattirotasi, Camat Maros Baru, dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Muetazim mengingatkan pentingnya masyarakat desa membentengi diri dari bahaya peredaran narkoba yang semakin masif, termasuk di wilayah pedesaan.
Menurutnya, salah satu langkah efektif yang dapat dilakukan adalah memperluas sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi Granat dan Ikanara yang telah konsisten melakukan upaya pencegahan dan terjun langsung ke tengah masyarakat. Kami juga mengapresiasi pemerintah Desa Mattirotasi yang sambutannya luar biasa," katanya.
Pada kegiatan itu, Muetazim juga mengukuhkan pengurus Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Desa Mattirotasi yang akan fokus melakukan upaya pencegahan di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pembentukan Satgas tersebut dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ingin menjalankan program pencegahan narkoba di wilayahnya.
"Kita tahu kalau isu Narkoba ini menjadi salah satu program asta cita Presiden yang harus diimplementasikan sampai ke desa-desa. Olehnya saya sambut baik pembentukan Satgas di desa Mattirotasi ini sebagai langkah maju dan patut dicontoh," ujarnya.
Ketua Ikanara Maros, Aprisal, mengatakan peringatan HANI 2026 tidak hanya diisi dengan sosialisasi bahaya narkoba, tetapi juga penandatanganan deklarasi masyarakat melawan narkoba, pawai anti narkoba, berbagai permainan bersama warga, serta sosialisasi di kawasan CFD Maros.
"Luar biasa masyarakat Mattirotasi yang begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Kami memang setiap tahun melaksanakan kegiatan ini di Desa sebagai upaya kita menjaga desa sebagai benteng terakhir dari bahaya peredaran Narkoba di Maros ini," ungkapnya.
Menurut Aprisal, kepedulian masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan gerakan pencegahan narkoba. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan dasar mengenai bahaya narkoba agar mampu mengenali dan mengawasi lingkungan keluarga sejak dini.
"Karena memang masih banyak masyarakat kita ini yang belum tahu. Akhirnya, keluarga mereka terjerumus. Kalau pengetahuan dasar ini mereka tahu seperti ciri-ciri pengguna, itu kita yakin semua bisa dicegah dari lingkup keluarga," paparnya.
Ia menambahkan, Granat dan Ikanara akan kembali menggelar sosialisasi di Desa Mattirotasi sebagai tindak lanjut pembentukan Satgas Anti Narkoba.
"Kedepannya memang kami akan melakukan beberapa rangkaian kegiatan di desa ini. Termasuk karantina Duta Anti Narkoba tahun ini," sebutnya.
Kepala Desa Mattirotasi, Alimuddin Karim, menyampaikan apresiasi kepada para pegiat anti narkoba dan Pemerintah Kabupaten Maros yang memilih desanya sebagai pusat peringatan HANI 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun gerakan masyarakat dalam melawan peredaran narkoba.
"Kami sangat sadar, bahwa di wilayah kami ini juga sangat rentan. Karena memang sudah ada kasus yang terjadi. Makanya dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi awal buat kita semua untuk bersama-sama serius melawan peredaran Narkoba," ujarnya.
Alimuddin menilai persoalan narkoba, khususnya yang menyasar generasi muda di desa, merupakan masalah serius yang membutuhkan langkah konkret secara bersama-sama.
"Pihak kami tentunya akan menjadikan program pencegahan ini menjadi salah satu preoritas kami di desa. Karena memang isu ini sangat serius dan perlu ada langkah kongkret secara bersama-sama kedepannya," pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, itu melibatkan Granat Maros, Ikatan Duta Anti Narkoba (Ikanara) Maros, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Pembukaan kegiatan di Kantor Desa Mattirotasi dihadiri Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, bersama pengurus Granat Maros, Ikanara Maros, Kepala Desa Mattirotasi, Camat Maros Baru, dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Muetazim mengingatkan pentingnya masyarakat desa membentengi diri dari bahaya peredaran narkoba yang semakin masif, termasuk di wilayah pedesaan.
Menurutnya, salah satu langkah efektif yang dapat dilakukan adalah memperluas sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi Granat dan Ikanara yang telah konsisten melakukan upaya pencegahan dan terjun langsung ke tengah masyarakat. Kami juga mengapresiasi pemerintah Desa Mattirotasi yang sambutannya luar biasa," katanya.
