Dapat Gaji Rp1,1 Juta, Bawaslu Makassar Masih Butuh 2 PKD di Kelurahan Ini
Sabtu, 18 Feb 2023 08:00
Ketua Bawaslu Makassar, Abdillah Mustari (kiri) memberikan penjelasan terkait kinerja Bawaslu selama tahapan Pemilu 2024: Foto: Muhaimin/Sindo Makassar
MAKASSAR - Bawaslu Makassar masih kekurangan dua pengawas kelurahan/desa (PKD) untuk mengawal Pemilu 2024. Mereka masih mencari dua petugas untuk Kelurahan Masale, Kecamatan Pankkukang dan Kelurahan Ende, Kecamatan Wajo.
Ketua Bawaslu Makassar, Abdillah Mustari mengatakan pada proses perekrutan PKD untuk kedua kelurahan itu, pendaftarnya tidak ada yang memenuhi syarat. Ditemukan pelanggaran yang membuat semua peserta gugur.
“Kami di Bawaslu wajib merekrut teman-teman adhoc yang berintegritas. Sementara pada pendaftar di dua kelurahan ini, tidak ada yang memenuhi syarat tersebut,” kata Abdillah kepada awak media pada Jumat (17/2) kemarin.
Abdillah menurutkan, para pendaftar ditengarai berafiliasi dengan kontestan Pemilu 2024. Dimana pihaknya memiliki bukti kuat untuk tidak meloloskan mereka sebagai PKD.
“Sehingga teman-teman Panwascam tidak mengamini itu. Mereka diduga kuat terafiliasi dengan partai politik. Jadi PKD di dua kelurahan masih kosong,” ujarnya.
Makanya, Bawaslu Makassar akan kembali membuka perekrutan PKD untuk Kelurahan Masale dan Ende. Pendaftarannya masih dibuka sampai Ahad, 19 September besok.
Komisioner Bawaslu Makassar, Anas Malik mengungkapkan saat ini pihaknya baru memiliki 151, dari total yang dibutuhkan 153 PKD. Dimana badan adhoc ini bertugas melakukan pengawasan di kelurahannya masing-masing.
“Jadi PKD di Kelurahan Masale dan Ende bermasalah. Sehingga kami harus melakukan perekrutan ulang,” kuncinya.
Sebagai tambahan informasi, PKD akan diberikan honor bulanan selama masa kerjanya. Berdasarkan Surat Menkeu nomor 5/5715/MK.302/2022, gaji PKD untuk pemilu 2024 adalah sebesar Rp1.100.000.
Ketua Bawaslu Makassar, Abdillah Mustari mengatakan pada proses perekrutan PKD untuk kedua kelurahan itu, pendaftarnya tidak ada yang memenuhi syarat. Ditemukan pelanggaran yang membuat semua peserta gugur.
“Kami di Bawaslu wajib merekrut teman-teman adhoc yang berintegritas. Sementara pada pendaftar di dua kelurahan ini, tidak ada yang memenuhi syarat tersebut,” kata Abdillah kepada awak media pada Jumat (17/2) kemarin.
Baca Juga: Bawaslu Sulsel Kesulitan Awasi Proses Coklit
Abdillah menurutkan, para pendaftar ditengarai berafiliasi dengan kontestan Pemilu 2024. Dimana pihaknya memiliki bukti kuat untuk tidak meloloskan mereka sebagai PKD.
“Sehingga teman-teman Panwascam tidak mengamini itu. Mereka diduga kuat terafiliasi dengan partai politik. Jadi PKD di dua kelurahan masih kosong,” ujarnya.
Makanya, Bawaslu Makassar akan kembali membuka perekrutan PKD untuk Kelurahan Masale dan Ende. Pendaftarannya masih dibuka sampai Ahad, 19 September besok.
Komisioner Bawaslu Makassar, Anas Malik mengungkapkan saat ini pihaknya baru memiliki 151, dari total yang dibutuhkan 153 PKD. Dimana badan adhoc ini bertugas melakukan pengawasan di kelurahannya masing-masing.
“Jadi PKD di Kelurahan Masale dan Ende bermasalah. Sehingga kami harus melakukan perekrutan ulang,” kuncinya.
Sebagai tambahan informasi, PKD akan diberikan honor bulanan selama masa kerjanya. Berdasarkan Surat Menkeu nomor 5/5715/MK.302/2022, gaji PKD untuk pemilu 2024 adalah sebesar Rp1.100.000.
(UMI)
Berita Terkait
News
DKPP Gembleng TPD, Perkuat Kualitas Penanganan Pelanggaran Pemilu
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI menggelar kegiatan Diseminasi Penguatan Kapasitas Tim Pemeriksa Daerah (TPD) di Hotel Claro Makassar pada Ahad (10/05/2026).
Senin, 11 Mei 2026 09:41
Sulsel
Kunjungi Sulsel, Ketua Bawaslu RI Ingatkan Tahapan Dimulai Tahun Depan
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, melakukan kunjungan supervisi ke Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan untuk memastikan kesiapan jajaran pasca-pelantikan staf baru dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Selasa, 05 Mei 2026 22:07
Sulsel
Tak Sekadar Teori, Bawaslu Selayar Bakal Hadirkan Edukasi Pemilu di Kelas SMK
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Selayar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran politik, khususnya bagi pemilih pemula. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui koordinasi dengan SMKN 1 Selayar pada Senin (20/04/2026).
Senin, 20 Apr 2026 13:21
Sulsel
Bawaslu Sulsel Perketat Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan, Cegah Data Ganda
Bawaslu menekankan pentingnya pengawasan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPPB) Triwulan I di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, yang digelar di Kantor Bawaslu Sulsel, Selasa (31/03/2026).
Selasa, 31 Mar 2026 14:17
Sulsel
Program Podium Sisoppengi jadi Inovasi Pengawasan Pemilu Berbasis Diskusi dan Nilai Budaya Lokal
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Soppeng resmi melaunching program inovatif bertajuk Podium Sisoppengi, yang merupakan akronim dari Podcast–Diskusi Pemilihan Umum–Sharing–Sosialisasi Pengawasan Pemilu Terintegrasi.
Rabu, 04 Mar 2026 14:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
2
Meratakan Lapangan Belajar Indonesia
3
Etno Adventure Latih Perempuan Pesisir Paotere Olah Limbah Sisik Ikan
4
Wakil Rektor IV UMI Jadi Narasumber Seminar Komunikasi dan Dakwah KPI FAI UMI
5
Asrama Mahasiswa dan Dosen Kampus Vokasi Unhas di Selayar Mulai Dibangun
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
2
Meratakan Lapangan Belajar Indonesia
3
Etno Adventure Latih Perempuan Pesisir Paotere Olah Limbah Sisik Ikan
4
Wakil Rektor IV UMI Jadi Narasumber Seminar Komunikasi dan Dakwah KPI FAI UMI
5
Asrama Mahasiswa dan Dosen Kampus Vokasi Unhas di Selayar Mulai Dibangun