Bupati Luwu Berikan 4 Sepeda ke Siswa yang Menyeberang Sungai ke Sekolah
Rabu, 14 Jun 2023 08:59
Bupati Luwu, Basmin Mattayang, mengunjungi keluarga 4 murid SD yang viral menyeberang sungai menggunakan rakit gabus ke sekolah. Foto: Chairuddin
LUWU - Bupati Luwu, Basmin Mattayang, memberikan bantuan 4 unit sepeda kepada murid SD di Desa Padangkalua, Kecamatan Bua, Selasa, (13/6/2023).
Muhammad Aditya kelas 2 SD, Muhammad Dirga kelas 3 SD, Nurul Azizah kelas 3 SD dan Andita Putri kelas 5 SD, viral di media sosial setelah aksi dan semangatnya bersekolah, menempuh bahaya, menyeberangi sungai menggunakan rakit yang terbuat dari gabus.
Sebagai pemimpin di Kabupaten Luwu, Basmin Mattayang, merasa terharu melihat perjuangan mereka untuk bersekolah. Usai menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo di PENAS di Padang Provinsi Sumatera Barat, dirinya kemudian pamit dan menuju Bandar Udara I Lagaligo Bua, transit di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
Tiba di Bua, orang nomor satu di Kabupaten Luwu tersebut, bergegas naik ke mobil dinasnya. Basmin Mattayang, terlebih dahulu melayat, sebelum mengunjungi keluarga Januar, Rahmat Panai, Muhlis, para orang tua murid dan siswa di atas.
Di kesempatan tersebut, Bupati Luwu, berbincang dengan Januar, orang tua Andita Putri dan Muhammad Dirga.
"Pertama saya ingin jelaskan dulu, ini bukan jembatan yang dijadikan jalanan umum, ini dibuat untuk mempermudah akses mereka untuk berobat, ini penyampaian Pak Januar ke saya, jalan umum sudah kita buat," katanya.
Kalau dia lewat di sebelah, ke sekolah tidak menggunakan jembatan aksesnya ada ke sekolah. Setelah turun melihat fakta yang ada di lapangan, ditemukan mereka itu kemarin, anak-anak yang viral, mereka ingin memperpendek akses perjalanan ke sekolah, kebetulan mereka sekolah di seberang rumah mereka di Desa Barowa yang dipisahkan sungai.
"Keputusan hari ini saya ambil lewat Kepala Dinas Pendidikan, musyawarah dengan orang tua para murid, besok kita pindahkan ke SD yang lebih dekat dan tidak menyeberang sungai, orang tuanya sudah setuju," katanya.
Bantuan lain, diberikan sepeda 4 buah, untuk mempermudah dan mempercepat akses mereka ke sekolah, yang penting mereka tetap sekolah, itu yang penting. "Akses jalan darurat untuk mereka sewaktu-waktu berobat, saya bantu perbaikannya Rp20 juta, ini akses darurat ketika ada urusan mendesak seperti berobat," katanya.
Kejadian ini tidak ada nilai negatifnya, ini positif, ada nilai positif buat kita semua khususnya orang tua dan sebagai pemerintah bahwa kita memang harus punya kepedulian terhadap masyarakat khususnya di bidang pelayanan dasar, pendidikan dan kesehatan, ada dua yang paling penting itu.
Januar menyampaikan terima kasih atas kepedulian Bupati Luwu, kepada mereka, 4 rumah dan 6 kepala keluarga (KK) di lokasi area tambak (empang) Desa Padangkalua Kecamatan Bua. "Kami sangat terkesan atas kepedulian Bapak Bupati, terlebih Bapak Bupati, menyempatkan waktu langsung melihat kami," ujarnya.
"Kami tentu berterimakasih, apa lagi memberikan bantuan sepeda kepada anak-anak kami, dan membantu perbaikan akses jalan kami," tutupnya.
Diketahui, 4 murid SD di atas viral di media sosial, setelah aksinya terekam kamera, menyeberangi sungai dengan rakit terbuat dari gabung berangkat ke sekolah.
Mereka terpaksa melakukan aksi nekat tersebut, karena jembatan yang semula mereka lewati sudah roboh terkena banjir yang terjadi mei kemarin. Kepala Dinas PUPR, Ikhsan Asaad, sebelumnya telah mengunjungi lokasi jembatan tersebut.
Muhammad Aditya kelas 2 SD, Muhammad Dirga kelas 3 SD, Nurul Azizah kelas 3 SD dan Andita Putri kelas 5 SD, viral di media sosial setelah aksi dan semangatnya bersekolah, menempuh bahaya, menyeberangi sungai menggunakan rakit yang terbuat dari gabus.
Sebagai pemimpin di Kabupaten Luwu, Basmin Mattayang, merasa terharu melihat perjuangan mereka untuk bersekolah. Usai menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo di PENAS di Padang Provinsi Sumatera Barat, dirinya kemudian pamit dan menuju Bandar Udara I Lagaligo Bua, transit di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
Tiba di Bua, orang nomor satu di Kabupaten Luwu tersebut, bergegas naik ke mobil dinasnya. Basmin Mattayang, terlebih dahulu melayat, sebelum mengunjungi keluarga Januar, Rahmat Panai, Muhlis, para orang tua murid dan siswa di atas.
Di kesempatan tersebut, Bupati Luwu, berbincang dengan Januar, orang tua Andita Putri dan Muhammad Dirga.
"Pertama saya ingin jelaskan dulu, ini bukan jembatan yang dijadikan jalanan umum, ini dibuat untuk mempermudah akses mereka untuk berobat, ini penyampaian Pak Januar ke saya, jalan umum sudah kita buat," katanya.
Kalau dia lewat di sebelah, ke sekolah tidak menggunakan jembatan aksesnya ada ke sekolah. Setelah turun melihat fakta yang ada di lapangan, ditemukan mereka itu kemarin, anak-anak yang viral, mereka ingin memperpendek akses perjalanan ke sekolah, kebetulan mereka sekolah di seberang rumah mereka di Desa Barowa yang dipisahkan sungai.
"Keputusan hari ini saya ambil lewat Kepala Dinas Pendidikan, musyawarah dengan orang tua para murid, besok kita pindahkan ke SD yang lebih dekat dan tidak menyeberang sungai, orang tuanya sudah setuju," katanya.
Bantuan lain, diberikan sepeda 4 buah, untuk mempermudah dan mempercepat akses mereka ke sekolah, yang penting mereka tetap sekolah, itu yang penting. "Akses jalan darurat untuk mereka sewaktu-waktu berobat, saya bantu perbaikannya Rp20 juta, ini akses darurat ketika ada urusan mendesak seperti berobat," katanya.
Kejadian ini tidak ada nilai negatifnya, ini positif, ada nilai positif buat kita semua khususnya orang tua dan sebagai pemerintah bahwa kita memang harus punya kepedulian terhadap masyarakat khususnya di bidang pelayanan dasar, pendidikan dan kesehatan, ada dua yang paling penting itu.
Januar menyampaikan terima kasih atas kepedulian Bupati Luwu, kepada mereka, 4 rumah dan 6 kepala keluarga (KK) di lokasi area tambak (empang) Desa Padangkalua Kecamatan Bua. "Kami sangat terkesan atas kepedulian Bapak Bupati, terlebih Bapak Bupati, menyempatkan waktu langsung melihat kami," ujarnya.
"Kami tentu berterimakasih, apa lagi memberikan bantuan sepeda kepada anak-anak kami, dan membantu perbaikan akses jalan kami," tutupnya.
Diketahui, 4 murid SD di atas viral di media sosial, setelah aksinya terekam kamera, menyeberangi sungai dengan rakit terbuat dari gabung berangkat ke sekolah.
Mereka terpaksa melakukan aksi nekat tersebut, karena jembatan yang semula mereka lewati sudah roboh terkena banjir yang terjadi mei kemarin. Kepala Dinas PUPR, Ikhsan Asaad, sebelumnya telah mengunjungi lokasi jembatan tersebut.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Luwu & MDA Realisasikan Program Aspirasi 21 Desa Wilayah Operasional
Aspirasi yang dihimpun dari masyarakat melalui kunjungan dan pertemuan langsung telah dipetakan dan diselaraskan antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area (MDA).
Rabu, 04 Mar 2026 14:19
News
Satgas Percepatan Investasi dan MDA Bahas Dinamika Lingkar Tambang
Satgas Percepatan Investasi menggelar rapat koordinasi bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kelompok Kerja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu.
Minggu, 01 Mar 2026 13:41
Sulsel
Dorong Ekonomi Lokal, Pemkab Luwu & Masmindo Resmikan Fasilitas Pengolahan Nilam
Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) menyerahkan fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo.
Kamis, 12 Feb 2026 15:00
Sulsel
Excavator Bersihkan DAS Suso, Pemkab Luwu & MDA Mulai Tahap Awal Revitalisasi
Berdasarkan pantauan di lapangan, excavator digunakan untuk membersihkan area yang terdampak sedimentasi, menata kembali alur sungai.
Jum'at, 23 Jan 2026 13:12
News
MDA dan Pemkab Luwu Mulai Tahapan Revitalisasi DAS Suso
PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemkab Luwu melalui Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi resmi memulai tahapan awal program revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso.
Senin, 08 Des 2025 13:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Waspada! Penipuan Pekerti Berbayar Rp1,8 Juta Catut Nama Plt Rektor UNM
2
Bazar Buku Internasional BBW Hadir Lagi di Makassar, Ini Jadwal & Promonya
3
Dilema PSEL Makassar, Menimbang Akurasi Teknis di Antara Dua Lokasi
4
Rumah Petani Roboh di Balambano Lutim, Penghuni Sempat Terjebak Reruntuhan
5
Bertahan 25 Tahun, 20 Lapak PKL di Ujung Tanah Makassar Ditertibkan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Waspada! Penipuan Pekerti Berbayar Rp1,8 Juta Catut Nama Plt Rektor UNM
2
Bazar Buku Internasional BBW Hadir Lagi di Makassar, Ini Jadwal & Promonya
3
Dilema PSEL Makassar, Menimbang Akurasi Teknis di Antara Dua Lokasi
4
Rumah Petani Roboh di Balambano Lutim, Penghuni Sempat Terjebak Reruntuhan
5
Bertahan 25 Tahun, 20 Lapak PKL di Ujung Tanah Makassar Ditertibkan