Pada kegiatan itu, Muetazim juga mengukuhkan pengurus Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Desa Mattirotasi yang akan fokus melakukan upaya pencegahan di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pembentukan Satgas tersebut dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ingin menjalankan program pencegahan narkoba di wilayahnya.
"Kita tahu kalau isu Narkoba ini menjadi salah satu program asta cita Presiden yang harus diimplementasikan sampai ke desa-desa. Olehnya saya sambut baik pembentukan Satgas di desa Mattirotasi ini sebagai langkah maju dan patut dicontoh," ujarnya.
Ketua Ikanara Maros, Aprisal, mengatakan peringatan HANI 2026 tidak hanya diisi dengan sosialisasi bahaya narkoba, tetapi juga penandatanganan deklarasi masyarakat melawan narkoba, pawai anti narkoba, berbagai permainan bersama warga, serta sosialisasi di kawasan CFD Maros.
"Luar biasa masyarakat Mattirotasi yang begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Kami memang setiap tahun melaksanakan kegiatan ini di Desa sebagai upaya kita menjaga desa sebagai benteng terakhir dari bahaya peredaran Narkoba di Maros ini," ungkapnya.
Menurut Aprisal, kepedulian masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan gerakan pencegahan narkoba. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan dasar mengenai bahaya narkoba agar mampu mengenali dan mengawasi lingkungan keluarga sejak dini.
"Karena memang masih banyak masyarakat kita ini yang belum tahu. Akhirnya, keluarga mereka terjerumus. Kalau pengetahuan dasar ini mereka tahu seperti ciri-ciri pengguna, itu kita yakin semua bisa dicegah dari lingkup keluarga," paparnya.
Ia menambahkan, Granat dan Ikanara akan kembali menggelar sosialisasi di Desa Mattirotasi sebagai tindak lanjut pembentukan Satgas Anti Narkoba.
"Kedepannya memang kami akan melakukan beberapa rangkaian kegiatan di desa ini. Termasuk karantina Duta Anti Narkoba tahun ini," sebutnya.
Kepala Desa Mattirotasi, Alimuddin Karim, menyampaikan apresiasi kepada para pegiat anti narkoba dan Pemerintah Kabupaten Maros yang memilih desanya sebagai pusat peringatan HANI 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun gerakan masyarakat dalam melawan peredaran narkoba.
"Kami sangat sadar, bahwa di wilayah kami ini juga sangat rentan. Karena memang sudah ada kasus yang terjadi. Makanya dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi awal buat kita semua untuk bersama-sama serius melawan peredaran Narkoba," ujarnya.
Alimuddin menilai persoalan narkoba, khususnya yang menyasar generasi muda di desa, merupakan masalah serius yang membutuhkan langkah konkret secara bersama-sama.
"Pihak kami tentunya akan menjadikan program pencegahan ini menjadi salah satu preoritas kami di desa. Karena memang isu ini sangat serius dan perlu ada langkah kongkret secara bersama-sama kedepannya," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 54 tingkat Kabupaten Maros digelar di Grand Mall Maros, Rabu (23/9/2026).
Rabu, 23 Sep 2026 15:56
Sulsel
11 Ribu Kendaraan di Maros Tunggak Pajak, Samsat Gelar Penertiban
Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Maros menggelar penertiban kendaraan bermotor di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Pasar Sentral Maros, Rabu (23/9/2026).
Rabu, 23 Sep 2026 12:30
Sulsel
Capaian PAD di Bawah 70%, Enam OPD Maros Dapat Raport Merah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros meminta enam organisasi perangkat daerah (OPD) yang realisasi pendapatannya masih di bawah 70 persen untuk menggenjot capaian hingga mendekati target tersebut pada September 2026.
Rabu, 16 Sep 2026 13:33
Sulsel
Bapenda dan BPN Maros Integrasikan Data Pertanahan dan Perpajakan
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Maros untuk mengintegrasikan data pertanahan dan data perpajakan daerah.
Senin, 14 Sep 2026 11:19
Sulsel
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN).
Minggu, 13 Sep 2026 09:37
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
2
Ilham Dg Tayang Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua ILUNI UI Sulsel
3
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
4
Sinergi dan Inovasi Bawa Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026
5
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
2
Ilham Dg Tayang Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua ILUNI UI Sulsel
3
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
4
Sinergi dan Inovasi Bawa Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026
5
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran